<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pentingnya Memperhatikan Job Requirements</title>
	<atom:link href="http://suryosumarto.com/pentingnya-memperhatikan-job-requirements/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suryosumarto.com/pentingnya-memperhatikan-job-requirements/</link>
	<description>Headhunter &#124; Recruitment Consultant &#124; Career Counselor based in Jakarta, Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 May 2012 11:39:45 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: kojack</title>
		<link>http://suryosumarto.com/pentingnya-memperhatikan-job-requirements/comment-page-1/#comment-6944</link>
		<dc:creator>kojack</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 04:29:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=18#comment-6944</guid>
		<description>hahaha.... metode shotgun.
banyak teman saya yang menjalankannya.
anyway, saya menemukan beberapa teman fresh graduate yang melamar untuk posisi dengan pengalaman kerja tetapi diterima. kenapa ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hahaha&#8230;. metode shotgun.<br />
banyak teman saya yang menjalankannya.<br />
anyway, saya menemukan beberapa teman fresh graduate yang melamar untuk posisi dengan pengalaman kerja tetapi diterima. kenapa ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Roy Armstrong</title>
		<link>http://suryosumarto.com/pentingnya-memperhatikan-job-requirements/comment-page-1/#comment-3647</link>
		<dc:creator>Roy Armstrong</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 04:45:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=18#comment-3647</guid>
		<description>Saya jadi ingat saudara saya yang pernah ikut register di situs pencari kerja. Beliau lulusan elektro D3. waktu itu di jamannya jurusan itu sangat digemari. Sempat bekerja di Batam, sayangnya bekerja secara kontrak selama 2 tahun. Selepas kontrak kembali melamar di Bandung. Waktu melamar ternyata gaji yang didapat hanya seperempat gaji di Batam. Alhasil beliau melanjutkan ke S1. Sayangnya ketika sudah lulus, umurnya sudah terlalu tua, agak sulit bersaing dengan lulusan S1 lainnya.
Saking stressnya ketika apply lewat internet, mau apapun perusahaannya dia apply begitu saja tanpa melihat job requirements.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya jadi ingat saudara saya yang pernah ikut register di situs pencari kerja. Beliau lulusan elektro D3. waktu itu di jamannya jurusan itu sangat digemari. Sempat bekerja di Batam, sayangnya bekerja secara kontrak selama 2 tahun. Selepas kontrak kembali melamar di Bandung. Waktu melamar ternyata gaji yang didapat hanya seperempat gaji di Batam. Alhasil beliau melanjutkan ke S1. Sayangnya ketika sudah lulus, umurnya sudah terlalu tua, agak sulit bersaing dengan lulusan S1 lainnya.<br />
Saking stressnya ketika apply lewat internet, mau apapun perusahaannya dia apply begitu saja tanpa melihat job requirements.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rio</title>
		<link>http://suryosumarto.com/pentingnya-memperhatikan-job-requirements/comment-page-1/#comment-2261</link>
		<dc:creator>Rio</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 03:38:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=18#comment-2261</guid>
		<description>Menarik. Walaupun saya bukan orang yang berkecimpung di dunia HR, ketika saya akan menginterview beberapa calon kandidat anak buah, seringkali saya malas melanjutkan membaca resume orang jika saya lihat experience dan backgroundnya sudah terlalu jauh dari yang saya butuhkan.

Akan tetapi tidak jarang juga saya melihat job vacancy posting yang agak &quot;ngawur&quot;. Requirement yang ditampilkan sangat over qualified untuk posisi tersebut (dan tentunya tidak seimbang dengan paket renumerasi yang ditawarkan). Saya seringkali tertawa melihat job vacancy untuk helpdesk support dengan requirement kemampuan mahir dalam berbagai IT skills dengan pengalaman bertahun-tahun. Atau vacancy untuk finance/accounting level staff biasa tapi menuntut sertifikasi CFA atau CPA dan banyak lagi contoh lainnya

Biasanya hal ini terjadi jika HR atau pihak yang memfasilitasi proses perekrutan tidak paham dengan pekerjaan sehari-hari posisi yang dibutuhkan dan cenderung bertindak murni hanya sebagai fasilitator saja dalam proses rekrutmen. Celakanya, end user banyak yang bertindak &quot;aji mumpung&quot; dengan memasang job requirement yang tinggi dan tidak sesuai dengan kebutuhan job desc posisi yang bersangkutan.

Komunikasi dan saling menchallenge antara recruiter dan end user sangat penting dalam proses rekrutment agar job requirement yang dipasang fit dengan job desc posisi tersebut. Disini dibutuhkan pemahaman dari kedua belah pihak (recruiter mengerti pekerjaan sehari-hari posisi yang dibutuhkan, end-user mengerti kondisi job market dan positioning perusahaan di mata para kandidat)

Dari kacamata pelamar, saya tidak terlalu menyalahkan jika mereka mengirim lamaran untuk posisi yang requirementnya jauh diatas kemampuan mereka, terutama bila perusahaan yang menawarkan bukanlah perusahaan yang punya reputasi tinggi dalam bidang pengelolaan SDMnya. Akan tetapi untuk perusahaan yang top class, cara seperti ini biasanya sia-sia karena biasanya requirement yang dipasang memang mencerminkan job desc posisi tersebut. Pada kasus seperti ini, jika kualifikasi yang diminta cukup tinggi, biasanya dibarengi juga dengan paket renumerasi yang seimbang :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik. Walaupun saya bukan orang yang berkecimpung di dunia HR, ketika saya akan menginterview beberapa calon kandidat anak buah, seringkali saya malas melanjutkan membaca resume orang jika saya lihat experience dan backgroundnya sudah terlalu jauh dari yang saya butuhkan.</p>
<p>Akan tetapi tidak jarang juga saya melihat job vacancy posting yang agak &#8220;ngawur&#8221;. Requirement yang ditampilkan sangat over qualified untuk posisi tersebut (dan tentunya tidak seimbang dengan paket renumerasi yang ditawarkan). Saya seringkali tertawa melihat job vacancy untuk helpdesk support dengan requirement kemampuan mahir dalam berbagai IT skills dengan pengalaman bertahun-tahun. Atau vacancy untuk finance/accounting level staff biasa tapi menuntut sertifikasi CFA atau CPA dan banyak lagi contoh lainnya</p>
<p>Biasanya hal ini terjadi jika HR atau pihak yang memfasilitasi proses perekrutan tidak paham dengan pekerjaan sehari-hari posisi yang dibutuhkan dan cenderung bertindak murni hanya sebagai fasilitator saja dalam proses rekrutmen. Celakanya, end user banyak yang bertindak &#8220;aji mumpung&#8221; dengan memasang job requirement yang tinggi dan tidak sesuai dengan kebutuhan job desc posisi yang bersangkutan.</p>
<p>Komunikasi dan saling menchallenge antara recruiter dan end user sangat penting dalam proses rekrutment agar job requirement yang dipasang fit dengan job desc posisi tersebut. Disini dibutuhkan pemahaman dari kedua belah pihak (recruiter mengerti pekerjaan sehari-hari posisi yang dibutuhkan, end-user mengerti kondisi job market dan positioning perusahaan di mata para kandidat)</p>
<p>Dari kacamata pelamar, saya tidak terlalu menyalahkan jika mereka mengirim lamaran untuk posisi yang requirementnya jauh diatas kemampuan mereka, terutama bila perusahaan yang menawarkan bukanlah perusahaan yang punya reputasi tinggi dalam bidang pengelolaan SDMnya. Akan tetapi untuk perusahaan yang top class, cara seperti ini biasanya sia-sia karena biasanya requirement yang dipasang memang mencerminkan job desc posisi tersebut. Pada kasus seperti ini, jika kualifikasi yang diminta cukup tinggi, biasanya dibarengi juga dengan paket renumerasi yang seimbang <img src='http://suryosumarto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Berbagi Hasil Konsultasi (Jumat, 12 Juni 2009) &#124; Haryo Utomo Suryosumarto</title>
		<link>http://suryosumarto.com/pentingnya-memperhatikan-job-requirements/comment-page-1/#comment-43</link>
		<dc:creator>Berbagi Hasil Konsultasi (Jumat, 12 Juni 2009) &#124; Haryo Utomo Suryosumarto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 05:02:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=18#comment-43</guid>
		<description>[...] sesuai dengan kualifikasi yang dimilikinya. Kalau anda baca lagi tulisan saya sebelumnya mengenai Pentingnya Memperhatikan Job Requirements, tentunya hal tersebut bukanlah cara paling efektif untuk memperoleh [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] sesuai dengan kualifikasi yang dimilikinya. Kalau anda baca lagi tulisan saya sebelumnya mengenai Pentingnya Memperhatikan Job Requirements, tentunya hal tersebut bukanlah cara paling efektif untuk memperoleh [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bram..</title>
		<link>http://suryosumarto.com/pentingnya-memperhatikan-job-requirements/comment-page-1/#comment-42</link>
		<dc:creator>bram..</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 12:30:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=18#comment-42</guid>
		<description>&quot;...Faktor kedua: ini yang agak sulit dimaafkan, karena saya memang kadang malas posting job vacancy untuk posisi-posisi middle management, baik di JobsDB, Jobstreet, atau malah blog saya sendiri...&quot; hehe ga ada cash flow yang masuk kalo posting posisi middle ya bang.. only joke!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;&#8230;Faktor kedua: ini yang agak sulit dimaafkan, karena saya memang kadang malas posting job vacancy untuk posisi-posisi middle management, baik di JobsDB, Jobstreet, atau malah blog saya sendiri&#8230;&#8221; hehe ga ada cash flow yang masuk kalo posting posisi middle ya bang.. only joke!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kenapa Blog Ini Tidak Memuat Lowongan Kerja? &#124; suryosumarto.com</title>
		<link>http://suryosumarto.com/pentingnya-memperhatikan-job-requirements/comment-page-1/#comment-41</link>
		<dc:creator>Kenapa Blog Ini Tidak Memuat Lowongan Kerja? &#124; suryosumarto.com</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 00:36:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=18#comment-41</guid>
		<description>[...] Faktor kedua: ini yang agak sulit dimaafkan, karena saya memang kadang malas posting job vacancy untuk posisi-posisi middle management, baik di JobsDB, Jobstreet, atau malah blog saya sendiri. Alasannya pernah saya kemukakan disini. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Faktor kedua: ini yang agak sulit dimaafkan, karena saya memang kadang malas posting job vacancy untuk posisi-posisi middle management, baik di JobsDB, Jobstreet, atau malah blog saya sendiri. Alasannya pernah saya kemukakan disini. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Belajar Memahami Pola Pikir Orang HRD &#124; suryosumarto.com</title>
		<link>http://suryosumarto.com/pentingnya-memperhatikan-job-requirements/comment-page-1/#comment-40</link>
		<dc:creator>Belajar Memahami Pola Pikir Orang HRD &#124; suryosumarto.com</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 17:11:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=18#comment-40</guid>
		<description>[...] topik ini sudah pernah saya bahas sebelumnya, tapi dengan bahasa yang sedikit lain (meskipun inti dari pesan yang ingin disampaikan tetap sama). [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] topik ini sudah pernah saya bahas sebelumnya, tapi dengan bahasa yang sedikit lain (meskipun inti dari pesan yang ingin disampaikan tetap sama). [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

