Aksi kerusuhan yang terjadi di Batam pada siang hari ini boleh dibilang membuat saya sedikit prihatin. Bukan hanya prihatin karena jumlah kerugian yang ditimbulkan cukup besar, tapi lebih cenderung prihatin karena faktor pemicunya — yang menurut berita, disebabkan oleh salah satu tenaga kerja ekspatriat disana yang menyebut tenaga kerja lokal “stupid”.
Category Archives: Random Thoughts
Telecommuting: Sebuah Solusi Alternatif yang Tak Terpikirkan Dengan Serius
Tarif tol akan naik mulai akhir bulan September 2009. Berita ini tentunya menjadi berita buruk bagi banyak pengguna jalan tol, khususnya yang sehari-hari mengendarai kendaraan pribadi dan selalu melewati ruas jalan tol yang termasuk dalam rencana kenaikan tarif tol tersebut.
Rasanya makin lengkap sudah derita orang yang bekerja di Jakarta, khususnya yang bekerja di pusat kota. Menghadapi kemacetan di pagi hari seakan menjadi menu sarapan, dan menghadapi kemacetan di sore dan malam hari seakan menjadi menu makan malam yang harus dianggap sebagai sebuah kewajaran, dan masih ditambah pula dengan biaya tinggi yang harus ditanggung untuk ongkos transportasi pulang pergi dari rumah sampai ke tempat kerja.
25 Hal Berkaitan dengan Karir yang Saya Temui dalam 30 Hari Terakhir
Resmi satu bulan lamanya saya tidak mengapdet blog ini. Bukan karena kehabisan bahan, tapi karena saya saat ini memang merasa cukup sulit untuk sekedar curi-curi waktu menulis di sela-sela kesibukan kantor dan kesibukan mengurus kedua putri saya yang masih kecil-kecil.
Biasanya saya menulis artikel sewaktu weekend dan membuatnya muncul secara otomatis di blog pada hari Rabu. Tapi belakangan ini saya sedang malas berpikir yang ruwet-ruwet apalagi menulis artikel, dan kini lebih suka bersantai sewaktu weekend, menonton siaran langsung pertandingan NBA di televisi, membaca buku, memutar DVD yang telah dibeli beberapa minggu sebelumnya tapi belum sempat ditonton, atau sekedar berjalan-jalan keliling komplek di pagi hari bersama dengan istri dan anak-anak saya.
HRD dan Kandidat: Harus Saling Respek
Pagi ini saya membaca keluh-kesah dari salah seorang member sebuah milis yang membahas mengenai berbagai isu di dunia manajemen sumber daya manusia sebagai berikut:
Dear all,
Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti psikotes utk posisi baru, saya ikut tes dari pagi jam 8.30 sampai 16.30, ini membuat saya pusing & tegang karena harus berfikir keras shg stamina drop. besoknya dipanggil lagi jam 8.30 untuk interview, ternyata saya harus menunggu cukup lama, dan baru sekitar jam 14 saya menjalani interview. Kalau saya perhatikan saya ternyata tidak menunggu giliran / antri utk interview dengan pihak HRDnya, karena saya lihat orang yang menginterview saya yakni HRD dari pagi hanya ngobrol-ngobrol, sekali lagi cuma ngobrol-ngobrol diruangannya, ini kelihatan dari kaca.
Apakah memang spt itu HRD cara mengetes calon karyawan? Apakah ini adalah salah satu metode mengetes calon karyawan?
Dengan dongkol dalam hati saya berkata, “CAPEK DEH” kok tdk efisien banget gtu loh. Mental spt ini dalam suasana krisis kok masih dipakai.
Salam
XXXXXXX
Tulisan Saya Di-copy Paste Tanpa Ijin
Berawal dari membuka detikcom pagi ini sebelum berangkat ke kantor, saya membaca artikel yang membahas mengenai entrepreneurship yang dijadikan sebagai artikel blog pilihan pada halaman depan detikcom. Ketika saya membacanya, entah kenapa saya merasa bahwa saya pernah membaca artikel tersebut sebelumnya.
Ketika saya telusuri lebih lanjut sambil mengingat-ingat kembali, saya baru sadar bahwa tulisan yang termuat di blogdetik tersebut adalah merupakan hasil copy paste dari tulisan Mas Yodhia Antariksa tertanggal 25 Agustus 2008.
Dari dulu sebetulnya saya tidak pernah mempermasalahkan artikel yang merupakan hasil copy paste, asalkan copy paste itu dilakukan dengan seijin penulisnya, atau minimal mencantumkan sumber tulisan orisinilnya. Tapi tulisan di blogdetik itu sama sekali tidak mencantumkan kredit untuk Mas Yodhia, dan saya juga tidak yakin bahwa penulisnya pun meminta ijin secara langsung kepada Mas Yodhia.
Kemudahan-kemudahan dalam Hidup Seorang Headhunter
Saya tidak tahu ini ada hubungannya atau tidak, tapi sejak saya mulai menulis blog ini rasanya saya makin sibuk di kantor. Kalau awalnya saya sempat kesulitan mendapatkan klien, sekarang justru klien yang mendatangi saya.
Saya masih meyakini kalau ini terjadi bukan akibat secara langsung dari blog, tapi lebih ke arah kemudahan yang diberikan Allah SWT. Bayangkan saja, saya dulu pernah menawarkan jasa executive search ke satu perusahaan dan ditolak mentah-mentah karena biaya yang dipatok dirasa terlalu mahal dibandingkan jasa sejenis lainnya.
Karena saya termasuk orang yang sangat easy going, saya waktu itu tidak terlalu ambil pusing. Nah, tanpa diduga dan tanpa disangka, tiba-tiba dua minggu yang lalu HR Manager perusahaan tersebut menghubungi saya dan minta bantuan melakukan executive search untuk C-level position.
Praktek Tak Terpuji yang Tak Seharusnya Terjadi
Suatu ketika saya pernah menangani klien sebuah perusahaan konsultan konstruksi multinasional yang membutuhkan seorang manajer senior untuk memperkuat tim inti yang sedang dibentuk oleh Presiden Direktur perusahaan tersebut.
Proses berjalan lancar sampai akhirnya klien memutuskan untuk memilih dua orang kandidat (dari tiga orang kandidat yang semula saya ajukan) yang lolos untuk menempuh tahapan rekrutmen selanjutnya. Karena hubungan baik yang sengaja saya bangun dari awal dengan para kandidat ini, mereka pada akhirnya sangat mempercayai saya dan sangat terbuka tentang segala hal menyangkut proses rekrutmen ini.