6 Cara Untuk Meningkatkan Produktifitas Kerja

Pernahkah anda merasakan ketika pekerjaan seakan tidak ada habis-habisnya? Meskipun sudah bekerja lebih dari delapan jam sehari, pekerjaan bukannya selesai malah makin menumpuk dan akhirnya membuat pikiran anda makin stress?

Kalau jawabannya “ya”… saya pikir anda tidak sendiri. Semua orang yang mempunyai pengalaman kerja tentu pernah merasakannya, minimal sekali sepanjang karir profesionalnya (saya pun -dulunya- sering mengalami hal ini)

Dari hasil membaca berbagai referensi dan juga pengalaman pribadi, sebetulnya ada beberapa cara untuk membuat hari kerja anda lebih produktif, sehingga dengan demikian anda tak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab anda.

Continue reading

Belajar Memahami Pola Pikir Orang HRD

Setiap kali membaca puluhan CV atau resume yang setiap harinya masuk ke inbox saya, ada satu hal yang rasanya masih mengganggu pikiran. Boleh dibilang dari rata-rata 20 CV atau resume yang saya terima, sekitar 15 diantaranya akan saya hapus. Maksimal 3 CV atau resume akan saya masukkan ke database, dan sisanya akan saya proses untuk kemudian selanjutnya dilakukan pre-screened melalui phone interview.

Itu artinya hanya 10% yang memiliki kesempatan untuk diproses pada saat ini, 15% yang memiliki kesempatan untuk diproses di waktu-waktu yang akan datang, dan 75% sisanya tidak akan pernah diproses lagi.

Kalau mau jujur, sebagai headhunter ingin rasanya saya bisa membuat angka persentase kandidat yang lolos pada seleksi awal ini bisa naik, minimal 20% bisa diproses saat ini dan 25% bisa dimasukkan ke database.

Continue reading

Perhatikan Cara Bicara Anda di Telepon

Boleh dipercaya atau tidak, sebagai seorang headhunter saya bisa menilai sebagian kepribadian seseorang hanya dari mendengarkan cara dan gaya bicaranya melalui telepon. Saya bisa dengan cepat menilai apakah orang ini termasuk tipe orang yang percaya diri, memiliki interpersonal skill yang baik, diplomatis atau malah sebaliknya termasuk tipe orang yang arogan.

Kenapa bisa begitu?

Sebetulnya ada alasan sederhana dibalik itu semua, saya menyimpulkan berdasarkan pengamatan bertahun-tahun bahwa cara dan gaya bicara seseorang di telepon itu sedikit banyak mencerminkan cara dan gaya bicaranya sehari-hari bila berhubungan dengan orang lain, yang berarti juga mencerminkan kepribadiannya di mata orang lain.

Continue reading

Perlukah Menyertakan Cover Letter?

Cover Letter sebetulnya bukan merupakan hal yang bisa secara mutlak disebut sebagai dokumen wajib dalam sebuah dokumen lamaran kerja. Fungsi utama dari sebuah cover letter adalah sekedar memberikan gambaran atau overview kepada orang yang membacanya (dalam hal ini pihak recruiter) mengenai beberapa hal berikut:

  • Maksud. Mengapa anda mengirimkan dokumen lamaran kerja kepada mereka?
  • Posisi. Posisi apa yang ingin anda lamar?
  • Sumber. Darimana anda mengetahui adanya lowongan kerja yang anda minati tersebut?
  • Alasan. Mengapa anda berminat melamar untuk posisi lowong tersebut?
  • Pertimbangan. Bagaimana latar belakang kompetensi termasuk pengalaman kerja dan pelatihan yang pernah anda ikuti bisa membuat anda layak dipertimbangkan untuk menjadi kandidat yang masuk kedalam shortlist untuk posisi yang anda minati?
  • Kontak. Nomor telepon yang mudah dihubungi dan kapankah waktu terbaik untuk menghubungi anda?

Meskipun bukan merupakan sesuatu yang wajib, tidak pernah ada salahnya juga untuk selalu menyertakan cover letter dalam setiap dokumen lamaran kerja yang anda kirimkan.

Karena kita tidak pernah tahu, bisa jadi satu halaman cover letter yang anda buat itu justru memberikan informasi tambahan yang sangat berguna untuk mempertimbangkan secara lebih serius CV atau resume yang anda kirimkan.

Satu Hal Krusial yang Sering Terlupakan Ketika Menjalani Interview

Ketika anda harus menjalani proses wawancara atau interview, jangan pernah lupa untuk mematikan ponsel sebelum memasuki ruangan interview.

Jangan biarkan ponsel menyala meskipun itu dalam kondisi silent mode. Ponsel yang berbunyi ketika anda sedang menjalani proses interview dapat membuyarkan konsentrasi semua orang yang ada dalam ruangan interview. Lagipula anda akan terlihat sangat tidak profesional di mata sang pewawancara atau interviewer ketika ponsel anda berbunyi selama proses interview berlangsung.

Sepertinya sangat sederhana, tapi patut disayangkan karena ternyata masih cukup banyak orang yang kurang memperhatikan hal sepele seperti ini, termasuk beberapa kandidat saya yang sedang menjalani proses interview di perusahaan klien.

Jadi sekali lagi… jangan pernah lupa untuk mematikan ponsel anda beberapa menit sebelum memasuki ruangan interview.

Quote of The Day:

“Many of life’s failures are people who did not realize how close they were to success when they gave up.” by Thomas Alva Edison

Dokumen Standar Lamaran Kerja

Perlukah melampirkan copy ijazah, KTP, paspor, berbagai sertifikat pelatihan, hasil penilaian atau referensi dari perusahaan tempat kita bekerja sebelumnya dalam setiap lamaran kerja yang dikirim?

Jawabannya sederhana: tidak perlu!

Dokumen-dokumen tersebut hanya dikirimkan bila memang itu dipersyaratkan. Tapi bila ternyata tidak ada ketentuan yang mengharuskan anda untuk mengirimkan dokumen-dokumen tersebut, tetaplah berpegang pada aturan yang paling mudah… kirimkan saja cover letter dan CV atau resume anda, lalu jangan lupa cantumkan di bagian paling bawah dari CV atau resume tersebut: Supporting documents and references are available upon request.

Dengan demikian di lain kesempatan anda juga tidak perlu susah-payah men-scan 15 dokumen yang anda miliki dan mengirimkan CV melalui email dengan total attachment mencapai lebih dari 4 MB.

Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris?

Bahasa apa yang sebaiknya dipergunakan dalam menulis dokumen lamaran kerja, yang biasanya terdiri dari cover letter dan CV atau resume?

Idealnya, anda memang memiliki dua versi CV atau resume yang sama persis. Satu versi dibuat dalam Bahasa Indonesia dan satu versi lagi dibuat dalam Bahasa Inggris.

Aturan sederhananya sebagai berikut:
Bila iklan lowongan kerja yang anda minati menggunakan Bahasa Inggris, kirimkan cover letter dan CV atau resume anda yang versi Bahasa Inggris. Begitu pula sebaliknya, bila iklan lowongan kerja yang anda minati ternyata menggunakan Bahasa Indonesia, kirimkan cover letter dan CV atau resume anda yang versi Bahasa Indonesia.

As simple as that.