10 Kesalahan Fatal dalam Mengirimkan Dokumen Lamaran Kerja Melalui JobsDB

Sejak kurang lebih dua minggu terakhir, saya melakukan eksperimen dengan mengiklankan beberapa posisi lowong di beberapa perusahaan klien saya melalui JobsDB, yang notabene sudah dikenal sebagai website paling populer di mata para job seekers.

Meskipun sejak awal bekerja di industri rekrutmen saya sudah menyadari bahwa beriklan di JobsDB ataupun job boards lainnya memerlukan kesabaran yang tinggi untuk menemukan kandidat yang tepat, tapi sampai hari ini terus terang saya masih saja takjub memperhatikan betapa cerobohnya banyak kandidat dalam mengirimkan dokumen lamaran kerja.

Saya mencoba mengumpulkan 10 kesalahan paling fatal yang umum saya temukan dari para kandidat yang mengirimkan aplikasi melalui JobsDB, yang tidak hanya memperkecil kemungkinan dimasukkan kedalam shortlist, tapi lebih parahnya… membuat aplikasi anda akan langsung dibuang atau dihapus.

10. Menggunakan cover letter standar

Saya pernah membahasnya disini, silakan dibaca kembali dan rasanya tidak perlu dijelaskan lebih lanjut.

9. Cover letter yang terlalu panjang

Intinya, buatlah cover letter yang singkat dan mengena pada sasaran. Usahakan orang bisa membacanya dalam waktu hanya 5 detik untuk mendapatkan gambaran singkat mengenai kualifikasi dan kompetensi anda. Ini erat kaitannya dengan nomor 10 diatas.

8. Mengirimkan dokumen lamaran kerja ke alamat email selain yang tercantum

Ini betul-betul terjadi dan baru saya temukan kali ini. Seorang kandidat mengirimkan dokumen lamaran kerja yang saya iklankan di JobsDB ke alamat email yang hanya saya pergunakan untuk administrasi RSS di Feedburner. Saya dengan senang hati memberikan poin 10 kepada kandidat ini untuk kemampuan business intelligence, tapi poin 0 untuk kemampuan mematuhi instruksi tertulis.

7. Mengirimkan CV standar

Saya bisa sangat memahami bahwa menyesuaikan dan mengubah CV anda untuk setiap posisi yang anda lamar bukan merupakan perkara mudah, justru sebaliknya sangat merepotkan dan memakan waktu. Saya beritahu satu rahasia, kalau anda tidak mau bersusah-payah menyesuaikan CV anda dengan job requirements untuk setiap posisi, maka hiring manager atau stafnya juga tidak akan mau bersusah-payah membacanya lebih lanjut. Tombol DEL pada keyboard akan menjadi pilihan yang lebih menarik.

6. Mengirimkan dokumen lamaran kerja dengan data kadaluarsa

Tidak ada yang lebih menjengkelkan ketika akhirnya bisa menemukan CV dari seorang kandidat yang memenuhi semua job requirements, tapi ketika coba dihubungi ternyata nomor hp-nya sudah tidak aktif atau alamat emailnya bouncing.

5. Mengirimkan dokumen lamaran kerja dengan attachment 5 MB

Ketika anda melampirkan semua sertifikat yang anda miliki sebagai bagian dari dokumen lamaran kerja yang anda kirimkan, bukan berarti itu akan membuat dokumen anda akan masuk kedalam shortlist, tapi kemungkinan besar justru membuatnya makin cepat masuk kedalam Trash folder.

4. Mengirimkan dokumen lamaran kerja tanpa membaca job requirements

Saya sering tidak habis pikir bagaimana mungkin orang yang hanya paham menggunakan MS Office sebagai end-user dan bukan berlatar belakang pendidikan IT tetapi dengan sangat pede mengirimkan lamaran untuk posisi Software Engineer?

3. Mengirimkan dokumen lamaran kerja melalui Batch Apply

Di JobsDB ada fasilitas Batch Apply, dimana seorang kandidat bisa mengirimkan dokumen lamaran kerja ke banyak lowongan kerja yang diiklankan secara sekaligus, cukup dengan mengklik satu tombol saja. Ini tentunya menjadi salah satu alasan kenapa kesalahan nomor 4 diatas makin sering terjadi. Akan tetapi di mata hiring manager ataupun stafnya, Batch Apply kurang lebih bisa disamakan seperti Spam Apply.

2. Mengirimkan dokumen lamaran kerja asal-asalan

Saya sangat sering menerima dokumen lamaran kerja yang seakan-akan dibuat secara asal-asalan. Penuh dengan kesalahan ejaan, tidak informatif, dan lebih menonjolkan prestasi sekolah atau prestasi lain yang tidak relevan dibandingkan pengalaman kerjanya. Tidak jelas inti dan tujuan dari dokumen tersebut apa. Tiap kali menerima dokumen semacam itu, saya hanya perlu waktu 3 detik untuk menekan tombol DEL.

1. Mengirimkan dokumen lamaran kerja salah sambung

Kesalahan paling fatal yang saya temui dan membuat saya hanya perlu waktu sekitar 1 detik (maksimal 2 detik) untuk menekan tombol DEL adalah mengirimkan yang saya sebut sebagai dokumen kerja salah sambung.

Para kandidat yang mengirimkan dokumen lamaran kerja untuk lowongan yang diiklankan oleh PT DEL Jaya untuk posisi Penghapus Dokumen, tapi pada dokumen lamaran kerjanya mencantumkan bahwa aplikasi ini ditujukan kepada PT Salah Sambung untuk posisi Penjaga Telepon tidak akan pernah bisa berharap bahwa saya akan membaca melewati tiga kalimat.

———

Pesan yang ingin saya sampaikan dari tulisan ini sebetulnya sangat sederhana. Kalau anda memang menginginkan sebuah pekerjaan di tempat baru yang lebih baik dari tempat kerja anda sekarang, curahkan waktu dan tenaga untuk mempersiapkan secara serius aplikasi atau dokumen lamaran kerja yang betul-betul profesional.

Perhatikan job requirements yang diminta, kualifikasi yang dibutuhkan, dan perhatikan pula dengan seksama ketentuan penggunaan bahasa yang pernah disinggung dalam salah satu artikel saya tahun lalu.

Saya pribadi sangat tidak sependapat dengan opini yang menyatakan bahwa mencari kerja itu sebetulnya hanyalah Numbers Game. Semakin banyak mengirimkan CV maka semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan.

Justru yang terjadi sebaliknya, semakin banyak mengirimkan CV yang tidak sesuai dengan kualifikasi anda, maka akan makin sering pula anda ditolak. Makin sering anda ditolak maka akan semakin frustrasi pula anda jadinya.

Dengan mengubah persepsi anda mengenai proses mengirimkan lamaran kerja ini, saya sangat yakin bahwa anda akan semakin mudah menemukan pekerjaan yang tepat dan dengan effort yang relatif lebih ringan dibandingkan mengirim ratusan dokumen lamaran kerja kemana-mana.

Sepertinya saya cukupkan saja sampai disini, karena begitu saya mengetik kata “kemana-mana” kok mendadak saya jadi teringat Mbah Surip.

Ta’ gendong… kemana-mana…

Quote of the Day:

“Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results” by Albert Einstein

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin

106 thoughts on “10 Kesalahan Fatal dalam Mengirimkan Dokumen Lamaran Kerja Melalui JobsDB

  1. venta

    saya masih bingung, bagian mana dari CV yang harus di sesuaikan dengan job requirements, selama ini saya tidak pernah merubah CV…
    selalau sama untuk setiap perusahaan dan posisi yang saya lamar…

    [Reply]

    Reply
  2. Haryo

    Venta, kalau saya boleh tahu sudah berapa banyak anda mengirimkan lamaran pekerjaan dalam enam bulan terakhir?

    Kemudian dari keseluruhan jumlah lamaran pekerjaan yang sudah dikirimkan itu, berapa banyak yang direspon? (dipanggil untuk interview) dan berapa banyak yang tidak mendapat respon?

    Kalau rasio antara yang direspon dengan tidak direspon lebih dari 1:3 berarti ada yang salah dengan CV anda. Disitulah pentingnya menyesuaikan CV dengan job requirements.

    Akan panjang kalau mesti menjelaskannya disini, karena setiap job requirements dan setiap CV bisa disesuaikan dengan cara yang berbeda-beda, tapi sebetulnya tujuannya tetap satu: mendapatkan panggilan interview.

    [Reply]

    Reply
  3. Yohan

    Mas Haryo, saya bingung bagaimana menulis CV yang benar dari seorang fresh graduate yang betul-betulminim dengan pengalaman kerja? dengan tidak menonjolkan prestasi sekolah atau prestasi lain yang tidak relevan dibandingkan pengalaman kerjanya bagaimana saya meyakinkan pihak company terhadap kemampuan saya mas? terimakasih.

    [Reply]

    Reply
  4. ririe

    i would like to thank you.. saya silent reader mas..
    thank you karena tips ini, saya banyak dipanggil interview..and Alhamdullilah udah ditrima disalah satu company..
    thanks yah mas!

    [Reply]

    Reply
  5. Bastian

    wah artikelnya sangat informatif… ini artikel tentang menulis cv yang paling bagus yang pernah saya baca sejauh ini… termikasih Pak, akan segera saya terapkan ke cv saya πŸ™‚

    [Reply]

    Reply
  6. Rani

    Selamat siang Pak Haryo,
    Saya bekerja sebagai HRD di salah satu perusahaan di Jepag dan kebetulan Saya diberi tanggung jawab untuk membuka cabang kami di Indonesia.
    Walaupun saya lahir dan dibesarkan di Indonesia, tidak pernah sekalipun saya bekerja di Indonesia, jadi belum pernah menulis surat lamaran dalam bahasa Indonesia.
    Sempat bingung waktu menerima surat lamaran via email, mayoritas pelamarnya tidak tahu etika surat menyurat via email atau memang begini style di Indonesia? Tapi setelah membaca artikel Pak Haryo, saya jadi lega karena ternyata saya hanya menuntut sesuatu yang wajar.
    Terima kasih banyak, saya sangat setuju dengan tulisan-tulisan Pak Haryo.

    [Reply]

    Reply
  7. Liliana

    Setahu saya, lowongan di JobsDB, jobstreet dan semacamnya memang HOAX.
    Saya sudah 1 tahun mengirim ratusan lamaran melalui Jobs DB dan Jobstreet dengan kualifikasi yang sesuai dan CV yang baik tp tidak pernah ada satupun panggilan wawancara. Saya malah mendapatkan pekerjaan melalui job fair di sebuah kampus. Banyak jg teman sy yang bilang jobsdb dan jobstreet itu HOAX. Jadi, perusahaan yang posting di situ itu hanyalah sekedar posting saja, tidak serius segera memproses . Menyuruh via email atau “apply” via job street tapi mungkin yang diproses malah lamaran2 melalui pos saja (bagi yang melamar langsung tembak langsung ke kantornya, tanpa via jobs DB)

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Sebetulnya saya yakin lebih banyak lagi kawan-kawan profesional di Indonesia yang bisa memberikan testimoni bagaimana mereka mendapatkan pekerjaan baru melalui online job boards, seperti JobsDB, Karir, Jobstreet, dsb. Tapi menarik juga untuk dicermati kalau begitu banyak perusahaan (terutama dari divisi HR / recruitment) merasa bahwa saat ini rasanya makin sulit menemukan kandidat yang cocok tiap kali memasang iklan di online job boards.

    Permasalahannya, para pelamar kerja seringkali mengirimkan lamaran ke posisi yang dirasa mampu ia kerjakan meski tanpa pengalaman, padahal kebanyakan perusahaan membutuhkan kandidat yang punya pengalaman dan pernah mengerjakan apa yang akan dikerjakan nantinya di perusahaan tersebut.

      I think I can do it

    VS

      I have done it — perusahaan lebih membutuhkan kandidat “I have done it”

    [Reply]

    Reply
  8. sefti

    mas sya mau bertanya tentang mengirim lamaran lewat email
    apakah boleh saya mengirim lagi (resend) lamaran ke alamat yg sama
    soalnya sya udah mrngirim lamaran, tapi sudah bbrp bulan tdk ada panggilan
    ya dikhawatirkan email sya masuk spam, tidak terbaca, tdk sengaja ter-delete, dsb.

    terimakasih.

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Boleh, silakan kirim ulang dengan me-refer kapan lamaran tersebut sebelumnya pernah dikirimkan.

    [Reply]

    Reply
  9. adi

    Salam kenal mas Haryo, saya tidak sengaja menemukan artikel ini selagi mencari standar gaji perusahaanΒ² besar di indonesia. Artikelnya menarik dan membuat saya jadi sedikit tahu sudut pandang di sisi penerima calon karyawan. Sebelumnya mohon maaf apabila saya lancang, namun bolehkah saya bertanya/meminta saran anda selaku konsultan karir? Tidak dipungut biaya consultation fee kan? hehehe..
    Pertanyaanya sbb:
    1. Pada CV saya tercantum universitas yang pernah saya masuki cukup lama, namun statusnya tidak selesai/DO. Baiknya universitas tersebut tetap dicantumkan / tidak ya? Saya cantumkan supaya rentang waktu lulus SMA s/d awal masuk kerja tidak jadi tanda tanya bagi interviewer, walau memang akibatnya justru ditanya “Kenapa kok Drop Out ?” hehehe..
    2. Serupa dengan pertanyaan pertama, pada CV juga tercantum pengalaman kerja di tempat usaha rumahan (warnet/rtrw-net/dll setingkat SOHO) yang tidak berbadan hukum, dan tidak ada surat rekomendasinya karena memang ownernya perorangan. Apakah sebaiknya di-include/exclude sebagai pengalaman kerja ya? Mengingat kurun waktunya lumayan walau job desc-nya bukan level enterprise.
    3. Salahkah mengirim cold call letter ke perusahaan besar melalui email yg dicantumkan dalam salah satu lowongan yg nggak nyambung bidangnya? Namun subject-nya bukan untuk lowongan itu, dan dalam email juga dijelaskan maksudnya. Contoh:
    “I’ve visited your company once on a business trip and was impressed by the work environment, which encourage me to apply there. But I’ve monitored job openings from your company, yet never found a suitable position. So please archive this application for consideration should your company ever in need for an IT professional in the near future.”

    Sekian pertanyaannya, dan sekali lagi mohon maaf sekiranya lancang silahkan di delete comment ini. Terima kasih banyak. πŸ™‚

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    1. Tetap dicantumkan, dengan tanda kurung dibelakangnya (not finished)
    2. Dicantumkan saja apalagi kalau pengalaman tersebut relevan dengan posisi yang dilamar
    3. Boleh, tapi ya jangan terlalu berharap akan mendapat panggilan interview dalam waktu dekat, karena mungkin CV akan ditampung dulu di database bila memang belum ada kebutuhan posisi yang sesuai

    [Reply]

    Reply
  10. ibnu syaifuddin

    apakah boleh mengirim lamaran ke perusahaan lebih dari satu kali ?

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Boleh saja, tapi prinsipnya kalau kita yakin sudah mengirimkan lamaran sesuai dengan prosedur yang diminta untuk satu posisi, jangan kirimkan lagi dengan waktu yang berdekatan.

    [Reply]

    Reply
  11. ijax

    Slamat Pagi . .!!, Kang haryo kalau kita disuruh nuliskan salary yang diminta lewat email, dmna ya kang nuliskan salarynya disubject atw badan email ? makasih dlu kang haryo

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Kalau diminta menuliskan salary yang diminta, bisa dituliskan saja di bagian bawah CV. Jadi buat bagian khusus, misalnya Remuneration Package. Buat rincian secara detail paket remunerasi secara lengkap yang saat ini diterima, kemudian baru tuliskan berapa jumlah salary yang diminta, dan jangan lupa untuk menambahkan didalam tanda kurung — negotiable.

    [Reply]

    Reply
  12. Arum

    Artikel yang informatif dan berguna buat saya yang fresh graduate.
    Pak Haryo, ada yang ingin saya tanyakan, di salah satu lowongan kerja Jobstreet dicantumkan closing 21 Jan 2015. Tapi di status lamaran saya 5 Jan 2015 “tidak berhasil”. Apakah itu artinya lamaran saya sudah ditolak? atau terjadi kesalahan saat pengiriman lamaran?
    Kalau ditolak, apakah saya masih bisa mengirim lamaran lagi sebelum tanggal 21 Jan ?
    Saya merasa CV yang saya kirimkan kurang sesuai ( sebelum membaca artikel ini )

    Mohon pencerahannya dan terimakasih πŸ™‚

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Kalau kurang sesuai ya jangan dipaksakan untuk mengirim ulang. Lebih baik cari lowongan lain yang lebih sesuai dan jangan lupa catat kapan mengirimkan, untuk posisi apa, dan nama perusahaan yang dilamar. Semoga sukses!

    [Reply]

    Reply
  13. Arum

    Terima kasih atas masukannya Pak Haryo, sudah saya catat πŸ™‚
    Pertanyaan terakhir. Sebagai recruitment consultan, saya minta pendapat Bapak.

    Ada yang mengatakan untuk membuat CV/resume agar terlihat menarik ( seperti poster simple tapi menarik). Sopan atau tidak jika mengirimkan CV/resume tersebut ke email perusahaan?
    atau lebih baik mengirimkan dengan format yang formal.

    Matur nuwun Pak…

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Boleh-boleh saja. Cuma akan lebih baik seandainya fokus dan mencurahkan waktu serta tenaga untuk memperhatikan isi CV/resume, apakah memang sudah memberikan informasi yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh calon employer? Karena kalau desain bagus tapi isi CV/resume tidak relevan, tetap saja akan di-reject. Kalau orang Jawa bilang lebih baik “substance over style”.

    [Reply]

    Reply
  14. Hendra Apriyudi

    Assalamualaikum mas Haryo,
    pengalaman sya lbh bnyk pd dunya pendidikan, cm beberapa ada pd prusahaan swasta. dan saat ini sya ingin banting stir kerja pd prusahaan swasta yg notabene unt pningkatan ekonomi dan jenjang karir yg lbh baek, tlg saran nya, bgmn baiknya saya membuat CV atau resume yg baek agar bsa dpt dilirik oleh HRD nya… CV / resume yg sya buat slama ini saya cantumkan pngalaman kerja sbg guru nya. ltg pencerahannya mas… dan trimakasih ut jawabanya mas Haryo,

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Wa’alaikum salam, Mas Hendra. Saran saya coba tonjolkan pengalaman semasa masih bekerja di perusahaan swasta. Pengalaman sebagai guru memang tetap harus dicantumkan, tapi tidak perlu sampai detail. Akan lebih baik kalau mencoba melamar pekerjaan dengan fungsi kerja yang sama seperti dulu waktu masih bekerja di perusahaan swasta, karena itu bisa menjadi bekal untuk lebih cepat menyesuaikan diri di perusahaan baru. Semoga sukses!

    [Reply]

    Reply
  15. desi mugi rahayu

    mas haryo saya mau tanya, kalo saya mengirimkan email ke perusahaan yg sama secara berulang ulang apakah tidak apa apa?? takutnya nanti dianggap ngeledek

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Sebaiknya jangan dilakukan, karena kalau memang kita melamar satu posisi sesuai dengan pengalaman dan kualifikasi yang dimiliki, cepat atau lambat pasti akan mendapatkan panggilan untuk mengikuti proses rekrutmen ke tahapan selanjutnya. Mengirimkan lamaran berkali-kali justru akan kontraproduktif, karena seakan-akan mengirimkan spam ke perusahaan yang kita tuju.

    [Reply]

    Reply
  16. Sandy Triana

    sangat membantu sekali Pak Suryo artikelnya..

    dan saya ingin bertanya, apakah pengaruh di dalam surat lamaran kita sudah tau nama dan gender HRD nya, namun saya lupa menulis Bapak/ Ibu di belakang nama ybs?

    dan bolehkah mengirim lamaran dan cv ke perusahaan/email yang sama? tapi sebelumnya lamaran saya sudah di review dan di edit lebih baik setelah membaca artikel ini.

    terima kasih atas jawabannya, Pak Suryo.

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Kalau memang sudah tahu nama dan gender user / hiring manager / HRD, silakan ditulis nama lengkap berikut dengan salutation di cover letter-nya, misal: Bapak Raden Unyil atau Ibu Mei Mei Ipin. Kalau lupa sebetulnya tidak terlalu pengaruh, tapi siapapun pasti akan lebih memperhatikan cover letter sebuah lamaran yang menyebutkan nama user / hiring manager / HRD.

    Untuk mengirimkan lamaran atau CV ke perusahaan yang sama sebetulnya boleh saja (seperti jawaban saya ke penanya sebelumnya), tapi perhatikan bahwa lamaran atau CV itu hanya dikirim ulang karena kita merasa bahwa lowongan di perusahaan tersebut memang sesuai dengan kualifikasi kita. Dua kali mengirimkan sudah cukup, tidak perlu terlalu sering karena bisa dikira spammer.

    [Reply]

    Reply
  17. Claudia

    Malam pak,
    Saya mau bertanya. Saya baru pertama kali mengirim lamaran lewat e-mail.
    Saya tidak menulis “Lamaran kerja” pada subjek, saya kosongkan.
    Apakah besar kemungkinan e-mail saya di delete oleh perusahaan tsb?
    Terima kasih.

    [Reply]

    Reply
  18. Claudia

    Maaf pak,
    Satu lagi pertanyaan saya. Karena saya tidak menulis “Lamaran kerja” pada subjek, perlukah saya mengirim lamaran kerja kembali? Karena selain tidak menulis subjek, saya juga ada kesalah ejaan (spasi yang terlalu panjang).
    *Selisih 1 Hari…

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Silakan dikirimkan kembali. Kalau dari perusahaan yang dilamar tidak menentukan format standar untuk subject di email lamaran, sebaiknya ditulis Lamaran Kerja atau Job Application (tergantung dari bahasa yang dipakai), diikuti dengan posisi yang dilamar. Misalnya: “Lamaran Kerja – Staf Keuangan” atau “Job Application – Finance Staff”

    [Reply]

    Reply
  19. mymine

    Pak, bagaimana kalau kita melamar kerja tanpa mencamtumkan pendidikan terakhir kita? Dan kalau di interview kita jujur, apakah mereka akan mencari tahu / ingin tahu alasan tdk dicantumkannya pendidikan terakhir itu?
    Terima kasih

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Pertanyaannya sekarang dibalik, kenapa tidak mau mencantumkan pendidikan terakhir kita? Ketika kita jujur sewaktu interview pastinya interviewer akan berusaha menggali mengapa kita tidak menyampaikan kualifikasi kita yang sesungguhnya. Ada alasan tertentu kah?

    [Reply]

    Reply
  20. mine

    Pak, saya mau tanya, kalau memang saya mau bekerja sebagai lulusan SMA saja, dan tetap mencantumkan riwayat pendidikan terakhir bagaimana pak? apakah saya masih punya peluang untuk diterima?
    Mohon sarannya pak.
    Terima kasih.

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Peluang diterima kerja ditentukan tidak hanya oleh pendidikan terakhir, tapi juga ditentukan seberapa baik pengetahuan yang kita miliki pada pekerjaan yang kita lamar, pengalaman kerja yang relevan, kompetensi kerja, dan juga karakter pribadi kita. Saya sering kok menemukan lulusan STM atau SMA di industri migas / pertambangan yang mendapatkan gaji delapan digit, meski memulai karir dari level terbawah sebagai operator / teknisi.

    [Reply]

    Reply
  21. Ferry Tampubolon

    mas, saya mau tanya..
    saya punya beberapa pengalaman kerja, tapi semuanya tidak punya surat pengalaman kerja,
    apa pengalaman kerja itu bisa ditulis dalam CV juga?, karena kebetulan pengalaman kerja itu berhubungan dengan pekerjaan yang mau saya lamar saat ini..
    oh iya mas, tgl 9 agustus saya pernah apply di jobstreet, tiba2 tanggal 18 saya diminta mengisi formulir pelamar final, disana juga ada test dasar, sampai membuat study kasus..
    tanggal 19 tiba2 saya dapat email, untuk mengirimkan daftar2 akun sosial media, dan pemberitahuan bakal ada test lanjutan di BSD,
    saya coba langsung tanya kira2 kapan tp tdk ada tanggapan,..
    tgl 24 kemarin saya cba follow up, kesana tetap tidak ada balasan..
    menurut mas itu tanda saya gagal atau gimana ya?
    trimakasih mas..
    sukses terus…

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Pengalaman kerja apalagi yang relevan dengan pekerjaan yang akan kita lamar wajib dicantumkan, kalau tidak dicantumkan darimana mereka akan tahu keunggulan kita dibandingkan pelamar / kandidat lainnya? Kemudian untuk follow-up ke perusahaan yang kita lamar, satu hal yang harus diketahui oleh para pelamar / kandidat adalah perusahaan tidak diwajibkan untuk memberitahukan atau memberikan update mengenai status lamaran kita, apalagi memberikan alasan kenapa pelamar / kandidat ditolak. Jadi asumsikan saja kalau memang tidak ada kabar lanjutan selama satu bulan, artinya kita dinilai belum sesuai untuk bekerja di perusahaan tersebut.

    [Reply]

    Reply
  22. Rena

    Pak, saya fresh graduate tapi belum resmi karena wisuda baru dilaksanakan tanggal pada akhir bulan September. Apakah saya boleh memasukan lamaran pekerjaan terlebih dahulu sedangkan ijazah belum keluar? Soalnya perusahaan yang saya minati menutup lowongannya sebelum akhir bulan. Lalu apakah pengalaman saya saat magang / praktek kerja lapangan dimasukan juga kedalam CV sebagai pengalaman bekerja? Terimakasih pak.

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Silakan mulai melamar meski wisuda baru akhir bulan September nanti, ijazah bisa disusulkan kemudian apabila memang harus menyertakan fotokopi ijazah. Ada baiknya meminta surat keterangan resmi dari kampus bahwa Rena sudah lulus dan tinggal menunggu wisuda, dimana surat keterangan tersebut diterbitkan pihak kampus untuk kepentingan Rena dalam melamar pekerjaan.

    [Reply]

    Reply
  23. bayu kurniawan

    Assalamualaikum pak haryo, terimakasih atas sarannya sangat membantu.
    Dan saya mau meminta saran dari bapak. Apa yang harus saya lakukan terhadap CV saya agar segera mendapat follow up dari perusahaan yang saya lamar. Saya lulusan yang lulus pada bulan juni kemarin. Saya sudah melamar di beberapa perusahaan yang sesuai dengan kualifikasi saya via email, pos dn jobstreet namun dari beberapa perusahaan yg saya lamar baru mendapat 1 kali kesempatan untuk interview hingga saat ini. Memang saya merupakan lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja di dalam dunia industri, namun pada saat kuliah saya bukan mahasiswa yang tidak aktif, saya aktif dalam mengikuti seminar, organisasi kemahasiswaan, kegiatan social dan penelitian mahasiswa. Apakah dengan itu saya bisa menjual diri saya kepada perusahaan tersebut bapak? Umur saya sekarang 21 apakah wajar seorang dengan seumuran saya belum memiliki pekerjaan tetap. Sekarang dirumh yang saya lakukan hanyalah sibuk mengirim lamaran dan menjadi tentor les private untuk 2 anak . terimakasih atas jawabannya pak

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Wa’alaikum salam wr wb.

    Bayu, jangan kecil hati kalau saat ini belum mendapatkan pekerjaan di sektor formal. Menjadi tentor les privat untuk dua anak pun bukan pekerjaan yang bisa dipandang sebelah mata.

    Banyak faktor yang menyebabkan kita belum mendapatkan kesempatan dipanggil interview, yang jelas sebagai fresh graduate usahakan CV kita hanya satu halaman. Fresh graduate dengan CV yang lebih dari satu halaman biasanya malah membuat recruiter malas membacanya. Perhatikan juga layout dan font yang dipergunakan, apakah layout rapi dan mudah dibaca? Apakah pemilihan font juga sudah tepat?

    Kegiatan diluar aktifitas perkuliahan tentunya akan menjadi poin plus, jadi perlu dicantumkan di CV tapi jangan semuanya, hanya cantumkan kegiatan atau ekstrakurikuler dimana kita pernah mencetak prestasi yang signifikan.

    Tetap semangat dan saya bantu doakan semoga mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan passion πŸ˜‰

    [Reply]

    Reply
  24. bayu

    Terimakasih banyak bapak.
    Saya buat CV saya hanya 2 lembar, huruf dan desain CV sudah cukup menurut saya, tidak terlalu over.

    Mungkin memang belum waktunya, saya percaya bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil. Amin

    [Reply]

    Reply
  25. wulan nurjanah

    Pak saya mau tanya .. kalo di perusahaan itu minimal pendidikan nya s1 atau diploma … apa saya yg pendidikan smk bisa mengirimkan cv saya k perusahaan itu? Saya masih kuliah semester 5. Diploma 4. Apa saya harus cantumkan bahwa saya sedang kuliah di cv saya?
    Terimakasih pak
    sehat selalu

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Prinsipnya apa yang dicantumkan dalam CV adalah sesuatu yang faktual, jadi cantumkan saja apa adanya tanpa ditambahi ataupun dikurangi.

    Silakan mencoba mengirimkan lamaran kerja ke perusahaan yang mensyaratkan pendidikan minimal Diploma atau S1 meskipun kita belum lulus kuliah karena tidak ada salahnya mencoba, apalagi ketika kita merasa memang memiliki kemampuan yang dipersyaratkan.

    Tapi kalau seandainya tidak dipanggil interview, minimal kita sudah tahu bahwa persyaratan pendidikan minimal itu memang menjadi syarat mutlak di perusahaan tersebut.

    [Reply]

    Reply
  26. Noldy

    Selamat siang Pak Suryo,
    Saya pernah melamar posisi MT di perusahaan jasa keuangan.
    Saya lolos psikotest dan lanjut FYD, oleh tim HRD nya informasikan bahwa test berikut nya akan dilaksanakan setelah hasil FYD keluar dan diberitahukan memalui telepon/sms/email.
    Saya menunggu 2 minggu namun belum ada panggilan untuk test berikut nya, ada masukan/tips dari Bapak ngak saat FYD kita harus seperti apa?
    Terima kasih

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    FYD apa ya? Yang saya tahu FGD (Focus Group Discussion).

    [Reply]

    Reply
  27. Sonia Sahara

    Assalamualaikum Pak Suryo.
    Pak, saya ingin bertanya, berapa total ukuran file CV softcopy yang Bapak sarankan?
    Termasuk scanning ijazah, sertifikat dkk.
    Terima kasih banyak Pak.

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Cukup kirimkan CV saja, kalau bisa dibawah 1 MB. Scan ijazah, sertifikat dll, hanya dikirimkankan kalau memang diminta.

    [Reply]

    Reply
  28. adhitya oktora

    Assalamu’alaikum Pak Haryo, terimakasih atas sarannya sangat membantu sekali. Saya fresh graduate dan ingin minta saran dari bapak, apa saya harus melamar pekerjaan sesuai dengan bidang pendidikan saya pak? Saya dari teknik elektro tetapi minat saya ada di pemrograman pak, pada matakuliah juga ada bahasa pemrograman dan skripsi saya juga mengenai pemrograman. Saya juga membuat aplikasi-aplikasi sederhana dengan program.

    Terimakasih Pak Haryo
    Semoga Sehat Selalu

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Lamar pekerjaan sesuai dengan passion. Saran untuk melamar pekerjaan harus sesuai dengan bidang pendidikan saat ini sudah kurang relevan lagi.

    [Reply]

    Reply
  29. Bayu Enasora

    Asaalamualaikum pak

    Saya mau bertanya, saya sudah masukin lamaran ke beberapa perusahaan dan pada surat lamaran saya lupa menandatangani nya pak, bagaimana solusinya pak ? Apakah saya harus masukkan lamaran kembali ?

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Wa’alaikum salam wr. wb.

    Tandatangan nggak perlu kok di surat lamaran. Nanti saja tandatangan di buku nikah, OK? πŸ˜‰

    [Reply]

    Reply
  30. Andreas

    Pak, jika ingin melampirkan dokumen (ijazah, CV,dll) pada email, sebaiknya dijadikan satu PDF atau dilampirkan semua dalam satu email.
    dan lebih baik menggunakan format PDF atau JPG pak dalam mengirimkan dokumen-dokumen tersebut.

    Terimakasih

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Kalau dokumen pendukung jumlahnya cukup banyak, scan kedalam bentuk PDF (satu dokumen satu file) kemudian setelah selesai semua file scan dalam bentuk PDF tersebut dijadikan satu file ZIP. CV dibuat dalam satu file PDF yang terpisah.

    Tapi satu hal yang harus diingat, hanya kirimkan dokumen pendukung tersebut bila memang diminta. Kalau tidak diminta ya cukup kirimkan satu file CV dalam bentuk PDF melalui email setiap kali melamar pekerjaan.

    [Reply]

    Reply
  31. riko

    Pak, saya fresh graduate apakah pengalaman kerja pratek atau magang bisa jadi pengalaman kerja, untuk mengisi CV..?

    terimakasih sebelumnya.

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Boleh dicantumkan, tapi jangan lupa tambahkan keterangan dalam kurung. Misalnya: (internship).

    [Reply]

    Reply
  32. Annisa

    Assalamuailakum pak..
    Bagaimana pendapat bapak jika melamar pada tanggal yg sama dengan closed date yg telah tercantum pada iklan? Apakah pihak HRD masih tetap mau menerima atau lebih baik tidak perlu mengirim lamaran tersebut?

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Silakan dikirimkan, toh belum melewati closed date kan?

    [Reply]

    Reply
  33. sheila

    assalamualaikum…

    Pak saya mau tanya baiknya saya langsung Apply Now via jobstreet atau kirim surat langsung ke alamat perusahaan tsb krn di catatan nya bisa dikirim cv dan pasfoto ke almat tsb. Kira2 saran bpk baiknya yg mana ya?

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Wa’alaikum salam, wr wb. Silakan pilih mana yang lebih praktis, yang penting melamar sesuai dengan instruksi di iklan lowongan kerja tersebut.

    [Reply]

    Reply
  34. Bagas

    Selamat Sore pak Haryo

    begini pak saya ingin bertanya, kebetulan saya ingin melamar ke perusahaan yang mewajibkan pelamarnya menggunakan bahasa inggris di surat lamaran (berbentuk word atau pdf).

    Saya sudah mengirimkan sekitar 1 minggu yang lalu, setelah saya baca ulang ternyata ada kesalahan sedikit pada grammar saya (maklum belum begitu mahir dalam bahasa inggris),

    Pertanyaan saya apa boleh melamar lagi? ke posisi yang sama, tapi dengan surat lamaran / cover letter yang sudah saya edit?

    Perusahaan itu mewajibkan pelamarnya mengirimkan Cover Letter, CV dan Foto terbaru….semua dalam bahasa inggris.

    Terimakasih

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Boleh dikirim ulang, no problem.

    [Reply]

    Reply
  35. zuli purwanti

    pak mau nanya,saya fresh graduate tp stelah lulus SMK sya kerja stlh 2 thn,saya br kuliah. apa saya hrs mncantumkan pngalaman kerja saya sbg opertator produksi tsb? sdgkn saya s1 akuntansi.
    kmudian sambil kuliah saya jg kdg diajak dosen saya audit,jika ditampilknn di CV jenis kerja apa(part time, freelance,atau apa) jika saya audit cuma kadang2 aja?
    saat ini saya juga sudah melamar di jobstreet,statusnya diterima tp kok blm ada panggilan interview ya? apa saya hrs melamar dg dokumen lengkap ke email perusahaan?
    trima kasih pak.

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Fresh graduate yang punya pengalaman kerja meski part-time dinilai memiliki kelebihan dibanding fresh graduate tanpa pengalaman kerja sama sekali. Silakan cantumkan di CV apakah itu pengalaman kerja part-time, internship, ataupun full-time.

    [Reply]

    Reply
  36. Desanto

    Salam kenal mas Haryo,
    Boleh minta saran ny mas mengenai lamaran kerja
    1.Saya lihat lowongan di situs loker spt jobsdb, jobstreet, petromindo dll salah satu persyaratan adalah “LEBIH DISUKAI” & “LEBIH DIUTAMANKAN” contohnya lebih di utama kan yang memiliki sertifikat ini dan itu atau lebih di sukai yang berdomisili di daerah ini dan itu. Apakah saya yang tidak memiliki sertifikat ini dan itu atau yg berdomisili tdk sesuai yg di minta tdk boleh melamar di perusahaan tersebut kah mas Haryo ? yang notabene memiliki persyaratan yg mendukung spt pengalaman kerja sesuai yg di minta ???
    2.Harus brp kriteria kah mas Haryo yg biasanya ditentukan perusahaan ?? mksd sya kan setiap persyaratan ada banyak tuh msl ada 9 syarat, sya hnya lolos 4 dr syarat tsb, apakah sya tdk boleh melamar di perusahaan tersebut ?? atau hrs max lolos 6 syarat dari 9 syarat atau gmn mas Haryo ??
    3.Seperti yg ditanyakan terdahulu, apakh CV/RESUME yang kita ketik di Word tdk bolh kita gabung dengan lampiran ?? Apakah lampiran hars terpisah ?mengingat setiap file dikasi batas max 250kb. Mksd sya apakah CV/Resume terpisah dengan lampiran2 tersebut? sya biasa nya mengscan lampiran lalu sya copy paste di CV/Resume dalam bntk word, setlh itu baru sya confert ke PDF, dengan mksd agar di CVResume sya itu lengkap jd HRD tdk susah payah mengklik lampiran yg terpsah dr CV/Resume.
    4.Sering sya baca kirim CV/Resume anda ke alamat ini dan itu atau email ke ini dan itu. Pertanyaan sya apakah jika disuruh kirim CV/Resume sja kita tidk boleh kirim lampiran ? seprti pengalaman kerja, sertifikat dll.. Mengingat ada teman sya yang mengatakan dia tdk pernah melampirkan lampiran spt pengalaman kerja, sertifikat dll cukup hanya CV/Resume sja, tdk perlu panjang2 krna HRD tdk melihat lampiran tsb HRD hnya melihat CV/Resume anda karena di CV/Resume sdh tertuang bnyk, dan sya liat dia selalu mujur klu apply selalu diterima sdngkn sya yg selalu melampirkan ini dan itu tdk pernh dipanggil. Apakah benar spt itu mas Haryo?
    5.Apakah boleh jika kita mau apply baik itu di loker internet maupun PO BOX maupun antar sendiri hars selalu menggunakan surat lamaran/cover letter ?? bisa kah kita hanya mencamtumkan CV/Resume sja yg notabene hny 2 lembar atau CV/Resume beserta lampiran2, yang inti ny tdk ada surat lamaran trcantum?? Bagaimana tanggapan Mas Haryo ?
    6. Apakah kita hrus memblas/membuat CV/Resume dlam bahasa inggris apabila di iklan tersebut menggunakan bahasa inggris. Dibanyak buku yg simpang siur dikatakan jika lowongan tersebut menggunakan bhsa inggris maka jwb lh dngan bhasa inggris dan trus ada yg mengatakan CV/Resume yg menarik perhatian adalah apabila ditulis dlm bhsa inggris. Saya pernh bertanya kpd HRD mengenai pertanyaan sya td, lalu dia menjawab TIDAK SEMUA HRD/RECRUITMENT MENGERTI BAHASA INGGRIS kecuali kamu melamar di perusahaan asing. Bagi perusahaan indonesia jika lowongan ny bahsa inggris mka jwb bahasa indonesia, jika kamu nekat pakai bahasa inggris maka percya HRD/Recruitmen tdk akan mengseleksi berkas anda walupun anda memiliki segudang pengalaman ini dan itu krna tdk smua mrka mengerti basaha inggris. Bagaimana tanggapan mas Haryo ??
    Mohon perjelasan nya Mas Haryo

    Terima kasih

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Wah, pertanyaannya banyak… πŸ˜€

    Hampir semuanya sudah pernah saya bahas di blog ini, silakan dibaca-baca lagi ya.

    [Reply]

    Reply
  37. Iqbal

    Selamat malam pak,
    Saya fresh graduate yang ingin melamar pekerjaan disuatu perusahaan. Menurut bapak lebih relevan mana mengirim lamaran yang melalui pos atau saya datang langsung ke perusahaan tersebut? Ada gak pak tips nya jika melamar melalui pos atau yang langsung datang, terima kasih sebelumnya pak.

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Kenapa harus datang langsung? Pelamar hanya boleh datang langsung kalau itu walk-in interview.

    Kalau memang diminta mengirim lamaran lewat pos, ya silakan kirim lewat pos. Kalau diminta mengirim lewat email, ya kirimkan lewat email.

    [Reply]

    Reply
  38. Alfi

    Assalamualaikum, bapak Haryo, artikel yang sangat bermanfaat.
    Saya ingin bertanya,
    Saya sering mengirim lamaran di perusahaan, meskipun tanpa ada lowongan. Tetapi saya tidak ada yang dipanggil. Saya melengkapi surat lamaran, cv, copy ijazah& transkip nilai legalisir, foto 4Γ—6 &closeup, sertifikat latihan, sertifikat pengalaman organisasi, ktp. Menurut bapak apa ada yg dokumen yg kurang lengkap dengan lamaran saya sehinga saya tidak lolos administrasi dan tidak ad panggilan. Dan tolong tips agar lamaran saya di aprove dan ada panggilan interviuw awal. Terimalah kasih banyak

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Resiko kalau mengirim lamaran tanpa ada lowongan memang kecil kemungkinannya dipanggil, karena logika sederhananya kalau tidak ada lowongan ya berarti memang tidak ada kebutuhan di perusahaan tersebut, dan hal ini tidak ada hubungannya dengan kelengkapan dokumen lamaran.

    [Reply]

    Reply
  39. April

    Selamat pagi Pak,
    Terimakasih sebelumnya karena sudah memposting tulisan ini karena tulisan ini sudah membuka mata saya tentang bagaimana sebaiknya membuat cv yang benar-benar baik. jujur selama ini saya masih menggunakan cv yang rupanya standard (mungkin) dimata para HRD. mungkin itu sebabnya sampai sekarang saya belum mendapatkan pekerjaan. saya juga sangat tertarik dengan comment Bapak kepada user Liliana diatas tentang I can do it vs I have done it. Bisa dibilang saya adalah tipe orang pertama. saya merasa saya pasti bisa melakukan bukannya karena pernah melakukan. saya belum memiliki pengalaman yang significant kecuali menjadi instruktur Bahasa Inggris di salah satu bimbel ternama di Indonesia. saya adalah sarjana pendidikan namun saya sangat ingin menjadi editor buku baik itu fiksi maupun non fiksi. kira-kira dengan kualifikasi seperti itu (kurang pengalaman) apakah masih ada kesempatan untuk saya mengejar karir yang saya inginkan? karena selama ini semua lowongan pasti membutuhkan pengalaman minimal 1 tahun. sedangkan saya adalah fresh grad. saya juga kurang aktif berorganisasi selama kuliah. dan kira-kira apa lagi yang harus diri saya kembangkan untuk menambah kualifikasi dalam cv saya?
    Terima kasih sebelumnya. kiranya Bapak berkenan membalas komen saya.

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Coba melamar untuk posisi trainee di perusahaan penerbitan dan cantumkan di cover letter kalau April punya aspirasi karir kedepannya untuk menjadi Editor di perusahaan penerbitan. Tidak harus melamar sebagai trainee di perusahaan penerbitan besar, justru usahakan melamar ke perusahaan penerbitan kecil atau menengah yang terdaftar di IKAPI, karena biasanya mereka lebih terbuka untuk menerima trainee. Saran saya jangan terlalu concern soal salary kalau melamar posisi trainee, kasarannya selama itu cukup untuk biaya transportasi ya terima saja, karena fokusnya adalah mendapat pengalaman kerja aktual minimal selama satu tahun di posisi yang sesuai dengan aspirasi karir.

    [Reply]

    Reply
  40. Malik

    Malam Pak Haryo

    Saya mau bertanya sedikit mengenai prosedur melamar kerja via situs2 loker seperti jobstreet.co.id dan jobs.id.

    1. Terakhir saya bekerja adalah tahun 2011, dimana saat itu belum terjadi revisi UMP besar2an seperti saat ini. Gaji saya pada saat itu ( 2011 ) adalah 2x UMP, yang nominalnya malah lebih kecil dari 1x UMP saat ini ( 2016 ). Pertanyaan saya, di profil ( jobstreet dan jobs.id ) gaji yang ditulis itu gaji terakhir pada saat saya bekerja, atau gaji yang saya inginkan saat ini ? ( 2x UMP 2015 ).

    2. Saya mempunyai pengalaman kerja selama 5.5 tahun di satu perusahaan, namun perusahaan tersebut tidak memberikan surat pengalaman kerja kepada saya. Apakah saya bisa melamar kerja ke tempat baru dengan menyebutkan pengalaman kerja saya di CV/Resume walaupun saya tidak memiliki surat pengalaman kerja ?.

    3. Berapa besarkah peluang untuk melamar ke posisi yang lebih tinggi via situs2 loker ? Apalagi jika pendidikan terakhir tidak memenuhi syarat, namun secara pengalaman kerja memenuhi syarat. Apakah apply ke posisi tersebut bisa diharapkan ?

    Terima kasih banyak, mohon maaf jika pertanyaan saya terlalu banyak dan membingungkan. Maklum belum pernah melamar via online πŸ™‚

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    1. Silakan lakukan penyesuaian saja berdasarkan UMP terbaru.
    2. Tentu saja bisa, selama ada pegawai di perusahaan sebelumnya (lebih baik kalau dari HRD) yang bisa memberikan referensi secara lisan.
    3. Peluang tentu saja ada, tergantung bagaimana kita meyakinkan perusahaan melalui CV yang kita buat dengan mencantumkan pengalaman dan kualifikasi yang relevan sebagaimana diminta oleh perusahaan yang akan kita lamar.

    [Reply]

    Reply
  41. Fachri

    Selamat pagi pak Haryanto, baru baru ini saya baru melamar pekerjaan via jobstreet,iklan lamaran pekerjaan itu di post 22feb Dan di tutup tgl 12 maret, pertanyaan saya adalah apakah lamaran itu baru di proses setelah, tenggang waktunya atau apabila dirasa Ada pelamar yang memenuhi kualifikasi langsung di hubungi untuk proses selanjutnya.karna ini Surat lamaran pertama saya Dan saya sangat ingin sekali bergabung di perusahaan tersebut

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Prinsipnya setiap kali ada CV kandidat yang kualifikasinya cocok dan masuk kedalam shortlist pasti akan langsung dihubungi untuk masuk ke proses tahap selanjutnya. Terlalu riskan untuk mengumpulkan semua kandidat yang masuk shortlist sampai batas waktu terakhir lowongan itu ditutup karena dalam proses rekrutmen, masalah kecepatan adalah kunci.

    [Reply]

    Reply
  42. lia

    slmt mlm mas haryo..

    mau nanya saya punya 2 pglman kerja, yg prtama cuma 1bln saja n tdk ada surat pglman krjanya
    yg kedua kerja slma 4th n ada surat pglman kerjanya

    apakah d CV pengalaman kerja yg 1 bln itu boleh dicantumkan mengingat g ada surat pglaman kerjnya..ntar jadi pertanyaan ma HRD nya…
    trimz atas jawabnnya

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Tidak dicantumkan tidak masalah, kuatirnya kalau dicantumkan malah menimbulkan banyak pertanyaan yang tidak perlu

    [Reply]

    Reply
  43. Malik

    Terima kasih banyak atas jawabannya Pak Haryo, sungguh sangat membantu. Saya terbiasa untuk menyesuaikan CV saya sesuai dengan perusahaan yang akan saya lamar. Biasanya saya memberikan highlight di keahlian2 yang dibutuhkan di perusahaan tersebut.

    Untuk masalah referensi pengalaman kerja, apakah pelamar yang diwajibkan untuk menyediakan ? Selama ini saya menyangka kalau itu inisiatif HRDnya untuk mencari tahu latar belakang pelamar ( tanpa sepengetahuan pelamar ). Karena saya pernah menemukan kasus karyawan di perusahaan saya yang diputus kontraknya dalam sebulan masa kerja, karena HRD manajer saya mendapatkan informasi yang kurang baik mengenai track recordnya di perusahaan lama. Orangnya sih bilang dia tidak memberikan no kontak perusahaan lama sebagai referensi, karena dia cemas HRDnya akan menjelek-jelekan dia di perusahaan baru karena dia mengajukan pengunduran diri yang begitu mendadak ( 3 hari sebelum resign ). HRD lama nya marah dan menyebut dia ga profesional.

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Referensi kerja biasanya menyesuaikan kebijakan di masing2 perusahaan: ada perusahaan yang meminta calon pegawai untuk memberikan referensi, ada perusahaan yang melakukan proses reference check sendiri, tapi ada juga perusahaan yang tidak merasa perlu melakukan reference check.

    Untuk sekedar berjaga-jaga kalau kita melamar ke satu perusahaan yang melakukan proses reference check sendiri, saya selalu menekankan pentingnya proses resign dengan mengikuti prosedur yang berlaku dan sesuai dengan ketentuan kontrak kerja. Ibaratnya masuk secara baik2 dan keluar juga secara baik2 agar perusahaan lama tetap bersedia memberikan referensi yang baik untuk kita.

    Resign dengan hanya pemberitahuan 3 hari memang sangat tidak profesional, saya tidak menyalahkan kalau HRD pun menjadi marah, yang buntutnya justru malah merugikan dirinya sendiri. Sekali lagi saya tekankan… HRD tidak salah memberikan referensi jelek dalam kasus tersebut karena prinsipnya referensi adalah berdasarkan kondisi faktual dan dilakukan secara obyektif.

    [Reply]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *