Cara Mudah Menemukan Profesi dan Karir Idaman

Pada bagian akhir dari tulisan yang lalu sempat disinggung mengenai bagaimana cara sampai akhirnya saya bisa menemukan profesi yang sesuai dengan minat dan bakat saya. Dalam tulisan kali ini, saya akan coba membahas secara sepintas assesment tools yang pernah saya pergunakan dan memiliki peranan penting dalam menemukan profesi yang paling mendekati minat dan bakat saya.

Sebagai gambaran, sebelum akhirnya menjadi headhunter, saya ini dulu termasuk orang yang tidak jelas cita-citanya (dalam arti yang sesungguhnya). Setelah lulus kuliah saya pernah bekerja sebagai corporate lawyer selama kurang lebih 2,5 tahun, kemudian pernah bekerja sebagai business owner sekitar 5 tahun, lalu setelah itu pernah pula bekerja untuk mengurus B2B sales kurang lebih selama 6 bulan.

Continue reading

Top 3 Questions Asked via Email in 2008

Beberapa hari yang lalu saya menyortir kembali ribuan email yang ada di inbox aplikasi email saya (Mozilla Thunderbird) dan menghapus email-email yang saya rasa sudah tidak diperlukan lagi.

Dari kegiatan menyortir itu saya berkesempatan membaca kembali puluhan email yang dikirimkan oleh rekan-rekan yang sudi meluangkan waktu untuk membaca blog saya ini, dan dari sekian banyak email tersebut (dimana sebagian besar berkonsultasi masalah pekerjaan), saya kemudian berusaha memilah pertanyaan-pertanyaan yang paling sering diajukan sejak saya meluncurkan blog ini pada bulan April 2008 yang lalu (berikut dengan jawaban saya).

Hasilnya… inilah Top 3 Questions Asked via Email in 2008:

Continue reading

Gambaran Dunia Kerja di Tahun 2009

Sudah hampir 24 jam kita melangkah memasuki hari pertama di tahun baru 2009. Apa rencana anda di tahun ini? Saya yakin banyak diantara anda yang sudah membuat resolusi baru yang berkaitan dengan rencana kehidupan anda setahun kedepan seiring dengan pergantian tahun.

Nah, bukan bermaksud mengikuti atau meniru kebiasaan banyak acara infotainment di televisi setiap tahun baru — yang paling senang meminta gambaran kehidupan artis dari para peramal kondang — kalau pada hari pertama di tahun 2009 ini saya juga ingin berbagi dengan anda mengenai gambaran dunia kerja di tahun 2009 dari kacamata saya yang kebetulan banyak berhubungan dengan berbagai perusahaan lokal maupun multinasional menyangkut soal ketenagakerjaan.

Continue reading

Dilema Karir: Generalis vs Spesialis

Salah satu pembaca blog saya, Mas Elnofian, beberapa waktu yang lalu pernah menanyakan, kira-kira dalam kondisi seperti sekarang ini manakah yang lebih menguntungkan, apakah menjadi seorang profesional dengan kompetensi yang bersifat generalis (yang cenderung lebih berorientasi pada “specific job area”) ataukah menjadi profesional dengan kompetensi yang bersifat spesialis (yang cenderung lebih berorientasi pada “specific job task”)

Sebetulnya saya juga sering mendapat pertanyaan yang sama dari banyak kawan-kawan lainnya, dan saya berpikir bahwa topik ini bisa dijadikan sebagai bahasan menarik yang mungkin bisa diambil manfaatnya.

Continue reading

5 Indikasi Anda Harus Alih Profesi

Selama lebih dari delapan tahun karir saya di dunia profesional, saya pernah dua kali merasakan bekerja pada profesi yang betul-betul kurang bisa saya nikmati karena tidak sesuai dengan minat dan bakat yang saya miliki.

Selain tidak mendapatkan kepuasan batin, bekerja pada profesi yang kurang diminati pada saat itu juga membawa dampak buruk pada aspek kehidupan saya yang lainnya, misalnya: kesehatan (baik kesehatan lahir maupun batin) dan juga mempengaruhi hubungan dengan orang lain (baik teman maupun keluarga).

Continue reading

HRD dan Kandidat: Harus Saling Respek

Pagi ini saya membaca keluh-kesah dari salah seorang member sebuah milis yang membahas mengenai berbagai isu di dunia manajemen sumber daya manusia sebagai berikut:

Dear all,

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti psikotes utk posisi baru, saya ikut tes dari pagi jam 8.30 sampai 16.30, ini membuat saya pusing & tegang karena harus berfikir keras shg stamina drop. besoknya dipanggil lagi jam 8.30 untuk interview, ternyata saya harus menunggu cukup lama, dan baru sekitar jam 14 saya menjalani interview. Kalau saya perhatikan saya ternyata tidak menunggu giliran / antri utk interview dengan pihak HRDnya, karena saya lihat orang yang menginterview saya yakni HRD dari pagi hanya ngobrol-ngobrol, sekali lagi cuma ngobrol-ngobrol diruangannya, ini kelihatan dari kaca.

Apakah memang spt itu HRD cara mengetes calon karyawan? Apakah ini adalah salah satu metode mengetes calon karyawan?

Dengan dongkol dalam hati saya berkata, “CAPEK DEH” kok tdk efisien banget gtu loh. Mental spt ini dalam suasana krisis kok masih dipakai.

Salam

XXXXXXX

Continue reading

« Previous  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ... 14 15   Next »