Membangun Lingkungan Kerja yang Produktif

Pada hari Senin (26 September 2011) yang lalu, saya sempat diminta menjadi narasumber untuk acara “Good Morning Hard Rockers Show” di Hard Rock Radio Bali. Topik yang diangkat saat itu adalah Kompak dengan Teman Kerja, dimana menurut saya topik ini sangat relevan dengan kehidupan di dunia kerja tapi sayangnya masih sedikit sekali diulas secara lebih detail.

Secara gampangnya bisa kita lihat betapa hingga saat ini masih banyak pemilik atau pemimpin perusahaan yang menekankan perlunya membangun kekompakan di dalam sebuah organisasi atau perusahaan, tapi mungkin belum mengetahui bagaimana kekompakan tersebut sebetulnya dapat terbangun dengan sendirinya, tanpa adanya campur tangan yang terlalu banyak dari pihak manajemen perusahaan.

Continue reading

Menyikapi Kelangkaan Talenta Profesional di Indonesia

Beberapa hari sebelum memasuki Ramadan kemarin, saya berkesempatan berbincang santai dengan salah satu petinggi perusahaan multinasional yang bergerak di sektor manufaktur.

Eksekutif tersebut, yang kebetulan berkebangsaan Amerika, menyoroti betapa kelangkaan talenta profesional kini terjadi di banyak negara Asia, khususnya negara-negara yang sering menjadi tujuan penanaman modal asing seperti China, Vietnam, dan Indonesia. Dari pembicaraan sekitar satu jam tersebut, saya makin menyadari bahwa para penanam modal asing, yang kehadirannya di Indonesia bisa dianggap sebagai salah satu pendorong penggerak perekonomian nasional, ternyata tidak semata mementingkan kemudahan berinvestasi yang ditawarkan pemerintah atau adanya infrastruktur yang memadai sebagai faktor penentu utama dalam menanamkan modalnya di satu negara.

Continue reading

Menawarkan Gaji Besar adalah Sebuah Kebodohan!

Ada tren menarik yang saya amati dalam beberapa waktu terakhir ini menyangkut upaya yang dilakukan oleh berbagai perusahaan untuk menarik talenta-talenta cemerlang pada level manajerial agar mau bergabung. Berbeda dengan periode tiga sampai lima tahun yang lalu, ternyata kini makin banyak upaya menarik para talenta tersebut yang menemui kegagalan.

Saya berusaha melakukan analisa sederhana untuk mengetahui penyebab kegagalan tersebut, dan saya sampai pada satu kesimpulan bahwa upaya untuk menarik para talenta tersebut rupanya masih menitikberatkan pada tawaran gaji besar atau segala sesuatu yang terkait dengan monetary benefits semata, serta kurang memperhatikan hal-hal lainnya yang bersifat non-monetary benefits dan rupanya kini kian menjadi faktor penting sebagai bahan pertimbangan bagi para talenta tersebut.

Continue reading

Technical Competencies dalam CV

Untuk anda yang memiliki latar belakang profesi di bidang teknik atau profesi lain yang memerlukan specific skills, kadang sering timbul pertanyaan, “Seberapa penting sebetulnya mencantumkan technical competencies dalam CV?”

Pertanyaan ini sering timbul karena bila mencantumkan technical competencies dalam CV, dikuatirkan CV akan menjadi terlalu panjang. Sebaliknya bila tidak mencantumkan, dikuatirkan CV kita akan langsung disingkirkan dari shortlist kandidat potensial.

Continue reading

10 Kesalahan Fatal dalam Mengirimkan Dokumen Lamaran Kerja Melalui JobsDB

Sejak kurang lebih dua minggu terakhir, saya melakukan eksperimen dengan mengiklankan beberapa posisi lowong di beberapa perusahaan klien saya melalui JobsDB, yang notabene sudah dikenal sebagai website paling populer di mata para job seekers.

Meskipun sejak awal bekerja di industri rekrutmen saya sudah menyadari bahwa beriklan di JobsDB ataupun job boards lainnya memerlukan kesabaran yang tinggi untuk menemukan kandidat yang tepat, tapi sampai hari ini terus terang saya masih saja takjub memperhatikan betapa cerobohnya banyak kandidat dalam mengirimkan dokumen lamaran kerja.

Continue reading

Iklan Lowongan Kerja Anonim dan Kerahasiaan Dokumen Lamaran Kerja

Iklan Lowongan Kerja Anonim dan Kerahasiaan Dokumen Lamaran KerjaSetiap hari Sabtu, hampir semua koran yang terbit di penjuru dunia pasti akan banyak memuat iklan lowongan kerja. Bermacam posisi lowong ditawarkan, mulai dari level staf terendah sampai level eksekutif tertinggi dapat ditemui pada ratusan iklan lowongan kerja yang dipasang oleh perusahaan-perusahaan baik lokal maupun multinasional.

Di Indonesia pun tidak terkecuali. Harian Kompas edisi Sabtu bahkan mencetak lembar tambahan yang merupakan halaman khusus untuk memuat berbagai iklan lowongan kerja.

Menarik dicermati bahwa ternyata tidak semua iklan lowongan kerja yang dimuat tersebut mencantumkan nama perusahaan didalamnya, kadang si pemasang iklan hanya meminta calon pelamar untuk mengirimkan dokumen lamaran kerja ke PO Box tertentu, atau kadang malah hanya meminta calon pelamar untuk mengirimkan dokumen lamaran kerja ke alamat email gratisan, seperti Yahoo, Gmail, Hotmail dan layanan email sejenis lainnya. Iklan-iklan lowongan kerja seperti inilah yang saya sebut sebagai iklan anonim.

Continue reading

Menyikapi Si Kutu Loncat dengan Lebih Bijaksana

Saya sering menjumpai klien yang tidak mau berurusan dengan para kutu loncat. Kutu loncat atau sering juga disebut job hopper — yang dalam hal ini adalah profesional yang punya track record berpindah-pindah perusahaan dalam waktu relatif singkat — di mata para klien tersebut tidak memberikan jaminan bahwa mereka akan bisa bertahan lama bekerja di satu tempat, termasuk bekerja di perusahaan mereka tentunya.

Tidak bisa dipungkiri kalau di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya masih banyak perusahaan yang menganggap bahwa loyalitas kepada si employer yang tercermin dari berapa lama seseorang bekerja di satu perusahaan tertentu sebagaimana yang tercantum dari CV-nya adalah salah satu faktor penting dalam menentukan apakah orang ini akan diproses lebih lanjut atau tidak pada sebuah proses rekrutmen.

Continue reading