<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Selamat, Anda Gagal Dalam Psikotes!</title>
	<atom:link href="http://suryosumarto.com/selamat-anda-gagal-dalam-psikotes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suryosumarto.com/selamat-anda-gagal-dalam-psikotes/</link>
	<description>Headhunter &#124; Recruitment Consultant &#124; Career Counselor based in Jakarta, Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 May 2012 11:39:45 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Muhammad Baiquni</title>
		<link>http://suryosumarto.com/selamat-anda-gagal-dalam-psikotes/comment-page-1/#comment-6889</link>
		<dc:creator>Muhammad Baiquni</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 11:13:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=485#comment-6889</guid>
		<description>Saya biasanya selalu gagal dalam tahapan psikotes. Saya kadang bertanya apakah psikotes menjadi jaminan bahwa seseorang bisa bekerja dengan baik dan benar.

Saya pernah mendengar sebuah pengalaman bahwa orang yang pintar (kebanyakan psikotes untuk menilai seberapa pintar Anda) belum tentu dapat bekerja dengan baik dalam sebuah tim. Kadang yang pintar malah arogan dan selalu merasa benar sendiri.

Bagaimana cara psikotes mampu menilai hal-hal yang demikian?

Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya biasanya selalu gagal dalam tahapan psikotes. Saya kadang bertanya apakah psikotes menjadi jaminan bahwa seseorang bisa bekerja dengan baik dan benar.</p>
<p>Saya pernah mendengar sebuah pengalaman bahwa orang yang pintar (kebanyakan psikotes untuk menilai seberapa pintar Anda) belum tentu dapat bekerja dengan baik dalam sebuah tim. Kadang yang pintar malah arogan dan selalu merasa benar sendiri.</p>
<p>Bagaimana cara psikotes mampu menilai hal-hal yang demikian?</p>
<p>Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Haryo Suryosumarto</title>
		<link>http://suryosumarto.com/selamat-anda-gagal-dalam-psikotes/comment-page-1/#comment-6756</link>
		<dc:creator>Haryo Suryosumarto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 14:43:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=485#comment-6756</guid>
		<description>Lain waktu saya akan bahas mengenai bagaimana mempersiapkan diri dalam menghadapi interview</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lain waktu saya akan bahas mengenai bagaimana mempersiapkan diri dalam menghadapi interview</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: amanda kusuma</title>
		<link>http://suryosumarto.com/selamat-anda-gagal-dalam-psikotes/comment-page-1/#comment-6754</link>
		<dc:creator>amanda kusuma</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 11:20:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=485#comment-6754</guid>
		<description>Pak, bisa bagi tips menghadapi interview?
Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak, bisa bagi tips menghadapi interview?<br />
Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sandal jept</title>
		<link>http://suryosumarto.com/selamat-anda-gagal-dalam-psikotes/comment-page-1/#comment-4901</link>
		<dc:creator>sandal jept</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 09:43:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=485#comment-4901</guid>
		<description>ah..psikotes itu teori barat tidak cocok dengan indonesia...kalo di terapkan di negara kita yang kayak gini carut marutnya..mana bisa...justru menimbulkan ketimpangan...semakain tidak adil ...orang kerja motif terbesar ya cari duit..kalo sesuai bidang itu cocok bagi negara yang sudah maju kesadarannya.kan sudah banyak orang lulus test tapi loyalitas nya masih kurang atau gak ada blas...orang tua dulu bilang kerja keras nomor satu dan pintar pasti ikut....sudah jelas orang kerja bukan karena otak..tapi kerja keras meski bodo namanya kerja keras kan sambil belajar..berapa prosentase orang yang cocok di bidangnya di negara indonesia..tak ada pengaruhnya bagi negara...kita...INGAT KESUKSESAN BERAWAL DARI KERJA KERAS DAN 
PANDAI AKAN IKUT..bukan psikotes


&quot;tukang rombeng punya anak buah S1&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ah..psikotes itu teori barat tidak cocok dengan indonesia&#8230;kalo di terapkan di negara kita yang kayak gini carut marutnya..mana bisa&#8230;justru menimbulkan ketimpangan&#8230;semakain tidak adil &#8230;orang kerja motif terbesar ya cari duit..kalo sesuai bidang itu cocok bagi negara yang sudah maju kesadarannya.kan sudah banyak orang lulus test tapi loyalitas nya masih kurang atau gak ada blas&#8230;orang tua dulu bilang kerja keras nomor satu dan pintar pasti ikut&#8230;.sudah jelas orang kerja bukan karena otak..tapi kerja keras meski bodo namanya kerja keras kan sambil belajar..berapa prosentase orang yang cocok di bidangnya di negara indonesia..tak ada pengaruhnya bagi negara&#8230;kita&#8230;INGAT KESUKSESAN BERAWAL DARI KERJA KERAS DAN<br />
PANDAI AKAN IKUT..bukan psikotes</p>
<p>&#8220;tukang rombeng punya anak buah S1&#8243;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wenx</title>
		<link>http://suryosumarto.com/selamat-anda-gagal-dalam-psikotes/comment-page-1/#comment-3385</link>
		<dc:creator>wenx</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 14:36:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=485#comment-3385</guid>
		<description>mas kalau misalkan jurusan yg saya ambil skrng katakanlah salah atau tidak sesuai dengan kemampuan saya bgmn????
jujur sy tidak tau di bidang apa yg saya kuasai, karena psychotest yg sy lakukan kebanyakn untuk seleksi pekerjaan, jadi hanya tau lolos atau tidaknya, bukan utk mengetahui apa yg menjadi keahlian sy...
dan apabila suatu saat sy mengetahui kemampuan sy, apakah sudah terlambat, karena tidak mengetahui disiplin ilmunya...
jadi intinya saya tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan, karna tdk tau apa bakat, dan kemampuan yg sy miliki..
ckckckckck mengenaskan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas kalau misalkan jurusan yg saya ambil skrng katakanlah salah atau tidak sesuai dengan kemampuan saya bgmn????<br />
jujur sy tidak tau di bidang apa yg saya kuasai, karena psychotest yg sy lakukan kebanyakn untuk seleksi pekerjaan, jadi hanya tau lolos atau tidaknya, bukan utk mengetahui apa yg menjadi keahlian sy&#8230;<br />
dan apabila suatu saat sy mengetahui kemampuan sy, apakah sudah terlambat, karena tidak mengetahui disiplin ilmunya&#8230;<br />
jadi intinya saya tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan, karna tdk tau apa bakat, dan kemampuan yg sy miliki..<br />
ckckckckck mengenaskan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anton</title>
		<link>http://suryosumarto.com/selamat-anda-gagal-dalam-psikotes/comment-page-1/#comment-2228</link>
		<dc:creator>Anton</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 15:58:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=485#comment-2228</guid>
		<description>saya juga berpikir begitu. karena ada beberapa kata sifat yang sulit saya tentukan mana yang lebih cocok.

apa benar hasil dari DISC Assessment akan menghasilkan 3 grafik? dan jika grafik tersebut terlalu berdekatan, maka orang tersebut belum mengenal dirinya sendiri.

terima kasih mas Haryo.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya juga berpikir begitu. karena ada beberapa kata sifat yang sulit saya tentukan mana yang lebih cocok.</p>
<p>apa benar hasil dari DISC Assessment akan menghasilkan 3 grafik? dan jika grafik tersebut terlalu berdekatan, maka orang tersebut belum mengenal dirinya sendiri.</p>
<p>terima kasih mas Haryo.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Haryo</title>
		<link>http://suryosumarto.com/selamat-anda-gagal-dalam-psikotes/comment-page-1/#comment-2221</link>
		<dc:creator>Haryo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 02:41:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=485#comment-2221</guid>
		<description>Seharusnya DISC Assessment tidak mewajibkan pengisinya untuk mengisi secepat mungkin. Batasan waktu memang pasti ada, tapi sepengetahuan saya DISC Assessment bukan merupakan speedtest, karena justru harus diisi dengan hati-hati agar hasilnya bisa menggambarkan karakter dan preferensi diri secara lebih akurat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seharusnya DISC Assessment tidak mewajibkan pengisinya untuk mengisi secepat mungkin. Batasan waktu memang pasti ada, tapi sepengetahuan saya DISC Assessment bukan merupakan speedtest, karena justru harus diisi dengan hati-hati agar hasilnya bisa menggambarkan karakter dan preferensi diri secara lebih akurat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anton</title>
		<link>http://suryosumarto.com/selamat-anda-gagal-dalam-psikotes/comment-page-1/#comment-2220</link>
		<dc:creator>Anton</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 02:28:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=485#comment-2220</guid>
		<description>saya baru saja menjalani psikotes untuk posisi yang sangat saya idamkan. tapi hasilnya adalah nihil. saya gagal. mungkin dalam test yang disebut DISC (Most and Least option), sebab pemandunya menekankan untuk mengisi secepat mungkin karena tes ini merupakan penilaian terhadap diri sendiri. sedangkan pada saat tes berlangsung, saya masi sempat ragu-ragu utnuk mengisi. apa mungkin saya masih kurang mengenal karakter saya sendiri?

Setelah membaca tulisan ini rasa kecewa saya sedikit terobati.
Tapi saya tetap tidak habis pikir.
Dari belasan pekerjaan yang saya apply tidak ada satu pun yang diterima.
dan saya sudah mencoba semua alternatif pekerjaan. ada yang sesuai dengan jurusan saya  dan ada juga yang tidak.
Terima kasih jika sudah dibaca. Hanya ingin menumpahkan isi hati.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya baru saja menjalani psikotes untuk posisi yang sangat saya idamkan. tapi hasilnya adalah nihil. saya gagal. mungkin dalam test yang disebut DISC (Most and Least option), sebab pemandunya menekankan untuk mengisi secepat mungkin karena tes ini merupakan penilaian terhadap diri sendiri. sedangkan pada saat tes berlangsung, saya masi sempat ragu-ragu utnuk mengisi. apa mungkin saya masih kurang mengenal karakter saya sendiri?</p>
<p>Setelah membaca tulisan ini rasa kecewa saya sedikit terobati.<br />
Tapi saya tetap tidak habis pikir.<br />
Dari belasan pekerjaan yang saya apply tidak ada satu pun yang diterima.<br />
dan saya sudah mencoba semua alternatif pekerjaan. ada yang sesuai dengan jurusan saya  dan ada juga yang tidak.<br />
Terima kasih jika sudah dibaca. Hanya ingin menumpahkan isi hati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

