Menyambung tulisan saya terdahulu yang ditulis tanggal 7 Juni 2008 berjudul “Perlukah Menyertakan Cover Letter?” Kali ini saya akan membahas secara singkat bagaimana caranya mengirimkan CV ke perusahaan yang anda tuju melalui email disertai dengan cover letter.
Namun berbeda dengan praktek yang selama ini banyak diterapkan oleh para kandidat di Indonesia dimana cover letter dilampirkan sebagai attachment tersendiri (bersama dengan CV), saya akan menunjukkan bagaimana caranya menulis cover letter sebagai isi email.
Menulis cover letter pada email ini sedikit banyak memang beresiko, karena bila anda tidak mengetahui bagaimana caranya menulis dengan teknik yang efektif dan efisien, salah-salah email anda malah akan dihapus karena dianggap cuma membuang waktu si recruiter.
Sebagai contoh untuk memperjelas apa yang saya maksudkan, silakan anda baca iklan lowongan kerja yang saya pasang beberapa waktu yang lalu di JobsDB.com
![]()
Dari iklan diatas, saya menerima cover letter yang ditulis pada email sebagai berikut:
![]()
Nah, yang menjadi masalah adalah isi dari cover letter tersebut merupakan format standar dari JobsDB.com, which is not good because it’s totally pointless.
Lalu bagaimanakah bentuk cover letter pada email yang formatnya bisa disarankan?
Silakan lihat contoh cover letter pada email dibawah ini:
![]()
Nah, sekarang mari kita bahas satu-persatu kenapa cover letter ini efektif, efisien dan mau tidak mau membuat si recruiter tergerak untuk membaca CV yang dilampirkan secara lebih detail.
1. Email Subject. Secara jelas menyebutkan posisi yang dilamar beserta dengan pengalaman relevan yang dimiliki. Dengan email subject seperti ini, si recruiter pasti langsung tertarik untuk membaca lebih rinci isi dari email tersebut.
2. Body of Email. Anda perhatikan dari total empat paragraf yang tersusun, tidak ada satu paragraf pun yang ditulis lebih dari tiga baris. Cover letter pada email harus diusahakan singkat dan padat. Ingat, email anda hanya akan dibaca tidak lebih dari sepuluh detik.
3. Relevant Experience. Supaya tepat sasaran, tuliskan relevant experience kedalam cover letter yang dituliskan pada email anda. Silakan dilihat kembali paragraf 2 dan paragraf 3 pada contoh cover letter tersebut, lalu anda baca job requirement pada contoh iklan diatas. Paragraf 2 dan paragraf 3 secara tepat sasaran menyebutkan critical requirements yang dicari oleh si recruiter.
Menulis cover letter pada email sebetulnya tidak sulit. Kesulitan akan dialami kalau anda memaksakan diri untuk mengirimkan lamaran kerja untuk posisi yang tidak sesuai dengan kualifikasi anda.
Perlu diingat juga bahwa setiap langkah akan menentukan apakah lamaran anda akan diproses atau tidak. Dimulai dari email subject -> body of email -> relevant experience -> CV read.
Ketika email subject anda tidak memancing perhatian si recruiter dalam artian yang positif, jangan salahkan kalau email anda mungkin terlewat untuk dibaca.
Itulah pula sebabnya kenapa dari dulu saya selalu menekankan betapa pentingnya untuk “sadar diri” dengan hanya mengirimkan CV anda untuk melamar posisi yang minimal memenuhi 90% dari seluruh kualifikasi yang anda miliki.
Semoga tulisan singkat ini bermanfaat dan selamat menikmati libur long weekend untuk anda semua. Sebagai warga negara yang baik, jangan lupa juga untuk menggunakan hak pilih anda dalam Pemilu 2009 ya…
Mustinya saya baca dulu ini ya sebelum ngedrop CV.
Pelajaran juga, supaya dipikir dulu ya, gak asal drap-drop-drap-drop.
Matur suwon mas Haryo, atas tipsnya.
–
Sami-sami, Mas Mujoko.
[Reply]
Pingback: Berbagi Hasil Konsultasi (Jumat, 12 Juni 2009) | Haryo Utomo Suryosumarto
boleh minta bentuk CV via emailnya fullnya ya…
tolong kirim ke emai saja…
cz bingung neh g da contoh yang jelas… jadi tidak ada bayangan sama sekli buat bentuk CV via emailnya
–
Wahyulie, coba dibaca lagi judul artikelnya dengan lebih seksama, “Menulis Cover Letter pada Email”, bukan “Menulis CV pada Email”
Saya tidak pernah sekalipun mengajarkan atau menganjurkan menulis CV sebagai isi email. Bagaimanapun juga CV harus dibuat dalam dokumen tersendiri (boleh file MS Word atau PDF) yang dilampirkan sebagai attachment dalam email.
Bagaimana menulis isi dari email dengan lampiran CV itulah yang saya ajarkan disini. Bisa dipahami kan?
[Reply]
Bos,
Ini saran dr pribadi dr anda atau pendapat Recruiter (HRD) pada umumnya?
Thx
—
Saran pribadi dari saya, yang sehari-hari berprofesi sebagai recruitment consultant dan selalu menerima tidak kurang dari 50 job applications setiap harinya.
[Reply]
Sudah hampir 2 tahun saya memakai situs job boards yg ada di internet, tapi sedikitpun saya tidak tertarik untuk mengisi cover letter pada lamaran saya. Saya biasanya langsung menekan tombol “Apply Now/Quick Apply”,sehingga yg terkirim cuma CV saya saja.
Sekalian mau nanya nih mas..
Cover Letter biasanya saya sertakan bila mengirim lamaran lgsng ke link HRD perusahaan (dgn subjek posisi yang dibutuhkan), tapi untuk CV-nya saya attach. Apakah itu sdh benar mas..?
Tidak lupa,,saya berterima kasih atas informasi ini.
Salam.
[Reply]
`oh ia pak saya mengerti, saya hanya kurang ilmu, saya kira CV itu juga dimasukkan dalam isi email ternyata hanya di lampirkan
[Reply]
pak haryo, bila melihat kasus diatas, pada iklannya kan diminta current dan expected salary, tapi di contoh yang kedua tidak disebutkan pada cover letter.
-apa sebaiknya memang tidak disebutkan walau diminta?
-kalau harus disebutkan, diletakkan di cover letter atau cv?
-dan bagaimana cara menuliskan current&expected salary agar tidak terkesan terlalu tinggi atau terlalu rendah?
thanks sebelumnya
[Reply]
Haryo reply:
March 4th, 2010 at 4:14 pm
Kalau diminta menyebutkan current dan expected salary, selalu sebutkan di bagian paling akhir / paling bawah dari CV. Kalau mau ambil jalan aman, cantumkan saja current salary-nya, sementara untuk expected salary cukup cantumkan “Negotiable”
[Reply]
Good Blog pak,
Kalo Personal Details hendak di cantumkan, lebih baik di cantumkan di Bagian akhir CV atau bagian awal .
jumlah halaman CV lebih dari 2 hal apakah efektif ?
Wijaya99@gmail.com
[Reply]
Hmm… jadi mau melamar kerja di Indonesia harus percaya diri menampilkan kelebihan gitu.
Takutnya sih karena budaya kita kurang mendorong orang untuk menonjolkan kelebihan seperti itu jadinya dicap sombong…
[Reply]
Haryo reply:
April 19th, 2010 at 8:56 am
Justru sebaliknya, tidak menonjolkan kelebihan yang dimiliki (yang sesuai dengan job requirements) akan membuat dokumen lamaran kerja kita tidak ada bedanya dengan ratusan atau ribuan pelamar lainnya. Malah merugikan diri sendiri, kan?
[Reply]
mau tny karena saya masi awam dalam hal mengirim lamaran lewat email.
apa saja yg d attach??
apa surat lamaran juga d attach bersama CV?
makasih
[Reply]
Haryo reply:
May 21st, 2010 at 8:24 am
Surat lamaran itu istilah lainnya cover letter.
[Reply]
menyambung pertanyaan mas Willy yg blum dijawab, apakah CV lbh dari 2 lbr itu efektif? Terus, kira2 CV seperti apa yang paling membuat HRD tertarik utk memfollow up? Thx.
[Reply]
Makasih banyak Pak atas pelajarannya.. (d)(^^)(b)
[Reply]
jadi pilihan yang tepat bila tidak ingin melampirkan cover letter di e-mail yang baik itu kita attach sendiri dalam format sendiri bersama resume kita, dan meninggal kan isi e-mail kita kosong atau bagaimana pak…
thanks
[Reply]
terimakasih atas didikannya pak.. gbu
[Reply]
makasi mas..nambah ilmunya saya nih,..moga2 dapet kerja lagi
[Reply]