Berawal dari pembicaraan via telepon dengan kawan baik saya, Pak Amril T. Gobel, yang merupakan salah satu penulis aktif di Kompasiana sejak akhir tahun 2008, saya pun akhirnya menjadi “terprovokasi” untuk bergabung dan mulai kemarin ikut mempublikasikan tulisan saya disitu.
Klik disini untuk mengunduh flyer Career Workshop 2010
Tempat sangat terbatas — hanya untuk 12 orang partisipan!
Setelah melihat-lihat kalender 2010 dan juga jadwal kerja saya di awal tahun, saya berencana untuk merealisasikan penyelenggaraan workshop yang membahas mengenai topik karir pada umumnya, termasuk didalamnya mengulas tuntas strategi membuat CV yang “menjual” — sehingga para peserta diharapkan bisa memahami esensi dari sebuah CV dan bagaimana para recruiter ataupun hiring manager memandang CV dari para job seekers.
Hari ini tanggal 4 Desember 2009 genap tujuh bulan saya menjalani pilihan karir sebagai independent recruitment consultant. Saya resmi mengundurkan diri dari kantor lama saya pada tanggal 24 April 2009 dan mulai merintis bisnis (yang diharapkan kelak bisa tumbuh menjadi bisnis konsultasi dengan standar kelas dunia) pada tanggal 4 Mei 2009, dan alhamdulillah masih eksis — malah kian berkembang pesat — sampai dengan sekarang.
Saya selalu mengumpamakan bahwa bisnis yang baru mulai dirintis itu adalah seperti halnya seorang bayi, hanya bedanya saya menganggap bahwa bisnis yang saya tekuni selama tujuh bulan terakhir ini sebetulnya adalah bayi yang masih ada dalam kandungan ibunya. Nah, sebagai orang Jawa yang masih percaya tradisi kejawen, hari ini saya berniat mengadakan upacara mitoni untuk bisnis saya.
Di luar dugaan, saya menerima banyak sekali respon melalui email untuk menanggapi artikel yang saya tulis sebelumnya. Rata-rata email tersebut melampirkan CV dan meminta bantuan saya untuk melakukan review.
Karena kebetulan hari ini tidak memiliki banyak waktu untuk menulis, saya mencoba membuat rekaman untuk mem-follow up tulisan saya sebelumnya tersebut. Hasilnya adalah podcast yang bisa didengarkan dibawah ini.
Untuk anda yang memiliki latar belakang profesi di bidang teknik atau profesi lain yang memerlukan specific skills, kadang sering timbul pertanyaan, “Seberapa penting sebetulnya mencantumkan technical competencies dalam CV?”
Pertanyaan ini sering timbul karena bila mencantumkan technical competencies dalam CV, dikuatirkan CV akan menjadi terlalu panjang. Sebaliknya bila tidak mencantumkan, dikuatirkan CV kita akan langsung disingkirkan dari shortlist kandidat potensial.