Headhunter itu Sebetulnya Bekerja untuk Siapa?

Pagi ini ketika membuka inbox yang menampung kiriman CV, baik yang dikirim melalui JobsDB ataupun blog ini, ada sebuah email dengan isi sangat singkat. Hanya satu baris dan isinya seperti ini, “Please find suitable work position for me accordance to my cv within 2 weeks if possible.”

Sejujurnya saya sudah sering menerima email semacam itu, dengan segala bentuk dan variasinya, tapi sampai dengan hari ini memang baru satu yang sampai secara spesifik menetapkan deadline 2 minggu untuk saya.

Saya sudah pernah menulis artikel untuk menjawab kebingungan yang masih sering terjadi di kalangan profesional, khususnya yang masih awam dengan konsep headhunter dan cara kerjanya. Oleh karena itu tidak ada salahnya untuk membaca kembali Klarifikasi Mengenai Cara Kerja Headhunter, supaya jangan sampai kedepannya saya menerima lagi email dari para profesional yang meminta saya untuk mencarikan pekerjaan bagi mereka.

Bagaimanapun juga harus diakui kalau headhunter memiliki cara kerja yang sangat berbeda dengan cara kerja penyalur babysitter ataupun penyalur pembantu rumah tangga.

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin

7 thoughts on “Headhunter itu Sebetulnya Bekerja untuk Siapa?

  1. Haryo

    Kalau ditanya bagaimana mencocokkannya, pertama pasti akan dilakukan CV review dulu untuk memastikan kalau kandidat ini memenuhi job requirements dan job qualification. Kemudian setelah itu dilakukan interview untuk mengetahui lebih jauh hal-hal yang tidak tercantum di CV.

    Kalau ditanya bagaimana menemukan kandidatnya, bisa melalui berbagai cara. Misalnya lewat pasang iklan, mencari di database, referral, atau headhunting.

    [Reply]

    Reply
  2. Elim N.Panjaitan

    Mas, saya pernah dihubungi head hunter dan melakukan wawancara. Setelah beberapa hari kemudian saya telp head hunternya untuk menanyakan progressnya. Namun sang head hunter tidak mau menerima telp saya. Saya hubungi via email juga tdk mau menjawab email saya. Apakah tidak boleh menghubungi head hunter ya Mas??

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Harusnya tidak ada masalah untuk menghubungi headhunter langsung, Pak Elim. Justru itu sangat penting untuk menjalin komunikasi dua arah. Tapi biasanya kalau headhunter jadi susah dihubungi kemungkinannya dua: mereka baru sadar kalau kualifikasi Bapak kurang sesuai dengan kebutuhan klien; atau klien sudah reject CV Bapak tapi headhunter-nya tidak sampai hati menyampaikan langsung.

    [Reply]

    Reply
  3. Elim N.Panjaitan

    Terimakasih Mas Haryo atas tanggapannya. Tetapi bukankah masalah ditolak itu sudah lumrah dalam pencarian kerja? kenapa head hunter jadi sangat penuh perasaan sampai tidak tega segala? Bukankah dengan tertutupnya mereka justru menunjukkan kekurangprofesionalan head hunter itu sendiri? Apa sulitnya menuliskan : Pak Elim, mohon maaf ternyata kualifikasi anda belum sesuai dengan standar klien kami.?

    [Reply]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *