Peringatan “Mitoni” untuk Bisnis Rekrutmen Saya

Hari ini tanggal 4 Desember 2009 genap tujuh bulan saya menjalani pilihan karir sebagai independent recruitment consultant. Saya resmi mengundurkan diri dari kantor lama saya pada tanggal 24 April 2009 dan mulai merintis bisnis (yang diharapkan kelak bisa tumbuh menjadi bisnis konsultasi dengan standar kelas dunia) pada tanggal 4 Mei 2009, dan alhamdulillah masih eksis — malah kian berkembang pesat — sampai dengan sekarang.

Saya selalu mengumpamakan bahwa bisnis yang baru mulai dirintis itu adalah seperti halnya seorang bayi, hanya bedanya saya menganggap bahwa bisnis yang saya tekuni selama tujuh bulan terakhir ini sebetulnya adalah bayi yang masih ada dalam kandungan ibunya. Nah, sebagai orang Jawa yang masih percaya tradisi kejawen, hari ini saya berniat mengadakan upacara mitoni untuk bisnis saya.

Continue reading

Follow-up untuk Artikel Saya Sebelumnya

Di luar dugaan, saya menerima banyak sekali respon melalui email untuk menanggapi artikel yang saya tulis sebelumnya. Rata-rata email tersebut melampirkan CV dan meminta bantuan saya untuk melakukan review.

Karena kebetulan hari ini tidak memiliki banyak waktu untuk menulis, saya mencoba membuat rekaman untuk mem-follow up tulisan saya sebelumnya tersebut. Hasilnya adalah podcast yang bisa didengarkan dibawah ini.

Continue reading

Technical Competencies dalam CV

Untuk anda yang memiliki latar belakang profesi di bidang teknik atau profesi lain yang memerlukan specific skills, kadang sering timbul pertanyaan, “Seberapa penting sebetulnya mencantumkan technical competencies dalam CV?”

Pertanyaan ini sering timbul karena bila mencantumkan technical competencies dalam CV, dikuatirkan CV akan menjadi terlalu panjang. Sebaliknya bila tidak mencantumkan, dikuatirkan CV kita akan langsung disingkirkan dari shortlist kandidat potensial.

Continue reading

Mengeksplorasi Ide melalui Mind Mapping

Untuk anda yang pernah membaca buku-buku karya Tony Buzan tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah “mind map” (yang merujuk kepada konsep Mind Map itu sendiri) atau “mind mapping” (yang lebih merujuk kepada proses pembuatan Mind Map).

Meskipun sudah mengetahui konsep mind map ini sejak lama, tapi sejujurnya saya sendiri baru mulai mempraktekkan kembali penggunaan konsep ini (secara serius) sejak dua minggu terakhir.

Continue reading

Telecommuting: Sebuah Solusi Alternatif yang Tak Terpikirkan Dengan Serius

Tarif tol akan naik mulai akhir bulan September 2009. Berita ini tentunya menjadi berita buruk bagi banyak pengguna jalan tol, khususnya yang sehari-hari mengendarai kendaraan pribadi dan selalu melewati ruas jalan tol yang termasuk dalam rencana kenaikan tarif tol tersebut.

Rasanya makin lengkap sudah derita orang yang bekerja di Jakarta, khususnya yang bekerja di pusat kota. Menghadapi kemacetan di pagi hari seakan menjadi menu sarapan, dan menghadapi kemacetan di sore dan malam hari seakan menjadi menu makan malam yang harus dianggap sebagai sebuah kewajaran, dan masih ditambah pula dengan biaya tinggi yang harus ditanggung untuk ongkos transportasi pulang pergi dari rumah sampai ke tempat kerja.

Continue reading

Ketika Keinginan Menjadi Employee Muncul Kembali

Bayangkan situasi seperti ini: anda merasa jenuh setelah bekerja bertahun-tahun sebagai employee. Berangkat pagi pulang malam penghasilan pun pas-pasan (setidaknya menurut pendapat anda secara subyektif). Setiap hari harus sabar menghadapi bos maupun rekan kerja yang kadang tidak jelas apa maunya. Ditambah dengan permainan office politics yang menyebabkan semua orang sepertinya mesti saling sikut untuk memenuhi agendanya masing-masing. Anda ingin pindah kerja ke perusahaan lain, tapi kuatir pada akhirnya akan menemukan hal yang sama.

Setelah menimbang-nimbang dan berdiskusi dengan keluarga, akhirnya anda mantap untuk memutuskan bahwa anda akan mengundurkan diri dari perusahaan tempat kerja anda sekarang dan melepaskan predikat employee. Anda telah memutuskan bahwa anda tidak akan mau lagi menjadi employee di masa yang akan datang dan kini berniat untuk menjadi pengusaha dan menjalani jalur self-employment.

Continue reading

Mendirikan Usaha di Indonesia itu Mudah?

Sebagai orang yang pernah memiliki perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas sebelumnya, saya adalah orang yang sangat tidak sependapat dengan judul yang saya buat sendiri diatas. Mendirikan usaha (khususnya Perseroan Terbatas) di Indonesia itu secara obyektif dapat digambarkan sebagai sebuah proses menempuh berbagai birokrasi yang sangat tidak efisien, mengesalkan, memakan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit.

Lebih membuat hati makin panas ketika menemui fakta bahwa para calon pengusaha di mata sebagian oknum pegawai pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengurus pendirian usaha, ternyata dipandang tidak lebih sebagai sasaran empuk untuk mengisi kocek pribadi melalui berbagai pungutan tak resmi dengan dalih uang lelah, uang administrasi, uang rokok dan sejuta istilah ‘halus’ lainnya yang mereka ciptakan sendiri (untuk satu hal ini mereka bisa jadi sangat kreatif dan imajinatif).

Continue reading

« Previous  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ... 14 15   Next »