Category Archives: Articles

Bolehkah Menolak Tawaran Pekerjaan dari Headhunter?

Kalau suatu hari ada seekor seorang headhunter yang menghubungi saya melalui telepon dan menawarkan posisi di perusahaan kliennya, kira-kira apa yang harus dilakukan? Apakah saya harus selalu mengiyakan tawaran yang datang atau bolehkah saya menolaknya?

Pertanyaan sejenis sering diajukan kepada saya oleh teman-teman lama yang baru menyadari dan mengetahui kalau saya sekarang “menjelma” menjadi seorang headhunter (gadungan).

Sebetulnya jawaban pertanyaan diatas sederhana, anda boleh mengiyakan atau boleh juga menolaknya. Nah, tinggal sekarang anda harus tahu persis berdasarkan pertimbangan apa anda mengiyakan, dan berdasarkan pertimbangan apa pula anda menolaknya, karena tidak ada yang lebih membuat headhunter menjadi bete abis kalau si kandidat mendadak plin-plan… pada awalnya sudah mengiyakan tapi kemudian ditengah proses malah memutuskan untuk mengundurkan diri dari nominasinya.

Continue reading

6 Cara Untuk Meningkatkan Produktifitas Kerja

Pernahkah anda merasakan ketika pekerjaan seakan tidak ada habis-habisnya? Meskipun sudah bekerja lebih dari delapan jam sehari, pekerjaan bukannya selesai malah makin menumpuk dan akhirnya membuat pikiran anda makin stress?

Kalau jawabannya “ya”… saya pikir anda tidak sendiri. Semua orang yang mempunyai pengalaman kerja tentu pernah merasakannya, minimal sekali sepanjang karir profesionalnya (saya pun -dulunya- sering mengalami hal ini)

Dari hasil membaca berbagai referensi dan juga pengalaman pribadi, sebetulnya ada beberapa cara untuk membuat hari kerja anda lebih produktif, sehingga dengan demikian anda tak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab anda.

Continue reading

Belajar Memahami Pola Pikir Orang HRD

Setiap kali membaca puluhan CV atau resume yang setiap harinya masuk ke inbox saya, ada satu hal yang rasanya masih mengganggu pikiran. Boleh dibilang dari rata-rata 20 CV atau resume yang saya terima, sekitar 15 diantaranya akan saya hapus. Maksimal 3 CV atau resume akan saya masukkan ke database, dan sisanya akan saya proses untuk kemudian selanjutnya dilakukan pre-screened melalui phone interview.

Itu artinya hanya 10% yang memiliki kesempatan untuk diproses pada saat ini, 15% yang memiliki kesempatan untuk diproses di waktu-waktu yang akan datang, dan 75% sisanya tidak akan pernah diproses lagi.

Kalau mau jujur, sebagai headhunter ingin rasanya saya bisa membuat angka persentase kandidat yang lolos pada seleksi awal ini bisa naik, minimal 20% bisa diproses saat ini dan 25% bisa dimasukkan ke database.

Continue reading