<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Telecommuting: Sebuah Solusi Alternatif yang Tak Terpikirkan Dengan Serius</title>
	<atom:link href="http://suryosumarto.com/telecommuting-sebuah-solusi-alternatif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suryosumarto.com/telecommuting-sebuah-solusi-alternatif/</link>
	<description>Headhunter &#124; Recruitment Consultant &#124; Career Counselor based in Jakarta, Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 May 2012 11:39:45 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Zindy</title>
		<link>http://suryosumarto.com/telecommuting-sebuah-solusi-alternatif/comment-page-1/#comment-7458</link>
		<dc:creator>Zindy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 04:19:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=751#comment-7458</guid>
		<description>Saya setuju sekali pak. Saya mulai merasa kewalahan dengan macet dan commute time yang menghabiskan energi, apalagi saya kerja 2-shift: pagi harus berada di kantor, sore saya habiskan di jalan dan menjelang malam saya kerahkan sisa2 resources saya (waktu, energi) untuk anak. Urusan rumah harus saya delegate, tapi anak tidak bisa 100% diserahkan ke orang lain kan? Apalagi anak saya masih usia emas (balita). Kantor kami pernah melakukan ujicoba pada 1 divisi pakai sistem piket, dan sukses. Hasilnya, pekerjaan tetap jalan dg baik, produktif, malah pekerja wanita banyak yg jadi hamil dan para istri pekerja pria banyak yg hamil :-) Isu manusia modern &#039;susah punya anak&#039; ternyata ter-resolve dengan telecommuting/teleworking. Sayangnya ujicoba bukan di divisi saya, dan kepala divisi saya sangat &#039;against&#039; it--tipe yg tdk bisa men-set objective, tapi lebih mengurusi urusan absen, main telepon, main internet dan bukan objective.

Ada info di mana bisa cari job telecommuting pak? I really need it now. Thanks.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju sekali pak. Saya mulai merasa kewalahan dengan macet dan commute time yang menghabiskan energi, apalagi saya kerja 2-shift: pagi harus berada di kantor, sore saya habiskan di jalan dan menjelang malam saya kerahkan sisa2 resources saya (waktu, energi) untuk anak. Urusan rumah harus saya delegate, tapi anak tidak bisa 100% diserahkan ke orang lain kan? Apalagi anak saya masih usia emas (balita). Kantor kami pernah melakukan ujicoba pada 1 divisi pakai sistem piket, dan sukses. Hasilnya, pekerjaan tetap jalan dg baik, produktif, malah pekerja wanita banyak yg jadi hamil dan para istri pekerja pria banyak yg hamil <img src='http://suryosumarto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Isu manusia modern &#8216;susah punya anak&#8217; ternyata ter-resolve dengan telecommuting/teleworking. Sayangnya ujicoba bukan di divisi saya, dan kepala divisi saya sangat &#8216;against&#8217; it&#8211;tipe yg tdk bisa men-set objective, tapi lebih mengurusi urusan absen, main telepon, main internet dan bukan objective.</p>
<p>Ada info di mana bisa cari job telecommuting pak? I really need it now. Thanks.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Haryo Suryosumarto</title>
		<link>http://suryosumarto.com/telecommuting-sebuah-solusi-alternatif/comment-page-1/#comment-4506</link>
		<dc:creator>Haryo Suryosumarto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 10:18:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=751#comment-4506</guid>
		<description>Sebaiknya jauh-jauh deh dari berbagai iklan seperti itu, most of the time itu hanya buang waktu saja. Perlu diingat juga kalau yang saya maksud telecommuting dalam artikel saya diatas adalah &lt;strong&gt;pekerjaan formal&lt;/strong&gt; tapi bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja.

Memang belum banyak perusahaan di Indonesia yang berani menerapkan kebijakan telecommuting, salah satu yang sudah hampir dua tahun ini melaksanakannya adalah PT Headhunter Indonesia (meski tidak full telecommuting).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebaiknya jauh-jauh deh dari berbagai iklan seperti itu, most of the time itu hanya buang waktu saja. Perlu diingat juga kalau yang saya maksud telecommuting dalam artikel saya diatas adalah <strong>pekerjaan formal</strong> tapi bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja.</p>
<p>Memang belum banyak perusahaan di Indonesia yang berani menerapkan kebijakan telecommuting, salah satu yang sudah hampir dua tahun ini melaksanakannya adalah <a href="http://headhunterindonesia.com" target='_blank' >PT Headhunter Indonesia</a> (meski tidak full telecommuting).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ian</title>
		<link>http://suryosumarto.com/telecommuting-sebuah-solusi-alternatif/comment-page-1/#comment-4503</link>
		<dc:creator>ian</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 02:12:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=751#comment-4503</guid>
		<description>sangat menarik,,, tapi bnyk web yg sengaja mengiklankan sistem kerja online ini di internet,, mereka berpendapat dengan hanya memiliki kemampuan mengetik dan mampu membaca sudah mampu menghasilkan 50/100 per job yg diberikan,,,,namun pekerjaannya apa saja tidak pernah dijelaskan secara rinci,,,
APAKAH HAL TERSEBUT BETUL ADANYA...atau hanya tindakan kriminal (penipuan) mohon dibantu.. thx</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sangat menarik,,, tapi bnyk web yg sengaja mengiklankan sistem kerja online ini di internet,, mereka berpendapat dengan hanya memiliki kemampuan mengetik dan mampu membaca sudah mampu menghasilkan 50/100 per job yg diberikan,,,,namun pekerjaannya apa saja tidak pernah dijelaskan secara rinci,,,<br />
APAKAH HAL TERSEBUT BETUL ADANYA&#8230;atau hanya tindakan kriminal (penipuan) mohon dibantu.. thx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: william</title>
		<link>http://suryosumarto.com/telecommuting-sebuah-solusi-alternatif/comment-page-1/#comment-3596</link>
		<dc:creator>william</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 09:11:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=751#comment-3596</guid>
		<description>mohon info pak,dimana mencari job telecommuting, krn sy tertarik.
makasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mohon info pak,dimana mencari job telecommuting, krn sy tertarik.<br />
makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Siska</title>
		<link>http://suryosumarto.com/telecommuting-sebuah-solusi-alternatif/comment-page-1/#comment-1970</link>
		<dc:creator>Siska</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 11:10:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=751#comment-1970</guid>
		<description>Benar-benar sebuah solusi. Saya yakin tidak sedikit orang yang setuju dengan pemikiran ini. Tapi , kemana orang-orang itu? Bagaimana ya, memasukkan ide ini ke wacana orang-orang yang memegang kendali pada perusahaan2 di JKT (khususnya).

Saya ingin sekali bisa mengerjakan editan buku atau naskah dari rumah. Toh, pekerjaan saya sebagian besar dihabiskan di depan komputer. Saya masih tidak terima kalau macet menjadi rutinitas saya, bukan pekerjaan atau hal yang ingin saya kerjakan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar-benar sebuah solusi. Saya yakin tidak sedikit orang yang setuju dengan pemikiran ini. Tapi , kemana orang-orang itu? Bagaimana ya, memasukkan ide ini ke wacana orang-orang yang memegang kendali pada perusahaan2 di JKT (khususnya).</p>
<p>Saya ingin sekali bisa mengerjakan editan buku atau naskah dari rumah. Toh, pekerjaan saya sebagian besar dihabiskan di depan komputer. Saya masih tidak terima kalau macet menjadi rutinitas saya, bukan pekerjaan atau hal yang ingin saya kerjakan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kemas</title>
		<link>http://suryosumarto.com/telecommuting-sebuah-solusi-alternatif/comment-page-1/#comment-545</link>
		<dc:creator>Kemas</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 04:14:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=751#comment-545</guid>
		<description>Saya setuju sekali dengan Pak Haryo. Memang sudah waktunya kebijakan ini diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang kantornya berada di wilayah yang sering dilanda kemacetan. Saya sendiri jika memiliki kesempatan bekerja di luar Jakarta, kesempatan itu tidak akan pernah saya sia-siakan. Keluar sejenak dari rutinitas yang menjemukan dan sekaligus melelahkan. :)

Saya punya teman yang kerja di sebuah kantor MNC di bilangan Sudirman, yang sudah menerapkan kebijakan ini. Ternyata perusahaan tersebut tetap maju dan bisnisnya berjalan lancar. Bahkan ada yang tidak pernah datang ke kantor dan bekerja sepenuhnya di rumah. Karyawan baru diminta datang ke kantor, jika ada meeting atau sesuatu yang perlu diselesaikan. Cukup menarik dan sangat menyenangkan rupanya bekerja seperti ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju sekali dengan Pak Haryo. Memang sudah waktunya kebijakan ini diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang kantornya berada di wilayah yang sering dilanda kemacetan. Saya sendiri jika memiliki kesempatan bekerja di luar Jakarta, kesempatan itu tidak akan pernah saya sia-siakan. Keluar sejenak dari rutinitas yang menjemukan dan sekaligus melelahkan. <img src='http://suryosumarto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya punya teman yang kerja di sebuah kantor MNC di bilangan Sudirman, yang sudah menerapkan kebijakan ini. Ternyata perusahaan tersebut tetap maju dan bisnisnya berjalan lancar. Bahkan ada yang tidak pernah datang ke kantor dan bekerja sepenuhnya di rumah. Karyawan baru diminta datang ke kantor, jika ada meeting atau sesuatu yang perlu diselesaikan. Cukup menarik dan sangat menyenangkan rupanya bekerja seperti ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

