<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Penerapan &quot;Going Green&quot; dalam Bisnis Jasa Konsultasi</title>
	<atom:link href="http://suryosumarto.com/penerapan-going-green-dalam-bisnis-jasa-konsultasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suryosumarto.com/penerapan-going-green-dalam-bisnis-jasa-konsultasi/</link>
	<description>Headhunter &#124; Recruitment Consultant &#124; Career Counselor based in Jakarta, Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 May 2012 11:39:45 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Haryo</title>
		<link>http://suryosumarto.com/penerapan-going-green-dalam-bisnis-jasa-konsultasi/comment-page-1/#comment-279</link>
		<dc:creator>Haryo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 07:25:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=668#comment-279</guid>
		<description>Terima kasih komennya, Mas Kemas.

Sebagai konsultan memang tidak ada tuntutan untuk menerapkan prinsip &quot;going green&quot;, tapi untuk yang sudah menerapkan itu tentunya lebih dilandaskan kepada tanggung jawab moral dan sosial.

Kalau pada akhirnya dengan menerapkan prinsip &quot;going green&quot; lalu bisa meningkatkan profit, tentunya ini merupakan &lt;em&gt;unexpected bonus&lt;/em&gt; yang menyenangkan :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih komennya, Mas Kemas.</p>
<p>Sebagai konsultan memang tidak ada tuntutan untuk menerapkan prinsip &#8220;going green&#8221;, tapi untuk yang sudah menerapkan itu tentunya lebih dilandaskan kepada tanggung jawab moral dan sosial.</p>
<p>Kalau pada akhirnya dengan menerapkan prinsip &#8220;going green&#8221; lalu bisa meningkatkan profit, tentunya ini merupakan <em>unexpected bonus</em> yang menyenangkan <img src='http://suryosumarto.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kemas</title>
		<link>http://suryosumarto.com/penerapan-going-green-dalam-bisnis-jasa-konsultasi/comment-page-1/#comment-280</link>
		<dc:creator>Kemas</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 05:45:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suryosumarto.com/?p=668#comment-280</guid>
		<description>Saya setuju sekali dengan apa yang telah disampaikan melalui tulisan ini. Sudah waktunya kita memperhatikan lingkungan sembari menerapkan efisiensi sumber daya dalam berbisnis. Sepengetahuan saya, konsep dan praktik ini sudah menjadi &quot;common practices&quot; di luar negeri. Di sana mereka menyadari bahwa sumber daya itu mahal dan terbatas. Sebelum memulai bisnis apalagi bisnis konsultan, biasanya mereka akan memperhitungkan segalanya termasuk pemakaian kertas, printer, listrik, air, tempat kerja dan sumber daya manusia. Dengan demikian mereka dapat menekan biaya operasional tanpa mengurangi aspek profesionalitasnya.

Seperti halnya Pak Haryo, peralatan kerja saya sangatlah minim dan sesuai dengan kebutuhan saja. Saat ini perkakas kerja saya adalah laptop, sambungan telepon dan internet, printer (jika harus mencetak), meja, kursi dan lampu meja. Mana peralatan elektronis yang tidak dibutuhkan dimatikan, jangan dibiarkan &#039;stand by&#039;.

Cukup mudah dan praktis kan mempraktikkan &#039;going green&#039; dalam dunia kerja? :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju sekali dengan apa yang telah disampaikan melalui tulisan ini. Sudah waktunya kita memperhatikan lingkungan sembari menerapkan efisiensi sumber daya dalam berbisnis. Sepengetahuan saya, konsep dan praktik ini sudah menjadi &#8220;common practices&#8221; di luar negeri. Di sana mereka menyadari bahwa sumber daya itu mahal dan terbatas. Sebelum memulai bisnis apalagi bisnis konsultan, biasanya mereka akan memperhitungkan segalanya termasuk pemakaian kertas, printer, listrik, air, tempat kerja dan sumber daya manusia. Dengan demikian mereka dapat menekan biaya operasional tanpa mengurangi aspek profesionalitasnya.</p>
<p>Seperti halnya Pak Haryo, peralatan kerja saya sangatlah minim dan sesuai dengan kebutuhan saja. Saat ini perkakas kerja saya adalah laptop, sambungan telepon dan internet, printer (jika harus mencetak), meja, kursi dan lampu meja. Mana peralatan elektronis yang tidak dibutuhkan dimatikan, jangan dibiarkan &#8216;stand by&#8217;.</p>
<p>Cukup mudah dan praktis kan mempraktikkan &#8216;going green&#8217; dalam dunia kerja? <img src='http://suryosumarto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

