5 Alasan Utama Orang Ingin Pindah Kerja

Ketika saya harus melakukan interview atau wawancara dengan seorang kandidat yang dirasa memiliki kualifikasi bagus untuk dinominasikan menempati posisi tertentu di perusahaan klien saya, salah satu pertanyaan yang hampir selalu terucap dari bibir saya adalah:

“Ada alasan tertentu kenapa anda ingin pindah dari perusahaan tempat anda bekerja saat ini?”

Dari sekian banyak alasan, inilah 5 besar alasan utama yang paling sering dilontarkan oleh kandidat, mengapa mereka masih ingin pindah kerja meski sudah menduduki jabatan cukup tinggi dan menerima gaji relatif besar di perusahaan tempat mereka bekerja saat ini…

5. Ingin berkantor dengan jarak yang lebih dekat

Saya cukup sering mendengar alasan ini, karena mungkin sebuah kebetulan juga bila rumah kandidat dan kantor klien masih termasuk dalam satu wilayah, atau setidaknya berjarak jauh lebih dekat dibandingkan jarak rumah kandidat dengan kantor mereka saat ini.

4. Ingin mencari suasana baru

Meski sedikit meragukan, tapi alasan ini cukup masuk akal, karena kondisi di perusahaan tempat mereka bekerja saat ini bisa jadi sudah tidak kondusif lagi untuk perkembangan karir mereka. Office politics yang makin meruncing sering dijadikan sebagai salah satu alasan mengapa orang ingin mencari suasana baru dan berkeinginan pindah kerja ke perusahaan lain.

3. Ingin mencari tantangan baru

Alasan ini sangat bisa dimengerti. Saya pribadi melihat kecenderungan para kandidat yang senang mencari tantangan baru adalah kandidat yang dinamis dan memiliki banyak ide-ide segar, yang mungkin tidak bisa secara optimal tereksploitasi dengan leluasa di perusahaan tempat mereka bekerja saat ini.

2. Ingin menapaki jenjang karir yang lebih baik

Alasan ini sangat sering terdengar, terutama bila saya menawarkan posisi yang lebih tinggi di perusahaan klien pada seorang kandidat. Katakanlah saya menawarkan posisi level manajer pada seorang senior officer yang sudah berpengalaman bertahun-tahun di posisi yang sama, rasanya wajar sekali mendengar alasan ini sebagai motivasi mereka untuk pindah kerja.

1. Ingin mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi

Tidak bisa dipungkiri, meski jarang terlontar secara eksplisit, tapi inilah alasan utama mengapa orang ingin (atau minimal tertarik) untuk pindah kerja ke tempat lain. Meski mereka memiliki 4 alasan yang telah disebutkan sebelumnya, tapi bila satu hal ini tidak sesuai dengan ekspektasi, biasanya yang sering terjadi kandidat akan berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk memasuki tahapan rekrutmen selanjutnya.

Perlu diingat, saya menuliskan ini bukan untuk mengatakan bahwa menyebutkan alasan-alasan tersebut adalah “haram” ketika menjawab pertanyaan saya diatas.

Sama sekali tidak ada yang “haram” bila anda berinteraksi dengan seorang headhunter, semakin anda jujur menjawab pertanyaan headhunter, akan semakin mudah pula pekerjaan headhunter dalam melihat apakah anda adalah kandidat yang cocok bagi perusahaan klien atau bukan.

Karena toh tidak ada gunanya juga memberikan jawaban yang “politically correct”, bila ternyata kemudian apa yang anda temukan di tempat kerja yang baru sama sekali tidak sesuai dengan bayangan anda semula.

Kadang pindah kerja ke tempat baru belum tentu selalu memberikan solusi bagi masalah yang anda temui di tempat kerja saat ini. Tapi bila anda yakin bahwa pindah kerja ke tempat baru merupakan alternatif solusi satu-satunya, so be it!

Drop your CV to me… and pray that hopefully one of my clients is currently looking for a professional with qualifications like yours.

Update – 7 Mei 2008: Ada satu lagi alasan cukup penting yang terlupakan. Banyak juga kandidat dengan status kontrak ingin pindah kerja ke perusahaan lain yang menawarkan status permanen, meski mungkin total take home pay yang ditawarkan tidak sebesar yang diterima ketika bekerja sebagai pegawai kontrak.

Cukup masuk akal, karena dengan status pegawai permanen, at least dari segi job security dan stabilitas karir memang lebih menjanjikan dibandingkan bekerja sebagai pegawai kontrak yang terpaksa harus ‘kasak-kusuk’ mencari lowongan kerja setiap kali masa kontraknya mendekati akhir.

Quote of The Day:

“Success is going from failure to failure without loss of enthusiasm.” by Winston Churchill

facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

19 thoughts on “5 Alasan Utama Orang Ingin Pindah Kerja

  1. Pingback:   5 Cara Mudah Supaya Headhunter Menemukan Anda by suryosumarto.com

  2. Zura

    kalo menurut saya, ada satu lagi yg perlu ditambahin Pak Suryo…
    Ada beberapa orang yg g’ betah dengan suasana kerjanya, contoh g’ betah dg pekerjaannya/job desk, ato g’ betah dg orang2 didalamnya…
    banyak macam.

    Trus kira2 orang ini ‘minggat’ dari pekerjaannya dg alasan apa yach?

    hehehe, thanks

    [Reply]

    Reply
  3. Ree

    Selamat sore,pak. Apakah aneh bila alasan saya merasa harus pindah kerja karena pekerjaan saya sekarang berhubungan langsung dgn manusia,customer service,pdhl pendidikan formal saya di lab kimia? Kadang,keinginan utk kembali ke lab besar sekali,pak.terutama bila bertemu dgn complicated customer,pak. Selain itu,apakah waktu kerja juga bisa dijadikan alasan utk pindah?saat ini saya bekerja senin sabtu jam 8 s.d 5,libur nasional tetap masuk,namun tdk dihitung lembur.Terimakasih.

    [Reply]

    Reply
  4. Arie

    Dear Pak Haryo,

    Bagaimana kalau meninggalkan tempat kerja yang lama karena diminta oleh pimpinan untuk mengundurkan diri dengan alasan yang abu-abu dan banyak intrik dan unsur politiknya dengan tujuan agar posisi saya disisi oleh customernya sehingga kelangsungan perusahaan tetap terjaga.

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Segeralah mengundurkan diri dan mencari pekerjaan di tempat lain. Mungkin inilah cara Tuhan menyelamatkan anda agar tidak ikut terbawa arus office politics yang membuat suasana kerja menjadi tidak nyaman :)

    [Reply]

    Reply
  5. aryadonita

    salam kenal pak…..saya setuju dengan tulisan bapak yang bagus ini,karena saya juga bertugas melakukan rekrutmen.seharusnya kandidat jujur saja mengemukakan alasannya pindah kerja,karena toh jika mereka berbohong, bagi interviewer yang sangat memahami bahasa tubuh dan mata, akan ketahuan……

    [Reply]

    Reply
  6. ryu

    Salam kenal pak Haryo,
    Saya mau minta pendapatnya, boleh ya..?? Sudah belasan tahun saya bekerja sebagai staff di tempat (perusahaan besar) sekarang ini, cukup nyaman dengan situasi kerja dan kesejahteraannya. Kalau ukuran penghasilan ya Alhamduliillah tidak terlalu besar dan tidak terlallu kecil, mencukupilah…. Setahun yang lalu mendapat tawaran dari seorang teman, beliau adalah Direktur dari perusahaan pribadi miliknya, bisnis perusahaannya adalah IT, mirip-mirip dengan perusahaan tempat saya sekarang. Saya ditawari satu posisi yang baik di tempatnya dengan gaji yang lebih baik pula. Namun saat itu saya menolaknya karena saya kurang yakin dengan perusahaan tersebut bisa berkembang. Namun akhir2 ini saya kembali ditawari untuk posisi yang dulu pernah ditawarnyai, hanya saja di perusaahaan miliknya yang lain. Dia punya beberapa perusahaan. Nah… bagaimana pendapat anda, apakah saya terima tawaran tersebut atau jangan ya…?? Mohon pencerahannya, apa yang harus saya pertimbangkan dalam menerima/menolak tawaran tersebut. Terima kasih.

    [Reply]

    Reply
  7. rhoi prima

    saya seorang yg memiliki skil di bidang teknik mesin
    alasan saya pindah keja karna proses kerja yang sekarang saya kerjakan tidak sesuai dengan keahlian saya.
    bagaimana menurut anda?

    [Reply]

    Haryo reply:

    Tidak menjadi masalah, yang penting bukan lagi sesuai keahlian atau tidak, tapi apakah sudah sesuai dengan passion atau tidak.

    [Reply]

    Reply
  8. top x

    saya sebetulnya tidak ada masalah dengan lingkungan kerja, namun yang membuat saya pengen pindah karena saya merasa tidak adanya reward / achievement yang saya dapat. Misal untuk mendapat training, selama 2 tahun terakhir saya belum pernah dapat training yang “sesuai” dengan posisi saya. padahal sudah ada jatah untuk training.

    Bagaimana menurut bapak?
    apakah bisa di kategorikan dengan alasan untuk pindah kerja?
    trims

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Bisa ya dan bisa tidak. Kalau menurut saya alangkah baiknya mengkomunikasikan dulu apa yang anda pikirkan mengenai hal ini ke atasan bila memang selalu terlewat untuk mendapatkan jatah training. Tanyakan ke atasan, apakah ada kriteria tertentu atau angka KPI yang harus dipenuhi bila ingin mendapatkan kesempatan training yang sesuai? Komunikasi yang terbuka akan sangat membantu mengetahui secara lebih jelas apa penyebabnya anda tidak pernah mendapatkan jatah training, juga untuk menghindari pikiran macam-macam dari diri anda yang justru tidak akan memberikan solusi apapun.

    [Reply]

    Reply
  9. Widyo

    Selamat Sore Pak, saya ada pertanyaan yang sebenarnya sangat mengganggu saya. Saya bekerja di sebuah PMA sudah 3 tahun. Setelah 1 tahun pertama kerja, saya dipindah divisi dengan alasan staff divisi yg akan saya tempati mengundurkan diri (resign) maka diantara beberapa staff dipilihlah saya yang menurut atasan mampu untuk menghandle divisi tersebut. Saya enjoy saja dan menikmati dan menurut saya tidak ada problem berarti sampai hari ini. Minggu kemarin dikarenakan ada staff di divisi lain resign, saya dipanggil atasan dan diberikan gambaran bahwa beliau berharap saya menggantikan posisi tersebut bulan depan. Sementara posisi saya saat ini akan digantikan staff mutasi dr cabang pusat. Saya jadi berpikir, sepertinya kok saya hanya dijadikan tambal untuk mengisi kekosongan posisi saja meskipun atasan berdalih memuji saya bahwa dia merasa beruntung punya staff yang bisa dipercaya untuk menghadling banyak job desc. Mohon advise dan pencerahannya pak. Terima kasih sebelumnya.

    [Reply]

    Haryo Suryosumarto reply:

    Mas Widyo, kalau anda suka sepakbola, mungkin anda pernah dengar pemain Manchester United, Michael Carrick? Menurut saya dalam posisi yang anda hadapi saat ini, atasan menganggap bahwa anda adalah Michael Carrick, yang bisa ditempatkan di segala posisi… apakah itu pengatur serangan, gelandang bertahan, bahkan kalau perlu ditempatkan di bek tengah kalau pemain-pemain yang biasa menempati bek tengah absen karena cedera.

    Sebagaimana halnya di lapangan sepakbola, di dunia kerja pun tidak banyak ditemukan profesional yang dinilai mampu melakukan multi-role, karena ini terkait dengan kompetensi dan integritas si profesional serta seberapa tinggi tingkat kepercayaan dari atasan ke si profesional tersebut.

    Jangan pernah berpikir bahwa anda hanyalah penambal disaat sebuah posisi kosong, tapi lihatlah dari sudut yang berbeda, karena atasan (dan perusahaan) melihat bahwa anda akan mampu menjadi solusi bagi permasalahan yang sedang mereka hadapi. Kata lainnya adalah anda dinilai sangat berharga bagi perusahaan.

    Syukuri saja dan kerjakan sebaik yang anda bisa. Anggaplah bahwa kesungguhan kerja dan kesabaran anda satu hari nanti akan bisa membuahkan hasil yang manis diluar dugaan anda sendiri.

    Sukses selalu and I wish you all the best! ;)

    [Reply]

    Reply
  10. Haryo

    Alasan paling “tepat” atau “acceptable” kalau ingin pindah perusahaan adalah alasan yang diberikan dengan jujur sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Daripada bersusah payah mengarang alasan, lebih baik bicara terus terang. Alasan begini biasanya lebih mudah diterima dan tidak akan memancing rentetan pertanyaan lebih lanjut.

    [Reply]

    Reply
  11. Haryo

    Alasan pindah kerja bisa bermacam-macam, setiap orang pasti berbeda situasi dan kondisinya, tapi yang paling penting setelah menemukan alasan pindah kerja yang tepat… pikirkan juga alasan apa yang membuat anda layak untuk di-hire di tempat kerja yang baru.

    Sebagus apapun alasan pindah kerja yang diberikan, tapi bila seorang kandidat tidak bisa memberikan satu alasan kuat bagi calon employer untuk mempekerjakannya ya percuma juga kan?

    [Reply]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>