Tutorial Membuat CV yang "Menjual" (Bag. I): Menanamkan Pola Pikir Baru

Kalau anda suatu ketika melihat sebuah iklan lowongan kerja yang anda minati dan anda harus membuat sebuah CV yang bisa menunjukkan seluruh kemampuan terbaik yang anda miliki serta meyakinkan pihak recruiter (baik itu headhunter ataupun staf HRD) bahwa anda adalah kandidat yang memang layak untuk dipertimbangkan, kira-kira apa yang ada dalam pikiran anda?

Seringkali yang terjadi ketika kita berniat untuk membuat CV, yang ada dalam pikiran kita adalah memaparkan segala sesuatu yang dirasa penting bagi kita tanpa memperhatikan apakah sesuatu yang kita rasa penting itu memiliki relevansi dengan pekerjaan yang kita lamar atau tidak.

Continue reading

Kemudahan-kemudahan dalam Hidup Seorang Headhunter

Saya tidak tahu ini ada hubungannya atau tidak, tapi sejak saya mulai menulis blog ini rasanya saya makin sibuk di kantor. Kalau awalnya saya sempat kesulitan mendapatkan klien, sekarang justru klien yang mendatangi saya.

Saya masih meyakini kalau ini terjadi bukan akibat secara langsung dari blog, tapi lebih ke arah kemudahan yang diberikan Allah SWT. Bayangkan saja, saya dulu pernah menawarkan jasa executive search ke satu perusahaan dan ditolak mentah-mentah karena biaya yang dipatok dirasa terlalu mahal dibandingkan jasa sejenis lainnya.

Karena saya termasuk orang yang sangat easy going, saya waktu itu tidak terlalu ambil pusing. Nah, tanpa diduga dan tanpa disangka, tiba-tiba dua minggu yang lalu HR Manager perusahaan tersebut menghubungi saya dan minta bantuan melakukan executive search untuk C-level position.

Continue reading

Coming Soon: Tutorial Membuat CV yang "Menjual"

Dari pengalaman membaca puluhan CV setiap harinya, saya sedikit banyak jadi memahami format penyusunan CV seperti apa yang efektif dalam “menjual” kemampuan pemiliknya dan CV seperti apa yang akhirnya akan saya hapus.

Sebetulnya kalau mau bicara terus terang, tidak ada yang namanya cara menyusun CV yang benar, sedari awal saya selalu menyebutnya dengan cara menyusun CV yang “menjual”, sehingga dengan membacanya dalam waktu kurang dari 10 detik, pihak recruiter (apakah itu headhunter ataupun orang HRD) bisa segera memutuskan untuk men-shortlist anda.

Bicara soal cara membuat CV yang “menjual” ini, sampai sekarang sudah banyak sekali saya menerima email yang meminta saya untuk membahasnya dengan lebih detail lagi, karena ternyata banyak yang penasaran sebetulnya CV yang “menjual” itu contohnya seperti bagaimana.

Continue reading

Silakan Berkonsultasi… Gratis!

Alasan utama saya membuat blog ini jelas bukan untuk show-off, menunjukkan pada semua orang kalau saya headhunter handal. Saya sekarang ini merasa belum apa-apa, masih jauh dari kategori expert, apalagi kalau dibandingkan dengan orang yang membuat saya pertama kali mengenal istilah “headhunter” pada sekitar pertengahan tahun 90-an, Pak Pri Notowidigdo.

Saya membuat blog ini karena saya ingin berbagi cerita dan pengalaman yang mungkin berguna dan bermanfaat untuk orang lain dari kacamata seorang headhunter, karena saya sadar belum tentu semua orang bisa mendapat kesempatan untuk menerima panggilan telepon dari headhunter dan kemudian berdiskusi panjang lebar mengenai karirnya.

Tapi di sisi lain, belum tentu juga semua artikel atau posting yang saya tulis disini bisa 100% diterapkan pada situasi dan kondisi yang anda hadapi. Oleh karena itulah saya membuka kesempatan untuk berdiskusi dengan anda yang mungkin membutuhkan saran atau masukan mengenai soal karir.

Continue reading

"Fatamorgana" pada Proses Rekrutmen

Saya sering mendengar cerita di luar sana mengenai beberapa perusahaan (untungnya tidak ada satu pun yang merupakan klien saya) yang berupaya dengan segala cara untuk merekrut kandidat terbaik guna mengisi satu posisi tertentu di perusahaannya.

Tidak hanya fasilitas dan gaji menggiurkan yang ditawarkan, tapi juga banyak janji benefits lain yang akan diterima oleh si kandidat asalkan dia mau bergabung ke perusahaan tersebut.

Setelah kandidat tersebut menerima tawaran bergabung dan mulai bekerja, ternyata kemudian banyak janji-janji yang disebutkan diawal pada proses rekrutmennya tidak sesuai dengan kenyataan. Meski mungkin tidak terlalu sering terjadi, tapi saya menyebut hal seperti ini sebagai sebuah “fatamorgana” pada proses rekrutmen.

Continue reading

Perlukah Fresh Graduates Mengirimkan CV ke Headhunter?

Beberapa kali saya menerima kiriman CV dari lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja, alias fresh graduates, dan kebetulan pula beberapa minggu yang lalu saya pernah mendapat pertanyaan melalui email yang intinya serupa dengan judul diatas.

Karena waktu itu belum sempat memberikan jawaban, maka kali ini waktunya bagi saya memberikan jawaban untuk pertanyaan tersebut. Jawabannya adalah tidak perlu!

Bukannya bermaksud sombong atau pilih kasih, tapi ada dua alasan kuat kenapa fresh graduates tidak perlu mengirimkan CV kepada headhunter:

Continue reading

Korelasi antara Technical Skill dan Communication / Interpersonal Skill

Meskipun tidak bisa dijadikan sebagai pegangan, dan sama sekali tidak ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk mendukung pendapat saya, tapi selama ini saya mengamati ada satu kecenderungan menarik diantara para kandidat yang pernah saya wawancarai untuk menempati posisi di perusahaan klien, khususnya untuk posisi di bidang-bidang ini: engineer, keuangan, pajak, dan programmer.

Kecenderungan itu secara dangkal dilihat dari dua faktor yang selalu saya perhatikan dengan seksama dari wawancara ataupun dari apa yang tercantum dalam CV atau resume si kandidat, yaitu faktor technical skill dan faktor communication atau interpersonal skill.

Continue reading