Cara Mudah Menemukan Profesi dan Karir Idaman

Pada bagian akhir dari tulisan yang lalu sempat disinggung mengenai bagaimana cara sampai akhirnya saya bisa menemukan profesi yang sesuai dengan minat dan bakat saya. Dalam tulisan kali ini, saya akan coba membahas secara sepintas assesment tools yang pernah saya pergunakan dan memiliki peranan penting dalam menemukan profesi yang paling mendekati minat dan bakat saya.

Sebagai gambaran, sebelum akhirnya menjadi headhunter, saya ini dulu termasuk orang yang tidak jelas cita-citanya (dalam arti yang sesungguhnya). Setelah lulus kuliah saya pernah bekerja sebagai corporate lawyer selama kurang lebih 2,5 tahun, kemudian pernah bekerja sebagai business owner sekitar 5 tahun, lalu setelah itu pernah pula bekerja untuk mengurus B2B sales kurang lebih selama 6 bulan.

Kenapa saya bisa menekuni banyak profesi seperti itu? Karena saya pada saat itu memang belum menemukan profesi yang betul-betul cocok dengan karakteristik saya.

Menjadi corporate lawyer meskipun awalnya menarik dan sesuai dengan latar belakang gelar Sarjana Hukum yang disandang ternyata terlalu monoton untuk saya, ditambah lagi saya merasa bukan orang yang terlalu detail oriented dan tahan bekerja lebih dari 18 jam sehari.

Menjadi business owner yang senantiasa melakukan segala sesuatu seorang diri tanpa bantuan pegawai juga tidak terlalu cocok, karena ternyata saya lebih pandai dalam menyusun strategi bisnis tapi tidak terlalu pandai dalam mengeksekusinya seorang diri.

Lalu menekuni B2B sales pun makin lama juga kian menjengkelkan, karena pada prinsipnya saya tidak terlalu menikmati melakukan aktifitas penjualan sebagai seorang pelaksana.

Tapi justru disinilah hikmah yang kemudian bisa saya ambil. Melalui serangkaian pengalaman panjang selama kurang lebih delapan tahun dalam mencari jati diri profesi tersebut, saya kemudian berusaha mencari cara mudah, cepat dan murah untuk mengetahui kira-kira profesi seperti apa yang paling sesuai untuk saya.

Saya meyakini bahwa setiap orang memiliki bakat dan karakteristik unik yang tentunya berbeda dengan orang lain, dan oleh karenanya saya juga meyakini bahwa ada profesi-profesi tertentu yang secara naluriah memang sesuai. Tinggal sekarang permasalahannya adalah bagaimana cara untuk mengungkapkannya seakurat mungkin?

Dari hasil riset singkat dan browsing sana-sini di internet, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan dua cara untuk menemukan profesi yang paling cocok bagi saya. Nah, inilah kedua cara sangat sederhana yang saya pakai tersebut, dan mungkin juga bisa berguna untuk anda:

1. MBTI Test

Silakan anda cari tahu sendiri mengenai MBTI di Wikipedia. Tapi yang jelas dengan menggunakan MBTI Test ini saya jadi tahu tipe kepribadian saya seperti apa (dari 16 tipe kepribadian yang ada).

Langkah selanjutnya saya kemudian mempergunakan MBTI Test gratis yang ada di website ini untuk mendapatkan hasil yang cukup akurat dalam waktu relatif singkat.

Kemudian setelah tahu persis tipe kepribadian saya, cukup googling tipe kepribadian tersebut secara terinci (misalnya: ENFJ careers) untuk mengetahui gambaran berbagai profesi yang sekiranya cocok untuk saya.

Dari situ saya menemukan cukup banyak alternatif profesi yang dirasa cocok dengan tipe kepribadian saya berdasar MBTI Test yang telah dilakukan. Saya kemudian mencatat beberapa diantaranya yang paling saya minati, karena catatan ini akan berguna untuk mencocokkan dengan hasil dari assessment tool kedua yang sifatnya jauh lebih spesifik.

2. MAPP Assessment

MAPP Assessment memang tidak gratis, tapi waktu itu saya menggunakan assessment tool ini untuk meyakinkan bahwa pilihan profesi yang akan saya pilih nantinya memang betul-betul sesuai dengan kepribadian saya.

Dengan mengeluarkan biaya sekitar $30, saya mendapatkan hasil interpretasi assessment yang sangat akurat mengenai diri saya, dan (ini mungkin yang paling penting) saya juga mendapatkan beberapa alternatif profesi yang terbaik dan sesuai dengan karakteristik saya secara keseluruhan.

Setelah saya bandingkan, ternyata hasil MBTI Test dan MAPP Assessment tersebut menunjukkan pola yang sangat mirip. Kedua assessment tools tersebut memberikan fakta bahwa dari empat profesi yang saya minati, ternyata keempatnya memang sesuai dengan minat serta karakteristik kepribadian saya.

Tidak perlu saya ungkap tiga profesi lainnya, tapi yang jelas profesi recruiter atau headhunter merupakan salah satu diantara empat yang direkomendasikan, hehehehe…

Berbekal pemahaman diri yang lebih baik mengenai kekuatan dan kelemahan diri itulah saya kemudian bisa dengan mudah membuat perencanaan karir secara lebih matang dalam beberapa tahun kedepan. Ibaratnya kalau selama delapan tahun sebelumnya saya berkelana ke segala penjuru tanpa arah yang jelas dan pasti, tapi sekarang dengan berbekal hasil assessment yang saya miliki, saya jadi tahu persis kemana saya akan melangkah berikut dengan pilihan jalan yang akan saya tempuh.

Bersyukurlah anda yang memang sejak awal sudah mengetahui cita-cita dan pilihan profesi yang akan ditekuni. Tapi bagi sebagian orang yang berada di simpang jalan dalam perjalanan karirnya dan tidak tahu kemana harus melangkah selanjutnya, saya pikir justru inilah saat yang tepat untuk merenungkan pilihan karir dan profesi yang akan kita jalani kedepannya untuk menemukan kembali kepuasan batin dalam bekerja.

Semoga pengalaman yang saya ceritakan diatas bisa bermanfaat untuk anda yang pernah atau sedang mengalami situasi serupa. Paling tidak dengan menemukan jalan menuju profesi dan karir idaman yang paling sesuai dengan karakteristik anda akan bisa menumbuhkan semangat baru dalam hidup ini untuk mencapai sesuatu yang lebih baik di masa depan.

Quote of the Day:

“I walk slowly, but I never walk backward.” by Abraham Lincoln

facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

17 thoughts on “Cara Mudah Menemukan Profesi dan Karir Idaman

  1. sanggita

    Wah, alhamdulillah saya tidak perlu melakukan perjalanan panjang pencarian jati diri seperti mas Haryo. Saya menemukan my career dream waktu kelas 2 SMA. Waktu itu saya mung mbatin pengen jadi orang yang wise. Itu thok.

    Waktu baca buku Goleman tentang EI, jatuh cintalah saya dengan psikologi. Kelas 3, waktu teman-teman yang lain pusing milih jurusan, saya mantebbb dengan milih Psikologi di pilihan pertama (Psi UGM), kedua (Psi Unair), ketiga (Psi Undip), dan cadangan swasta (Psi UMS-Solo).

    Seperti dapet jodoh, saya ndak tertarik untuk lirak-lirik profesi lain yang mungkin kelihatan lebih kinclong. Wong saya sudah cinta mati sama ilmu satu ini.

    Sepakat dengan masn Haryo kalo kita harus memiliki pemahaman yang seimbang akan diri sendiri dulu untuk menemukan karir yang cocok.

    Atau coba baca blog Yodhia Antariksa yang sangat inspiratif di sini http://strategimanajemen.net/2008/12/22/i-play-violin-like-i-make-love/

    Bagaimana dengan pembaca blog ini? Hayuks, sharinglah…

    [Reply]

    Reply
  2. Haryo

    @ Mbak Sanggita : Wah, saya dulu salah jurusan waktu kuliah. Kalau sudah tahu minat dan bakat saya sejak dulu, mungkin saya akan masuk Fakultas Psikologi juga… jadi seniornya Mbak Sanggita :D

    [Reply]

    Reply
  3. Pingback: Titik Terang! - Ebook Perdana Saya | suryosumarto.com

  4. Pingback: Silahkan download e-book menarik ini « Sanggita

  5. meong

    kalo soal kuliah, saya alhamdulillah udah cinta banget dengan ilmu yang saya pelajari.
    tapi kalo berkarir di bidangnya kok, errr…..trutama s2 ini kok serasa salah jalur >.<

    tengkyuuuu pak, segera meluncur ke TKP

    [Reply]

    Reply
  6. Pingback: Ternyata semua memang… « >>> ndutyke?

  7. irawan

    mkasih mas…anda akan sangat berarti di hidup saya ke depan
    saat ini aku lagi nyoba semua peluang..tapi dengan anduan mas ini moga ga ada kebimbangan lagi
    thx vry much

    [Reply]

    Reply
  8. Christine

    halo mas, saya Christine, maba sebuah fak hukum di jkt.. saya ingin tanya nih, maklum beneran nggak ngerti.. kebetulan mas-nya pernah jadi corporate lawyer ya? job description-nya seorang corporate lawyer itu apaan ya? kalo bisa tlg dijawab lwt email ya.. makasih..

    [Reply]

    Reply
  9. Fantha

    Thanks mas untuk masukan personality testnya. Saya kuliah jurusan perbankan dan bekerja dibagian finance dua tahunan tapi saya merasa tidak cocok dengan kerjaannya rasanya tidak ada passion dan setelah dites, personality saya enfj. Jika saya ingin berganti karir ke human resources, apakah mungkin tanpa background psychology? saya tidak mau sampe salah langkah dalam memilih karir untuk masa depan. kalo bisa tlg dijawab lwt email ya.. makasih..

    [Reply]

    Haryo reply:

    Bisa saja, coba pikirkan untuk mengambil short course di bidang Human Resources, lalu silakan memulai karir di bidang HR dari entry level dulu. Kalau memang anda berbakat di bidang itu, progress-nya juga bisa cepat.

    [Reply]

    Reply
  10. Sisie

    wahh… ini keadaannya pas banget seperti saya.. dari HRd sekarang jadi guru tp belum juga menemukan yg pas… ada tawaran jadi head hunter sepertinya jadi tertarik untuk mencoba.. terima kasih mas sharing :)

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    You’re most welcome :)

    [Reply]

    Reply
  11. sugeng dwi s

    Pak Haryo,saya sugeng lulusan teknik mesin dan bekerja di manufaktur dua tahunan ini. Untuk tugas dan pekerjaan saya bisa dibilang mendapat hasil yang cukup baik sehingga perusahan mengirim saya tuk ikut menangani project dichina dan hampir 8 bulan saya disini.

    Tapi saya merasa masih belum menemukan carier yang cocok untuk diri saya,sehingga saya mencoba mendalami karakter lebih jauh dan mengikuti tes MMDI seperti saran bapak.

    Alhasil personality saya ESFJ dan ENFJ tuk kedua yang cenderung ke bidang ekonomi dan sosial berlawanan dengan edukasi dan pekerjaan saya saat ini.

    Mohon saran dan bimbingannya untuk memperoleh karier ideal yang cocok dengan diri saya. terimakasih untuk waktu yang pak haryo luangkan untuk saya.

    [Reply]

    Reply
  12. Fika Dian

    Terima kasih atas postingannya. Saya saat ini duduk di bangku SMA kelas 2. Tapi sampai sekarang saya belum menemukan hal yang pas2. Sebenarnya saya punya banyak sekali cita2 tetapi semuanya pada berlawanan satu sama lain. Saya selalu bingung jika ditanya guru ingin jadi apa atau meneruskan studi apa kelaknya, saya bosan jika ditanya saya jawab tidak tahu dan guru saya terkejut karena saya termasuk salah satu anak emas (bukan maksud sombong) di kelas saya. Tetapi memang kenyataannya saya tak berarah. Keinginan saya yang paling2 mendasar di dalam hati adalah ingin menjadi presiden (karena ingin memajukan bangsa dan negara) tetapi saya juga sangat benci politik.

    Saya coba ikut MBTI Test, dan hasilnya seimbang antara INTJ dan ISTJ. Saya sebelumnya sering mengikuti tes bakat, psikologi dan sebagainya dan hasilnya memang selalu berkepribadian yang unik (dalam arti berlawanan satu sama lain) tapi saya rasa ini adalah test terakhir saya, karena setelah saya analisis, sepertinya memang bakat saya Computer Programmers or Systems Analysts karena tiap kali tes, selalu muncul hasil seperti itu.

    Saya akan rekomondasikan kepada teman2 saya soal postingan anda ini. Saya betul2 tertolong dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih. :)

    [Reply]

    Reply
  13. Prima

    Wah menarik sekali ya pak perjalanan pak Haryo menuju karir yang sesuai dengan karakteristik pribadi…sepertinya perlu ditiru nih langkah pak Haryo.

    Thanks for share ya pak.
    Sukses selalu.

    [Reply]

    Reply
  14. Pingback: The Real INTJ or INTJ Wanna Be? | Stories to Remember

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>