Sedikit klarifikasi yang ditujukan kepada beberapa diantara teman-teman yang mungkin belum memahami secara utuh cara kerja seorang headhunter.
- Headhunter pada prinsipnya tidak pernah bekerja untuk kandidat. Jadi jangan harap teman-teman mengirim CV ke saya lalu berusaha menelepon dan kemudian meminta saya untuk mencarikan pekerjaan yang sesuai. Cara kerja headhunter sama sekali bukan seperti itu!
- Headhunter bekerja atas permintaan dari klien (yang dalam hal ini adalah perusahaan-perusahaan) untuk mencari atau merekrut kandidat untuk mengisi satu atau lebih posisi lowong di perusahaannya — kebanyakan rekrutmen yang saya lakukan adalah untuk posisi middle level management atau senior level management.
- Ketika headhunter pada akhirnya berhasil merekrut kandidat untuk mengisi posisi lowong di perusahaan kliennya, headhunter tidak akan menagihkan pembayaran atau mengirimkan invoice kepada kandidat. Headhunter hanya akan menagihkan pembayaran kepada pihak klien, sesuai dengan besaran jumlah yang telah disepakati diawal negosiasi dan kemudian dituangkan dalam terms of business yang ditandatangani bersama.
Kurang lebih demikian. Ada yang ingin ditanyakan, atau ada yang mau menambahkan?
Bagaimana supaya headhunter melihat kita supaya kita dibajak pak
thanks
[Reply]
Pak Dedy, silakan dibaca artikel saya yang lain: 5 Cara Mudah Supaya Headhunter Menemukan Anda
[Reply]
Pingback: Top 3 Questions Asked via Email in 2008 | suryosumarto.com
Pak Tomi, kategori middle level management atau senior level management itu apakah untuk posisi manager ke atas ?
[Reply]
sama sperti pertanyaan mbak Shinta diatas pak, middle level management itu batasnya sperti apa? krn sy pernah 6 bln jd manager tp di perusahaan baru&skala kecil, apakah termasuk middle level management?
[Reply]
Haryo reply:
March 4th, 2010 at 4:11 pm
Terlepas dari skala perusahaan, yang dimaksud middle level management itu mencakup posisi Supervisor, Superintendent, Assistant Manager, Junior Manager dan job title lain yang kurang lebih sama maksudnya. Senior level management mencakup posisi Senior Manager, General Manager, Associate Director, AVP, dsb. Nah, diatasnya lagi Top Level Management, ini sudah di level VP, Director, C-level positions, dsb.
Skala perusahaan baru menjadi pertimbangan ketika mencari orang yang tepat untuk posisi tertentu. Asumsinya, senior level people bisa menempati top level positions kalau dia berasal dari perusahaan besar dan akan pindah ke perusahaan kecil. Sebaliknya, top level people bisa saja “turun pangkat” menempati senior level positions kalau dia berasal dari perusahaan kecil/menengah dan ingin pindah ke perusahaan yang jauh lebih besar.
[Reply]
Pak, Headhunter ini seperti outsourcing / tidak yach pak? thanks
[Reply]
Haryo reply:
July 22nd, 2010 at 12:29 pm
Sama sekali beda. Kalau outsourcing, si kandidat terdaftar sebagai pegawai di perusahaan outsourcing dan dibayar oleh perusahaan outsourcing, tapi kemudian dipekerjakan di perusahaan lain yang menjadi klien perusahaan outsourcing tersebut.
Kalau headhunter itu ibaratnya “matchmaker” yang menerima order dari perusahaan klien untuk mencarikan kandidat yang tepat untuk menempati satu posisi di perusahaan klien. Si kandidat nantinya kemudian akan dipekerjakan sebagai pegawai tetap di perusahaan klien dan juga akan dibayar secara langsung oleh perusahaan klien. Kandidat tidak perlu membayar biaya apapun ke headhunter, karena hubungan bisnis yang terjadi adalah antara headhunter dan perusahaan klien, jadi semua pembayaran akan dibebankan kepada perusahaan klien.
[Reply]
Saya pernah baca di kantor salah satu headhunter :
“we are here to NOT to find job for people, but to find people for job”
[Reply]
Haryo reply:
July 26th, 2010 at 10:15 am
Sepakat, Pak Purnomo. Kalau di perusahaan kami, “We only work on behalf of the employers who are looking for the employees, not the other way around.”
[Reply]