10 Kesalahan Fatal dalam Mengirimkan Dokumen Lamaran Kerja Melalui JobsDB

Sejak kurang lebih dua minggu terakhir, saya melakukan eksperimen dengan mengiklankan beberapa posisi lowong di beberapa perusahaan klien saya melalui JobsDB, yang notabene sudah dikenal sebagai website paling populer di mata para job seekers.

Meskipun sejak awal bekerja di industri rekrutmen saya sudah menyadari bahwa beriklan di JobsDB ataupun job boards lainnya memerlukan kesabaran yang tinggi untuk menemukan kandidat yang tepat, tapi sampai hari ini terus terang saya masih saja takjub memperhatikan betapa cerobohnya banyak kandidat dalam mengirimkan dokumen lamaran kerja.

Saya mencoba mengumpulkan 10 kesalahan paling fatal yang umum saya temukan dari para kandidat yang mengirimkan aplikasi melalui JobsDB, yang tidak hanya memperkecil kemungkinan dimasukkan kedalam shortlist, tapi lebih parahnya… membuat aplikasi anda akan langsung dibuang atau dihapus.

10. Menggunakan cover letter standar

Saya pernah membahasnya disini, silakan dibaca kembali dan rasanya tidak perlu dijelaskan lebih lanjut.

9. Cover letter yang terlalu panjang

Intinya, buatlah cover letter yang singkat dan mengena pada sasaran. Usahakan orang bisa membacanya dalam waktu hanya 5 detik untuk mendapatkan gambaran singkat mengenai kualifikasi dan kompetensi anda. Ini erat kaitannya dengan nomor 10 diatas.

8. Mengirimkan dokumen lamaran kerja ke alamat email selain yang tercantum

Ini betul-betul terjadi dan baru saya temukan kali ini. Seorang kandidat mengirimkan dokumen lamaran kerja yang saya iklankan di JobsDB ke alamat email yang hanya saya pergunakan untuk administrasi RSS di Feedburner. Saya dengan senang hati memberikan poin 10 kepada kandidat ini untuk kemampuan business intelligence, tapi poin 0 untuk kemampuan mematuhi instruksi tertulis.

7. Mengirimkan CV standar

Saya bisa sangat memahami bahwa menyesuaikan dan mengubah CV anda untuk setiap posisi yang anda lamar bukan merupakan perkara mudah, justru sebaliknya sangat merepotkan dan memakan waktu. Saya beritahu satu rahasia, kalau anda tidak mau bersusah-payah menyesuaikan CV anda dengan job requirements untuk setiap posisi, maka hiring manager atau stafnya juga tidak akan mau bersusah-payah membacanya lebih lanjut. Tombol DEL pada keyboard akan menjadi pilihan yang lebih menarik.

6. Mengirimkan dokumen lamaran kerja dengan data kadaluarsa

Tidak ada yang lebih menjengkelkan ketika akhirnya bisa menemukan CV dari seorang kandidat yang memenuhi semua job requirements, tapi ketika coba dihubungi ternyata nomor hp-nya sudah tidak aktif atau alamat emailnya bouncing.

5. Mengirimkan dokumen lamaran kerja dengan attachment 5 MB

Ketika anda melampirkan semua sertifikat yang anda miliki sebagai bagian dari dokumen lamaran kerja yang anda kirimkan, bukan berarti itu akan membuat dokumen anda akan masuk kedalam shortlist, tapi kemungkinan besar justru membuatnya makin cepat masuk kedalam Trash folder.

4. Mengirimkan dokumen lamaran kerja tanpa membaca job requirements

Saya sering tidak habis pikir bagaimana mungkin orang yang hanya paham menggunakan MS Office sebagai end-user dan bukan berlatar belakang pendidikan IT tetapi dengan sangat pede mengirimkan lamaran untuk posisi Software Engineer?

3. Mengirimkan dokumen lamaran kerja melalui Batch Apply

Di JobsDB ada fasilitas Batch Apply, dimana seorang kandidat bisa mengirimkan dokumen lamaran kerja ke banyak lowongan kerja yang diiklankan secara sekaligus, cukup dengan mengklik satu tombol saja. Ini tentunya menjadi salah satu alasan kenapa kesalahan nomor 4 diatas makin sering terjadi. Akan tetapi di mata hiring manager ataupun stafnya, Batch Apply kurang lebih bisa disamakan seperti Spam Apply.

2. Mengirimkan dokumen lamaran kerja asal-asalan

Saya sangat sering menerima dokumen lamaran kerja yang seakan-akan dibuat secara asal-asalan. Penuh dengan kesalahan ejaan, tidak informatif, dan lebih menonjolkan prestasi sekolah atau prestasi lain yang tidak relevan dibandingkan pengalaman kerjanya. Tidak jelas inti dan tujuan dari dokumen tersebut apa. Tiap kali menerima dokumen semacam itu, saya hanya perlu waktu 3 detik untuk menekan tombol DEL.

1. Mengirimkan dokumen lamaran kerja salah sambung

Kesalahan paling fatal yang saya temui dan membuat saya hanya perlu waktu sekitar 1 detik (maksimal 2 detik) untuk menekan tombol DEL adalah mengirimkan yang saya sebut sebagai dokumen kerja salah sambung.

Para kandidat yang mengirimkan dokumen lamaran kerja untuk lowongan yang diiklankan oleh PT DEL Jaya untuk posisi Penghapus Dokumen, tapi pada dokumen lamaran kerjanya mencantumkan bahwa aplikasi ini ditujukan kepada PT Salah Sambung untuk posisi Penjaga Telepon tidak akan pernah bisa berharap bahwa saya akan membaca melewati tiga kalimat.

———

Pesan yang ingin saya sampaikan dari tulisan ini sebetulnya sangat sederhana. Kalau anda memang menginginkan sebuah pekerjaan di tempat baru yang lebih baik dari tempat kerja anda sekarang, curahkan waktu dan tenaga untuk mempersiapkan secara serius aplikasi atau dokumen lamaran kerja yang betul-betul profesional.

Perhatikan job requirements yang diminta, kualifikasi yang dibutuhkan, dan perhatikan pula dengan seksama ketentuan penggunaan bahasa yang pernah disinggung dalam salah satu artikel saya tahun lalu.

Saya pribadi sangat tidak sependapat dengan opini yang menyatakan bahwa mencari kerja itu sebetulnya hanyalah Numbers Game. Semakin banyak mengirimkan CV maka semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan.

Justru yang terjadi sebaliknya, semakin banyak mengirimkan CV yang tidak sesuai dengan kualifikasi anda, maka akan makin sering pula anda ditolak. Makin sering anda ditolak maka akan semakin frustrasi pula anda jadinya.

Dengan mengubah persepsi anda mengenai proses mengirimkan lamaran kerja ini, saya sangat yakin bahwa anda akan semakin mudah menemukan pekerjaan yang tepat dan dengan effort yang relatif lebih ringan dibandingkan mengirim ratusan dokumen lamaran kerja kemana-mana.

Quote of the Day:

“Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results” by Albert Einstein

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin

177 thoughts on “10 Kesalahan Fatal dalam Mengirimkan Dokumen Lamaran Kerja Melalui JobsDB

  1. sinsin

    maaf pak saya mau tanya. saya mau melamar pekerjaan di salah satu perusahaan tapi kondisi saya sedang kuliah baru semester 3 di univ swasta. Apa keterangan saya sedang kuliah di univ tersebut dicantumin juga ? dan jika iya bagaiamana keterangannya ?

    [Reply]

    Reply
  2. misbah

    permisi kak,apakah klo kita ga memenuhi persyaratan yang ditetapkan dilowongan. semisal dibutuhkan S1 IT tetapi pelamar maksa daftar dengan ijazah d2 di bidang yg sma akan ada kemungkinan peluang untuk dipanggil wawancara ?

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Kalau lulusan D2 tapi sudah memiliki pengalaman kerja serta skill yang relevan dengan posisi yang dibutuhkan, tetap ada kemungkinan untuk dipanggil wawancara.

    [Reply]

    Reply
  3. Afif Yunaldi

    Permisi pak saya mau tanya.
    Lebih baik melamar pekerjaaan dengan mengirimkan file CV, Surat lamaran dll melalui email perusahaan atau melamar dengan cara mengisi form apply online dari situs resmi perusahaan tetapi form tersebut tidak menyediakan pilihan buat kirim file CV dan lainnya ?

    Terima kasih dan mohon direspon pak pertanyaan saya.

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Ikuti instruksi yang tercantum dalam lowongan kerja. Kalau ini melamar kerja tanpa ada lowongan, kirimkan via email dengan CV sebagai attachment-nya.

    [Reply]

    Reply
  4. Andrifin

    Assalamualaikum mas Haryo, saya mau tanya.
    Saya sekarang statusnya masih kuliah semester 9. Tinggal ada tanggungan skripsi. Sedangkan mata kuliah lainnya alhamdulillah sudah selesai semua jadi secara waktu masih banyak yang luang dan masih bisa dibuat kerja full time sekalipun.
    Saya hendak melamar pekerjaan yang kualifikasinya meminta lulusan SMA. Jika saya mendaftar pekerjaan tsb, apa perlu saya mencantumkan kalau saya sedang menyelesaikan studi kuliah?
    Karena kata teman saya, kalau mencantumkan “sedang menempuh kuliah” dalam CV takutnya membuat HRD negatif thinking duluan ke kita. Karena kalau sedang menempuh kuliah, takutnya pihak HRD berpikir kalau ada tanggungan kuliah bakal kurang fokus dalam pekerjaan nantinya.
    Sehingga lebih baiknya “sedang menempuh kuliah” ini tetap ditulis apa adanya, atau kita jangan tulis dulu di CV (biar nanti kita jelaskan saat interview)?
    Mohon bantuan penjelasannya ya mas. Terima kasih.

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Cantumkan saja pendidikan terakhir SMA kalau memang ingin melamar posisi yang mempersyaratkan lulusan SMA. Asalkan siap untuk menjawab pertanyaan bagaimana nanti membagi waktu antara tanggung jawab pekerjaan dengan tugas untuk menyelesaikan skripsi ketika interview.

    [Reply]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *