Pagi tadi ketika sarapan sambil sibuk “menyiksa” remote control televisi, secara tidak sengaja saya menyaksikan sebuah wawancara yang dilakukan di studio dalam acara Primetime Morning di Channel NewsAsia.
Wawancara berkutat pada kisah seorang warga negara Singapura keturunan India (kita sebut saja Mr. A) yang memiliki dua gelar master (di bidang bisnis dan IT kalau tidak salah) yang selama hampir tujuh bulan terakhir mengalami kesulitan mencari pekerjaan ketika krisis perekonomian global mulai terasa imbasnya di negara tetangga yang luasnya kurang lebih sama dengan kota Semarang tersebut.
