05 Jul
Written by Haryo | in Articles, Headhunter's Life, Tips & Tricks
Setiap kali membaca puluhan CV atau resume yang setiap harinya masuk ke inbox saya, ada satu hal yang rasanya masih mengganggu pikiran. Boleh dibilang dari rata-rata 20 CV atau resume yang saya terima, sekitar 15 diantaranya akan saya hapus. Maksimal 3 CV atau resume akan saya masukkan ke database, dan sisanya akan saya proses untuk kemudian selanjutnya dilakukan pre-screened melalui phone interview.
Itu artinya hanya 10% yang memiliki kesempatan untuk diproses pada saat ini, 15% yang memiliki kesempatan untuk diproses di waktu-waktu yang akan datang, dan 75% sisanya tidak akan pernah diproses lagi.
Kalau mau jujur, sebagai headhunter ingin rasanya saya bisa membuat angka persentase kandidat yang lolos pada seleksi awal ini bisa naik, minimal 20% bisa diproses saat ini dan 25% bisa dimasukkan ke database.
Masalahnya hanya satu: saya tidak akan pernah bisa membuat keinginan tersebut menjadi sebuah kenyataan bila setiap harinya masih saja banyak kandidat yang mengirimkan dokumen lamaran kerja yang memang pada dasarnya tidak layak untuk diproses (kalau mengikuti bahasa teman saya yang pernah bekerja sebagai HRD pada salah satu perusahaan terbesar di negeri ini: dokumen sampah)
Pahit memang, tapi itulah kenyataan yang terjadi.
Banyak hal yang membuat satu dokumen lamaran kerja menjadi tidak layak untuk diproses. Namun bila ditelusuri lebih mendalam, ada satu benang merah yang bisa saya sampaikan mengapa jauh lebih banyak dokumen lamaran kerja yang dihapus (bila dikirim melalui email) atau dibuang (bila dikirim melalui pos), yaitu masih banyaknya kandidat atau job seekers yang belum memahami pola pikir orang HRD secara baik.
Hampir selalu yang terjadi adalah kandidat atau job seekers dalam CV atau resumenya lebih banyak mengedepankan hal-hal yang dirasa penting bagi dirinya, tapi lupa mengedepankan hal-hal yang dirasa penting bagi orang HRD.
Sehingga kemudian menjadi tidak ada gunanya kalau dalam CV atau resume anda membanggakan prestasi (katakanlah) sebagai kapten tim cheerleaders yang menjuarai turnamen daerah sewaktu anda masih SMA, kalau anda tidak bisa menunjukkan korelasi yang signifikan antara prestasi tersebut dengan job requirements untuk posisi yang anda lamar.
Sebetulnya topik ini sudah pernah saya bahas sebelumnya, tapi dengan bahasa yang sedikit lain (meskipun inti dari pesan yang ingin disampaikan tetap sama). Garis besar pemikiran yang saya tulis pada artikel tersebut sebetulnya adalah kunci untuk memahami pola pikir orang HRD yang melakukan seleksi pada dokumen lamaran kerja yang anda kirimkan.
Bila anda bisa memahami tulisan tersebut dan kemudian mengkombinasikannya dengan tip & trik menulis CV atau resume, saya jamin tingkat kesuksesan anda untuk lolos dari tahap seleksi awal pun akan meningkat tajam, jadi tidak ada lagi cerita mengirimkan puluhan dokumen lamaran kerja tanpa pernah sekalipun mendapatkan panggilan interview.
Pada kesempatan menulis berikutnya saya berencana untuk melakukan real case study dari satu lowongan kerja yang pernah saya proses.
Saya akan tunjukkan secara detail kepada anda:
Anda tertarik?
Kalau anda tertarik, tolong doakan supaya saya ada waktu luang dalam beberapa hari kedepan. Insya Allah bila situasi dan kondisinya mengijinkan, saya akan dengan senang hati membahas semua yang telah saya sebutkan diatas dengan detail, karena bisa jadi dibutuhkan waktu yang agak panjang juga untuk menuliskannya secara cermat dan terinci.
Untuk sementara ini, nikmati dengan baik libur akhir pekan anda. Lupakan sejenak semua kesibukan kerja yang telah anda lakukan sejak hari Senin yang lalu.
Have a nice weekend…
Quote of The Day:
“Vision is the art of seeing the invisible.” by Jonathan Swift
13 Responses
Farida
24 Jul 2008 1Menarik sekali,…saya tertarik untuk membaca kelanjutan artikel ini dengan tips-tips yang oke dari bapak.
Saya masih punya adik and keponakan yang sebentar lagi akan lulus dan mencari kerja
so…saya perlu sekai informasi seperti ini.
Thx pak…jangan lupa kelanjutannya yach
Haryo
24 Jul 2008 2@ Mbak Farida: Saya masih akan terus menulis mengenai tips & trik job hunting, Mbak, dan semoga kelanjutannya akan bisa saya realisasikan dalam waktu dekat.
mulky
09 Aug 2008 3ya Allah semoga anda selalu diberkahi dengan kesehatan, sehingga mempunyai waktu untuk terus mencucuri kami dengan tips dan artikel yang bisa membuat kami lebih baik. trims pak
Haryo
10 Aug 2008 4@ Mas Mulky: Amiiinnnn… terima kasih banyak doanya.
Ranti
20 Oct 2008 5interesting…
nabila
20 Oct 2008 6bs ngga pak kirimkan contoh cv yang menarik ke email saya… please… tq before…
Top 3 Questions Asked via Email in 2008 | suryosumarto.com
07 Jan 2009 7[...] Tapi untuk memberikan gambaran secara umum bagaimana caranya membuat CV yang menjual, silakan dibaca dulu saja artikel saya yang ini dan yang itu. [...]
ariana
01 Mar 2009 8Saya tertarik untuk membaca kelanjutannya Pak.
Tedi Agustinus Silalahi
28 Apr 2009 9Selamat siang sebelumnya
saya tertarik membaca informasi yang bapak sajikan di media net suryosumarto.com yang dimana menjikan seputar bagaiman menjawab tantangan pertama untuk dapat lolos dalam tahap pertama yaitu dengan kanididat CV, dan lamaran pekerjaan.
saya sebagai seorang HRD baru yang buta dan saya juga ingin tau bagaimana bisa maju menjadi HRD yang profesional, yang ingin saya tanyakan apakah CV dan Lamaran adalah selalu mutlak mendakan bahwa kandidat yang kita butuhkan cocok ataupun berkualitas, namun yang saya alami banyak para karyawan yang kita butuhkan setelah dilihat dari kualifikasi itu seemua cocok namun begitu setelah bekerja…pekerja yang kita harapkan tidak sesuai atau tidak mempunyai kemampuan dalam posisi itu, dan disayangkan lagi pekerja itu tidak dapat mengembangkan dirinya.terimakasih…
oh iya pak saya mau tanya draf CV yang baik bagaimana?
Trims.
Tedi Agustinus
Muhammad Noer
13 Aug 2009 10Salam kenal Mas Suryo.
Saya sependapat dengan apa yang Mas lakukan. Memang banyak orang yang tidak mengerti resume seperti apa yang sebaiknya ditulis agar potensi seseorang kelihatan dan sesuai dengan pekerjaan yang akan ditawarkan.
Meskipun saya jarang melakukan screening CV, tapi biasanya dari CV yang sudah lolos sekalipun kandidat belum mampu menunjukkan dengan baik siapa dirinya. Apa mungkin karena di sekolah kita jarang diajari bagaimana menulis resume?
Haryo
13 Aug 2009 11Bisa jadi itu merupakan salah satu faktor, Mas Noer. Tapi yang paling sering terjadi ya seperti yang sudah saya kemukakan pada artikel diatas, kebanyakan kandidat kurang bisa ‘menjual’ kemampuan dirinya dengan mengacu pada kualitas atau kualifikasi krusial apa yang paling dicari oleh hiring manager.
ipang
18 Jan 2010 12Saya membaca dalam situs HeadHunter yg mas Haryo punya seperti ini :
“If you are a professional who has at least five years solid experience and currently work in one of the industries below ..”
adakah candidates untuk para Fresh Graduate seperti saya?
Salam
ipang
18 Jan 2010 13Saya membaca dalam situs HeadHunter yg mas Haryo punya seperti ini :
“If you are a professional who has at least five years solid experience and currently work in one of the industries below ..”
adakah candidates untuk para Fresh Graduate seperti saya?
Salam
Leave a reply
Search
About Me
Connect With Me
Quick Update
Recent Articles
Categories
Archives
Recent Comments
A design creation of Design Disease
Haryo Utomo Suryosumarto - Content on this site is licensed under Creative Commons Attribution 3.0 License
InSense 1.0 Theme by Design Disease | Slightly customized by Haryo | Sitemap