Kalau suatu hari ada seekor seorang headhunter yang menghubungi saya melalui telepon dan menawarkan posisi di perusahaan kliennya, kira-kira apa yang harus dilakukan? Apakah saya harus selalu mengiyakan tawaran yang datang atau bolehkah saya menolaknya?
Pertanyaan sejenis sering diajukan kepada saya oleh teman-teman lama yang baru menyadari dan mengetahui kalau saya sekarang “menjelma” menjadi seorang headhunter (gadungan).
Sebetulnya jawaban pertanyaan diatas sederhana, anda boleh mengiyakan atau boleh juga menolaknya. Nah, tinggal sekarang anda harus tahu persis berdasarkan pertimbangan apa anda mengiyakan, dan berdasarkan pertimbangan apa pula anda menolaknya, karena tidak ada yang lebih membuat headhunter menjadi bete abis kalau si kandidat mendadak plin-plan… pada awalnya sudah mengiyakan tapi kemudian ditengah proses malah memutuskan untuk mengundurkan diri dari nominasinya.