Tag Archives: Headhunter’s Life

Talk to CEO di TrijayaFM Jakarta (Februari 2011)

Bulan Februari 2011 yang lalu saya diundang untuk mengisi acara Talk to CEO di Radio TrijayaFM Jakarta. Banyak hal yang saya bicarakan dalam obrolan santai dengan durasi total sekitar satu jam (termasuk iklan dan selingan musik) bersama dengan Mas Roy Pamenang dan Mbak Tantri Suryokusumo sebagai pembawa acara.

Untuk teman-teman yang terlewat mendengarkan acara tersebut, sekarang bisa mendengarkan rekamannya melalui audio streaming di situs Okezone.com, silakan langsung klik link ini.

Semoga ada manfaat yang bisa dipetik dari obrolan santai tersebut.

Niatan untuk Kembali Aktif Menulis

Sudah berbulan-bulan saya hiatus dari kegiatan menulis artikel mengenai karir di blog ini. Memang kombinasi antara kesibukan dan sedikit masalah personal dalam melakukan manajemen waktu membuat aktifitas menulis selalu menjadi prioritas terakhir dalam things-to-do list saya.

Syukurlah sekarang sudah ada lima konsultan tetap (Tika, Anggi, Amanda, Myrna dan Ihsan) yang membantu saya sepenuhnya dalam menangani job assignments dari berbagai klien, plus Iin sebagai office administrator, yang membuat saya lebih bisa mengatur waktu dengan baik dibandingkan ketika masa-masa awal perusahaan ini dirintis 14 bulan yang lalu.

Sudah ada sejumlah ide tulisan yang ada di kepala saya, dan semoga dengan niat kuat serta tekad yang bulat untuk kembali aktif menulis ditambah dengan pengaturan waktu yang lebih baik, saya bisa menghasilkan tulisan inspiratif mengenai karir yang (semoga) bisa bermanfaat untuk siapapun yang membacanya.

Peringatan “Mitoni” untuk Bisnis Rekrutmen Saya

Hari ini tanggal 4 Desember 2009 genap tujuh bulan saya menjalani pilihan karir sebagai independent recruitment consultant. Saya resmi mengundurkan diri dari kantor lama saya pada tanggal 24 April 2009 dan mulai merintis bisnis (yang diharapkan kelak bisa tumbuh menjadi bisnis konsultasi dengan standar kelas dunia) pada tanggal 4 Mei 2009, dan alhamdulillah masih eksis — malah kian berkembang pesat — sampai dengan sekarang.

Saya selalu mengumpamakan bahwa bisnis yang baru mulai dirintis itu adalah seperti halnya seorang bayi, hanya bedanya saya menganggap bahwa bisnis yang saya tekuni selama tujuh bulan terakhir ini sebetulnya adalah bayi yang masih ada dalam kandungan ibunya. Nah, sebagai orang Jawa yang masih percaya tradisi kejawen, hari ini saya berniat mengadakan upacara mitoni untuk bisnis saya.

Continue reading