Apa yang Harus Dilakukan di Masa Krisis Ekonomi?

Meskipun banyak yang meramalkan bahwa krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia sekarang ini tidak akan separah krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998, tidak bisa dipungkiri bahwa sebagai seorang profesional (baca: employee di satu perusahaan) tidak ada salahnya anda untuk mulai mengevaluasi kinerja anda selama ini.

Sebagaimana pernah saya sebutkan dalam tulisan saya sebelumnya (yang ternyata telah beredar secara luas di berbagai milis dan blog), jangan pernah sesekali merasa bahwa dengan bekerja di perusahaan besar atau perusahaan multinasional maka job security merupakan sesuatu yang bisa diberikan oleh perusahaan sampai anda pensiun kelak.

Di masa yang penuh ketidakpastian seperti sekarang ini, saya ingin menawarkan beberapa tips yang mungkin berguna agar kondisi krisis ekonomi tidak menjadi sebuah ancaman tapi justru menjadi sebuah kesempatan bagi profesional seperti anda (dan juga saya):

1. Ubah Paradigma

Jangan takut dengan kondisi krisis ekonomi separah apapun. Syaratnya hanya satu: anda harus mengubah paradigma bahwa krisis ekonomi bisa memberikan potensi kesulitan bagi diri anda. Tetaplah berpikir positif, bersikap percaya kepada diri sendiri dan juga kemampuan anda, namun jaga agar ekspektasi anda tetap realistis di masa krisis.

Contohnya kalau anda menjadi korban PHK, sangat penting untuk tetap berpikir positif bahwa anda pasti bisa keluar dan mengatasi kesulitan ini karena anda percaya kemampuan dan kompetensi yang anda miliki bisa menjadi aset berharga. Namun jagalah agar ekspektasi anda tetap realistis dengan tidak terlalu mengharapkan kenaikan penghasilan bila ada perusahaan yang menawarkan posisi baru kepada anda.

2. Perhatikan Alur Keuangan Anda

Kalau sebelum krisis ekonomi anda bisa sangat leluasa dalam memanfaatkan penghasilan yang anda dapatkan, tidak ada salahnya mulai sekarang anda lebih cermat memperhatikan alur keuangan anda. Tidak perlu terlalu rumit, cukup catat pengeluaran harian anda dan dari situ anda akan bisa mengetahui cukup banyak pengeluaran yang sebetulnya tidak terlalu perlu atau masih bisa ditekan lagi jumlahnya.

Dari penghematan yang bisa anda lakukan setiap bulan, sisa uang tersebut bisa anda tabung untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau sebagai dana cadangan untuk berjaga-jaga di situasi darurat.

Saya pikir saran ini tidak hanya berlaku untuk yang sudah berkeluarga, tapi berlaku juga untuk anda yang saat ini masih lajang.

3. Perluas Network dan Selalu Jaga Jalinan Silaturahmi

Dalam pengamatan saya, masih cukup banyak profesional yang menganggap sebelah mata pentingnya menjalin network atau menjaga hubungan silaturahmi. Dalam masa krisis seperti sekarang ini, salah satu cara untuk dapat cepat keluar dari kesulitan adalah dengan memanfaatkan network yang anda miliki.

Jangan sesekali membatasi diri dalam menjalin network, semakin luas network anda, semakin besar pula kemungkinan datangnya bantuan dari berbagai pihak ketika anda membutuhkan. Bukankah hadist Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diperluas rezekinya hendaklah ia menjalin tali silaturahmi?

4. Pelajari Kemampuan Menjual

Selling skill atau kemampuan menjual sering dianggap bukan hal yang penting dengan alasan bahwa kita tidak berkecimpung di bidang penjualan. Ini merupakan cara pandang yang kurang tepat, karena tanpa disadari sebetulnya dalam kehidupan sehari-hari anda sering harus melakukan aktifitas yang dikategorikan menjual.

Perlu meyakinkan atasan untuk menerapkan teknologi terbaru di kantor? Perlu meyakinkan interviewer bahwa anda adalah kandidat terbaik yang sangat layak untuk dipekerjakan? Perlu meyakinkan teman-teman agar mau ikut bergabung dengan anda untuk mencoba warung soto yang baru dibuka di belakang kantor? Itu semua sebetulnya memerlukan selling skill yang baik.

Mempelajari kemampuan yang satu ini juga akan sangat berguna ketika suatu hari nanti anda memutuskan untuk memulai usaha sendiri. Karena yang paling penting dalam memulai usaha sebetulnya bukanlah sebuah business plan semata, tapi justru sales & marketing plan yang cermat.

5. Mulailah Berpikir Menjadi Spesialis

Saya tidak perlu menulis panjang lebar mengenai hal ini. Silakan dibaca sendiri tulisan saya sebelumnya yang membahas mengenai manfaat menjadi seorang spesialis, karena dalam kondisi krisis ekonomi seperti sekarang justru seorang spesialis cenderung dipandang sebagai kandidat yang lebih kompeten dibandingkan seorang generalis dari kacamata seorang Hiring Manager.

Sebagai tambahan, kondisi krisis ekonomi justru merupakan momen yang paling tepat untuk lebih memperdalam pengetahuan di bidang spesialisasi yang anda pilih. Bila kondisi keuangan memungkinkan, jangan ragu untuk kembali ke sekolah dan melanjutkan jenjang studi, atau bisa juga anda mengambil short course yang relevan maupun menempuh program sertifikasi untuk membuat anda menjadi seorang spesialis yang lebih diakui kemampuannya.

6. Berorientasilah pada Solusi dan Hasil Akhir

Pada kondisi yang tidak menentu seperti sekarang, jangan hanya pandai mengidentifikasi permasalahan tapi anda dituntut harus pandai pula untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut.

Cara mudah untuk menemukan solusi kreatif dari sebuah permasalahan adalah dengan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi saat ini, kemudian membayangkan sebuah kondisi atau hasil akhir yang anda harapkan dimana segala sesuatunya berlangsung dengan baik tanpa hambatan.

Dari situ anda bisa merunut atau mengkreasikan solusi-solusi praktis apa yang bisa direncanakan dan dikerjakan untuk bisa membawa anda keluar dari kondisi saat ini menuju hasil akhir yang diharapkan.

7. Pikirkan untuk Mulai Belajar Berwirausaha

Selama tidak menimbulkan conflict of interest dengan pekerjaan anda, tidak ada salahnya untuk mulai belajar berwirausaha kecil-kecilan. Belajar berwirausaha disini bukan berarti semata-mata mengejar tambahan penghasilan, tapi lebih kepada upaya belajar untuk melihat sebuah usaha dari sudut pandang yang berbeda.

Bila selama ini anda terlibat dan melihat sebuah usaha dari sudut pandang seorang karyawan, percayalah ketika anda berbisnis dan melihat sebuah usaha dari sudut pandang seorang pengusaha, segala sesuatunya akan berbeda 180 derajat.

Dengan belajar berwirausaha, tanpa disadari anda akan dituntut untuk selalu kreatif dan proaktif untuk memajukan bisnis sampingan anda. Tidak perlu modal besar untuk memulai, malah saya sarankan sebaiknya anda memulai usaha dengan modal tidak lebih dari 50% penghasilan bulanan yang diterima dari kantor. Bila masih takut juga untuk memulai, ajaklah beberapa teman yang memiliki visi sama untuk bergabung dan membangun bisnis sampingan secara bersama-sama.

Dengan memulai bisnis bermodal kecil, anda akan meminimalisir resiko kesulitan keuangan yang diakibatkan kegagalan usaha. Tapi disisi lain kalau suatu hari kelak bisnis anda kemudian berhasil berkembang, pilihan kembali ke diri anda, apakah akan tetap menjadikannya sebagai bisnis sampingan sementara anda tetap bekerja sebagai profesional, ataukah anda akan terjun sepenuhnya untuk mengurus usaha yang anda rintis dan melepaskan status anda sebagai seorang profesional.

Sudah banyak contoh wirausahawan sukses yang memulai usaha ketika krisis ekonomi melanda, jadi jangan takut untuk sedikit meninggalkan comfort zone dan mencoba area baru yang belum pernah anda jajaki seumur hidup.

—————

Kira-kira ketujuh hal itulah yang sekiranya bisa bermanfaat untuk anda renungkan kembali ketika krisis ekonomi merontokkan banyak usaha di berbagai belahan dunia.

Dengan kepandaian mensiasati situasi, maka diharapkan semoga krisis ekonomi ini bukannya menjadi sebuah momen kehancuran, tapi justru menjadi sebuah momen kebangkitan bagi kita semua.

facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

4 thoughts on “Apa yang Harus Dilakukan di Masa Krisis Ekonomi?

  1. Haryo

    Kondisi krisis juga membuat kita harus lebih bersikap prihatin. Jangan lupa untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan YME, agar tetap bisa bersikap tenang dan ikhlas menghadapi segala situasi serta berpikir fokus demi mendapatkan kehidupan yang lebih bahagia.

    [Reply]

    Reply
  2. ira

    apa yang harus dilakukan seorang manajer terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia di tahun 2012 ini?

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Manager selalu dituntut untuk berpikir strategis dan proaktif dalam bekerja, jadi daripada tenggelam dalam rutinitias harian alangkah baiknya kalau seorang manager mampu membuat berbagai inovasi yang memberikan added value ke perusahaan tempat kita bekerja.

    [Reply]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>