Metode Ampuh Menambah Relasi Melalui Social Network – Tanpa Pernah Ditolak!

Ketika saya baru pertama kali membuat account Linkedin sekitar setahun yang lalu, yang ada di kepala saya saat itu hanya satu: berusaha untuk menjalin hubungan dengan sebanyak mungkin profesional dari berbagai latar belakang industri dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Ketika itu saya rajin meng-add dan meng-invite para profesional untuk mau bergabung dalam network saya. Setiap harinya tidak kurang dari 15 profesional yang saya add dan invite, dengan harapan dalam waktu hanya kurang dari enam bulan sejak account Linkedin saya aktif, saya sudah memiliki setidaknya 500 profesional yang tergabung dalam network saya.

Tapi yang terjadi kemudian justru kebalikannya, dalam waktu kurang dari sebulan sejak account saya aktif, saya justru merasakan di-banned oleh Linkedin tanpa saya ketahui sebabnya.

Ketika ditelusuri lebih lanjut, ternyata penyebabnya adalah beberapa profesional yang saya add dan invite membalas add dan invite tersebut bukan dengan mengklik tombol “Accept” melainkan dengan mengklik tombol “I don’t know Haryo”

Saya akui, saya memang tidak mengenal mereka secara pribadi sebelumnya, jadi wajar kalau kemudian mereka membalas dengan mengklik tombol yang tidak seharusnya, dengan konsekuensi lanjutan dimana account saya sempat di-banned oleh Linkedin (mungkin karena disangka berniat menjadi spammer).

Setelah memberikan klarifikasi kepada Linkedin, account saya akhirnya bisa aktif kembali dalam waktu singkat, dan sejak saat itu juga saya melakukan pendekatan yang berbeda untuk meng-add dan meng-invite siapapun yang ada di Linkedin dengan tingkat kesuksesan 100% — alias tidak pernah sekalipun ditolak.

Inilah metode ampuh versi saya (yang juga bisa anda terapkan) ketika ingin menjalin network dengan profesional yang belum dikenal sebelumnya:

1. Jangan pernah menggunakan kalimat perkenalan standar.

Untuk anda yang punya account Linkedin, pasti familiar dengan kalimat perkenalan standar, “I’d like to add you to my professional network on LinkedIn.” atau (ini yang lebih parah), “Since you’re the person I trust, I’d like to add you to my professional network on LinkedIn.”

Jangan pernah sesekali menggunakan kalimat-kalimat tersebut secara apa adanya bila ingin meng-add atau meng-invite profesional di Linkedin!

Hampir semua orang sekarang malah menjadi sebal ketika menerima pemberitahuan dari Linkedin dengan kalimat-kalimat standar seperti itu. Kemungkinan terburuknya adalah mereka akan menekan tombol “I don’t know you”

2. Usahakan menyebut nama.

Untuk memberikan kesan yang lebih personal, jangan ragu untuk menyebut nama si profesional tersebut dalam kalimat perkenalan. Kalau profesional itu orang Indonesia, sapalah dengan sebutan Pak atau Ibu atau Mbak — diikuti dengan nama depannya.

Atau kalau bukan berasal dari Indonesia, sapalah dengan Mr. atau Ms. — kemudian diikuti dengan nama belakangnya.

3. Jangan lupa memperkenalkan diri.

Ini sebetulnya etika yang harus selalu diingat ketika berhubungan dengan orang baru, tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari secara offline, tapi juga dalam kehidupan sehari-sehari ketika kita online — karena bukan berarti ketika kita tidak bertatap muka secara langsung lalu anda menganggap tidak ada gunanya memperkenalkan diri.

Saya yakin 90% orang yang meng-add dan meng-invite profesional lain di Linkedin hampir tidak pernah memperkenalkan terlebih dulu siapa dirinya. Sehingga kalau diistilahkan dalam bahasa Jerman-nya: koyo wong ora ngerti toto kromo wae

4. Berikan alasan spesifik.

Anda ingin tahu kenapa kalimat perkenalan standar seperti tersebut pada nomor 1 diatas tidak efektif? Karena menurut saya kedua kalimat tersebut tidak memberikan satu alasan spesifik mengapa anda meng-add atau meng-invite si profesional ini untuk bergabung kedalam network anda.

Untuk meng-add atau meng-invite profesional yang belum pernah anda kenal sebelumnya, anda harus menyebutkan alasan khusus yang membuat si profesional tersebut mau bergabung dengan network anda.

Sepertinya rumit, tapi sebetulnya metode ini sederhana sekali dalam pelaksanaannya.

Saya berikan contoh screenshot perkenalan di Linkedin yang saya kirimkan di bawah ini. Kita asumsikan saya akan meng-add atau meng-invite Steven Doe, orang Kanada yang menjabat sebagai Chief Financial Officer pada PT Maju Tak Gentar, sebuah perusahaan PMA yang bergerak di bidang manufaktur alat-alat pertambangan.

Linkedin

Tidak serumit yang dibayangkan, tapi sangat efektif untuk menambah relasi melalui berbagai situs social network, tanpa pernah sekalipun ditolak — karena memang tidak ada alasan yang cukup kuat untuk menolak anda.

Metode ini tidak hanya bisa diterapkan di Linkedin, tapi bisa juga anda terapkan di Facebook — dengan gaya bahasa yang bisa sedikit lebih informal tentunya.

Selamat ber-network ria!

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin

3 thoughts on “Metode Ampuh Menambah Relasi Melalui Social Network – Tanpa Pernah Ditolak!

  1. Risnandar

    terimakasih banyak sharing informasinya, saat ini saya baru mau coba membuat account di linkedin. karena itu informasi ini berguna bagi saya yang masih newbie. terus terang bahasa inggris saya belum jago..jadi contoh diatas sangat membantu. thx

    [Reply]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *