Tutorial Membuat CV yang "Menjual" (Bag. I): Menanamkan Pola Pikir Baru

Kalau anda suatu ketika melihat sebuah iklan lowongan kerja yang anda minati dan anda harus membuat sebuah CV yang bisa menunjukkan seluruh kemampuan terbaik yang anda miliki serta meyakinkan pihak recruiter (baik itu headhunter ataupun staf HRD) bahwa anda adalah kandidat yang memang layak untuk dipertimbangkan, kira-kira apa yang ada dalam pikiran anda?

Seringkali yang terjadi ketika kita berniat untuk membuat CV, yang ada dalam pikiran kita adalah memaparkan segala sesuatu yang dirasa penting bagi kita tanpa memperhatikan apakah sesuatu yang kita rasa penting itu memiliki relevansi dengan pekerjaan yang kita lamar atau tidak.

Contoh soal, anda memaparkan semua pengalaman training dan workshop yang pernah anda ikuti, termasuk training soal safety driving yang jelas-jelas tidak ada relevansinya dengan pekerjaan yang anda lamar, yang dalam hal ini adalah Accounting Supervisor misalnya.

Selain tidak relevan, mencantumkan hal-hal yang sebetulnya kurang penting itu juga tanpa disadari bisa memberikan dua kerugian untuk anda.

Yang pertama, CV anda menjadi lebih panjang, dan yang kedua hal ini bisa membuat kesabaran pihak recruiter habis karena mereka dipaksa untuk membaca hal-hal yang tidak perlu dan tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan yang anda lamar.

Ketika kesabaran seorang recruiter habis, itu betul-betul cerita buruk untuk anda, karena bisa jadi CV anda akan langsung dibuang ke keranjang sampah, atau dihapus dari inbox.

Sebelum belajar teknik membuat CV yang “menjual” dari saya, ada beberapa hal yang mulai sekarang harus ditanamkan dalam pola pikir anda secara sungguh-sungguh:

  • Kualifikasi anda harus memenuhi job requirements. Mau sebagus apapun CV yang anda buat, kalau kualifikasi anda tidak memenuhi job requirements, CV anda akan berakhir di keranjang sampah. Titik!
  • Pihak recruiter tidak punya banyak waktu. Anda harus memahami bahwa menyortir ratusan bahkan ribuan CV yang masuk itu bukanlah pekerjaan yang sangat menyenangkan, jadi CV anda harus bisa merebut perhatian mereka dalam waktu 15 detik atau kurang. Lebih dari itu dan mereka belum juga bisa menemukan poin untuk men-shortlist anda… wassalam!
  • Pahami tujuan utama anda membuat CV. Banyak orang yang salah menduga untuk satu hal ini, jadi saya jelaskan kalau tujuan utama anda membuat CV bukanlah untuk mendapatkan pekerjaan. Tujuan utama anda dalam membuat CV itu adalah untuk mendapatkan panggilan interview. Sesederhana itu, tapi saya yakin belum banyak orang yang mengetahuinya.
  • Lupakan mengirimkan satu jenis CV untuk semua jenis pekerjaan. Hampir semua orang pasti melakukan hal ini, tidak terkecuali saya (dulu). Masalahnya cara seperti itu sudah tidak efektif lagi. Anda harus bisa meng-customize secara spesifik setiap CV yang anda kirimkan dengan pekerjaan yang anda lamar. Ini penting karena job requirements dari satu pekerjaan tentunya beda dengan pekerjaan yang lain. Semakin baik anda meng-customize CV anda, semakin besar pula kemungkinan anda untuk mendapatkan panggilan interview.
  • Kerapian CV tetaplah penting. Saya tidak mengharuskan anda jago dalam hal layout design untuk bisa membuat CV yang “menjual”, karena yang paling penting adalah CV anda enak dibaca dan memungkinkan untuk di-quick scan atau dibaca secara cepat. Pergunakan font standar dengan ukuran normal, dan jangan pernah sekalipun memakai font size 8 demi menghemat halaman! Anda mungkin bisa mengirimkan CV hanya dalam dua halaman dengan memakai font size 8, tapi harap diingat belum tentu pihak recruiter memiliki allowance untuk mengganti kacamatanya setiap bulan.
  • Membuat CV yang “menjual” itu mudah. Banyak yang mengira kalau CV yang “menjual” itu tentunya sangat sophisticated dan rumit untuk menyusunnya. Sama sekali tidak, bahkan sebaliknya teknik ini sangat mudah dan siapapun bisa mengerjakannya sendiri. Kalau anda bisa menguasai teknik ini dan menyesuaikan dengan kualifikasi serta job requirements dari pekerjaan yang anda minati, anda akan terkejut karena hasil akhirnya ternyata akan jauh lebih efektif.
  • Sombong itu perlu. Kalau dalam kehidupan sehari-hari anda selalu menyombongkan prestasi kerja yang pernah anda capai, saya yakin tinggal menunggu waktu saja sebelum suatu hari nanti anda dimutilasi oleh rekan kerja anda (no, I’m just kidding!). Hal sebaliknya justru saya sarankan kalau anda membuat CV, karena salah satu faktor penting dalam membuat CV yang “menjual” itu adalah seberapa bagus anda menyombongkan prestasi kerja anda. Bahkan semakin sombong akan semakin baik, selama itu memang betul-betul terjadi dan bukan merupakan karangan anda.
  • Tidak ada gunanya berbohong di CV. Anda harus memahami, kebohongan yang anda buat di CV, sekecil apapun itu bisa membahayakan anda sendiri. Ingat, sekarang makin banyak perusahaan yang melakukan reference check untuk mengetahui latar belakang seorang kandidat, dan ketika hasil dari reference check itu menunjukkan adanya kebohongan yang anda buat, tamatlah riwayat anda.

Saya pikir sangat penting bagi anda memahami pola pikir tersebut diatas secara mendalam, karena kalau anda belum memahaminya, akan sulit bagi anda untuk melangkah ke bagian selanjutnya dari tutorial ini.

Pola pikir diatas bukan omong kosong yang bisa ditawar-tawar, tapi itu adalah persyaratan mutlak yang harus terpenuhi, pondasi dan pemahaman dasar yang menentukan karir anda kedepannya.

Nah, sekarang apa yang bisa dipelajari dari bagian pertama tutorial ini?

1. Kualifikasi anda harus memenuhi job requirements

2. Pihak recruiter hanya punya waktu 15 detik atau kurang dalam menyortir CV

3. Tujuan utama anda membuat CV adalah untuk mendapatkan panggilan interview

4. Jangan pernah mengirimkan satu jenis CV untuk semua jenis pekerjaan yang anda lamar

5. Kerapian CV tetaplah penting untuk diperhatikan

6. Membuat CV yang “menjual” itu sebetulnya mudah asalkan menguasai konsep dasarnya

7. Menyombongkan prestasi kerja dalam CV itu sangat dianjurkan

8. Seluruh isi dari CV anda harus berdasar fakta, jangan pernah berbohong dalam CV

Nah, setelah bagian pertama selesai dibahas, kita akan melangkah ke bagian kedua dari tutorial. Dalam bagian kedua nanti kita akan membahas mengenai kerangka awal yang perlu dipahami untuk membuat sebuah CV yang “menjual”

Semoga bermanfaat dan tunggu kelanjutannya beberapa hari lagi.

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin

8 thoughts on “Tutorial Membuat CV yang "Menjual" (Bag. I): Menanamkan Pola Pikir Baru

  1. Pingback: Ketika harus memutuskan nasib pelamar dalam 1 menit « Sanggita

  2. Pingback: Tutorial Membuat CV yang “Menjual” (Bag. II): Kerangka Awal Sebuah CV yang Menjual | suryosumarto.com

  3. Pingback: Catatan-Catatan Dari Hati » Blog Archive » YANG “MELENGKING”DARI BLOGWALKING (23)

  4. Pingback: Berbagi Hasil Konsultasi (Jumat, 12 Juni 2009) | Haryo Utomo Suryosumarto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *